skip to main content

Studi Run-Up Gelombang Pada Bangunan Jetty Pelabuhan Di PPP (Pelabuhan Perikanan Pantai) Tegalsari, Kota Tegal

*Bagaskoro Cahyo Fauzan  -  Department of Oceanography, Universitas Diponegoro, Jl. Prof. Sudarto, SH, Tembalang, Semarang, Indonesia 50275, Indonesia
Warsito Atmodjo  -  Department of Oceanography, Universitas Diponegoro, Jl. Prof. Sudarto, SH, Tembalang, Semarang, Indonesia 50275, Indonesia
Baskoro Rochaddi  -  Department of Oceanography, Universitas Diponegoro, Jl. Prof. Sudarto, SH, Tembalang, Semarang, Indonesia 50275, Indonesia
Rikha Widiaratih  -  Department of Oceanography, Universitas Diponegoro, Jl. Prof. Sudarto, SH, Tembalang, Semarang, Indonesia 50275, Indonesia
Azis Rifai  -  Department of Oceanography, Universitas Diponegoro, Jl. Prof. Sudarto, SH, Tembalang, Semarang, Indonesia 50275, Indonesia

Citation Format:
Abstract

Bangunan pelindung pantai jetty pelabuhan di Pelabuhan Perikanan Pantai (PPP) Tegalsari, Kota Tegal berfungsi untuk melindungi wilayah muara dari efek pendangkalan. Tinggi bangunan jetty Pelabuhan Perikanan Pantai Tegalsari, Kota Tegal memiliki tinggi bangunan sebesar 2,5 meter. Gelombang datang ke bangunan pantai akan dapat membangkitkan run-up gelombang, sehingga dapat mempengaruhi stabilitas dan efektivitas bangunan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tinggi run-up yang terjadi pada bangunan jetty di PPP Tegalsari, Kota Tegal. Pengumpulan data penelitian diawali dengan pengukuran dimensi jetty, pengukuran gelombang menggunakan ADCP yang dipadukan dengan data  angin ogimet selama 11 tahun (2009–2019), pengukuran batimetri dan data pasang surut PPP Tegalsari tahun 2020. Analisis data gelombang menggunakan metode Sugianto et al (2017), analisis pasang surut dengan metode admiralty, dan analisis tinggi run-up menggunakan perhitugan empiris Bilangan Irribaren (CERC,1984). Hasil penelitian menunjukkan bahwa tinggi  run-up gelombang pada Musim Barat pada jetty 0,64 m pada  kondisi overtopping dengan h-ds = 0,57 m, tinggi run up gelombang pada Musim Peralihan I sebesar 0,53 m pada  kondisi non - overtopping dengan h-ds =  0,57 m, tinggi run up gelombang pada Musim Timur pada jetty 0,52  m  kondisi overtopping dengan h-ds = 0,57  m, tinggi run up gelombang pada musim Peralihan II  pada jetty sebesar 0,57 m dengan kondisi overtopping dengan h-ds= 0,57 m .  Jetty dikategorikan kedalam kondisi overtopping karena pada musim barat dan peralihan II karena nilai h-ds lebih kecil dibandingkan nilai run-up.

Kata kunci: Run-up, gelombang, overtopping, PPP Tegalsari

Fulltext View|Download
  1. Alfansuri, Sholihin., Suntoyo , Haryo Dwito Armono. 2010. Analisa Perbandingan Formula Runup Dan Overtopping Untuk Gelombang Irregular Pada Struktur Dasar Kasar. Teknik Kelautan ITS. Surabaya
  2. CERC. 1984. Shore Protection Manual Volume I. US Army Corps of Engineer. Washington D.C
  3. Dauhan, Stefani Kristie., Hansje Tawas., Hanny Tangkudung., Jeffry D. Mamoto. 2013. Analisis Karakteristik Gelombang Pecah Terhadap Perubahan Garis Pantai Di Atep Oki. Jurnal Sipil Statik Vol.1 No.12,November 2013 (784-796) ISSN:2337-6732
  4. Defant, A. 1985. Natural Science ; Ebb and Flow The Tides of Earth, Air and Water.The University of Michigan Press, Michigan
  5. Hutabarat, S. dan S.M. Evans. 1985. Pengantar Oseanografi Edisi Ke-2. Universitas Indonesia Press, Jakarta
  6. Imbar, Sesty, E.J. 2020. Analisis Deformasi Gelombang Pada Pantai Minahasa Barat. Jurnal Sipil Statik Vol.8 No.1: 65-70
  7. Lekatompessy, Sonja T.A. dan Alfredo Tutuhatunewa. 2010. Kajian Konstruksi Model Peredam Gelombang Dengan Menggunakan Mangrove Di Pesisir Lateri – Kota Ambon. Jurnal ARIKA, 4 (1): 51-60. ISSN: 1978-1105
  8. Loupatty, Grace. 2013. Karakteristik Energi dan Arus Perairan di Provinsi Maluku. Fisika FMIPA UNPATTI, Maluku. vol 7 (1) : 19-22
  9. Ongkosongo, O. S. R. dan Suyarso. 1989. Pasang - Surut. Pusat Penelitian dan Pengembangan Oseanologi (P3O) LIPI. Jakarta
  10. Pamungkas, A. (2018). Karakteristik parameter oseanografi (pasang-surut, arus, dan gelombang) di perairan utara dan selatan Pulau Bangka. Buletin Oseanografi Marina, 7(1), 51-58
  11. Pemkot Tegal. 2014. Kondisi Geografis Kota Tegal. http://www.tegalkota.go.id. Diakses Pada 17 Mei 2019
  12. Poerbandono dan Djunarsjah, E. 2005. Survei Hidrografi. Refika Aditama. Bandung
  13. Purwanto. 2011. Analisa Spektrum Gelombang Berarah di Perairan Pantai Kuta, Kabupaten Badung, Bali. Buletin Oseanografi Marina, 1: 45-59
  14. Solihuddin, Tb. 2011. Karakteristik Pantai dan Proses Abrasi di Pesisir Padang Pariaman, Sumatera Barat. Puslitbang Sumberdaya Laut dan Pesisir, Balitbang Kelautan Perikanan – KKP. Vol. 13 (2) : 112 – 120
  15. Sugianto, D. N., S. Widada, A. Wirasatriya, A. Ismanto, A. Darari and Suripin. 2017. Modelling Of Suspended Sediment Transport in Coastal Demak Indonesia By Using Currents Analyzing. ARPN Journal of Engineering and Applied Sciences 12 (16), pp. 4666-4678
  16. Triatmodjo, Bambang.1999. Teknik Pantai. Beta Offset. Yogyakarta

Last update:

No citation recorded.

Last update:

No citation recorded.