skip to main content

Studi Kandungan Bahan Organik di Perairan Muara Sungai Jajar, Kabupaten Demak, Jawa Tengah

*Siti Jubaedah  -  Department of Oceanography, Universitas Diponegoro, Jl. Prof. Sudarto, SH, Tembalang, Semarang, Indonesia 50275, Indonesia
Sri Yulina Wulandari scopus  -  Department of Oceanography, Universitas Diponegoro, Jl. Prof. Sudarto, SH, Tembalang, Semarang, Indonesia 50275, Indonesia
Muhammad Zainuri scopus  -  Department of Oceanography, Universitas Diponegoro, Jl. Prof. Sudarto, SH, Tembalang, Semarang, Indonesia 50275, Indonesia
Lilik Maslukah scopus  -  Department of Oceanography, Universitas Diponegoro, Jl. Prof. Sudarto, SH, Tembalang, Semarang, Indonesia 50275, Indonesia
Dwi Haryo Ismunarti  -  Department of Oceanography, Universitas Diponegoro, Jl. Prof. Sudarto, SH, Tembalang, Semarang, Indonesia 50275, Indonesia

Citation Format:
Abstract

  Sungai Jajar merupakan salah satu sungai besar yang aliran sungainya banyak dimanfaatkan penduduk sekitar. Kegiatan rumah tangga, pertambakan serta ekosistem mangrove diduga menyumbangkan bahan organik ke perairan sungai tersebut mengalir di sekitar pemukiman warga, serta ekosistem mangrove di sekitar muara. Aktivitas rumah tangga, pertambakan serta ekosistem mangrove diduga menyumbangkan bahan organik yang masuk ke badan sungai sehingga dapat membuat sungai tersebut tercemar. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kandungan bahan organik dan tingkat pencemaran yang ada di perairan Sungai Jajar dengan membandingkan kandungan parameter bahan organik (BOD5, dan COD) dan parameter kualitas perairan ( Suhu, Salinitas, pH, dan kecerahan ). Data yang digunakan dalam penelitian ini adalah air sampel dari perairan Muara Sungai Jajar yang diambil pada tanggal 19 Agustus 2020, bersamaan dengan parameter kualitas perairan seperti suhu, salinitas, ph, DO, kecepatan arus dan kecerahan sebagai parameter pendukung. Hasil dari pengolahan sampel menunjukkan Kandungan BOD5 sebesar 1,33-5,89 mg/L, COD sebesar 85,97 177,00 mg/L, serta bahan organik sebesar 92,23 mg/L-170,56  mg/L. Sebaran konsentrasi bahan organik menunjukan bahwa nilainya tinggi diwilayah mulut muara dan semakin rendah menuju laut lepas. 

Fulltext View|Download
  1. Budiardi T. 1998. Evaluasi kualitas air, pengelolaan air dan produksi udang windu Penaeus monodon Fabr. Pada budidaya intensif . Bogor: Program Pascasarjana, IPB
  2. Daruwedho, H., Sasmito, B., dan A, J, Fauzi. 2016. Analisis Pola Arus Laut Permukaan Perairan Indonesia Dengan Menggunkan Satelit Altimetri Jason-2 Tahun 2010-2014. Fakultas Teknik Geodesi. UNDIP. Vol 5. No 2
  3. Effendi, H. 2003. Telaah Kualitas Air. Jurusan Managemen Sumberdaya Perairan. Fakultas Perairan dan Ilmu Kelautan. IPB: Bogor
  4. Febrianto, S. & Latifah, N. 2017. Pemetaan pola sebaran total suspended solid (tss) di Perairan Teluk Semarang menggunakan citra satelit landsat 7 etm dan landsat 8. Jurnal Harpodon Borneo, 10(1):56-60
  5. Ghufron M, Kordi K, Andi BT. 2007. Pengelolaan kualitas air dalam budidaya perairan. Hlm. 224. Rineka Cipta. Jakarta
  6. Gross,M. G. 1972. Oceanography. A View of The Earth. Prentice Hall Inc, New Jersey. Hutabarat, S dan M.S
  7. Evans. 1995. Pengantar Oceanografi. Penerbit Universitas Indonesia., Jakarta
  8. Hariyadi, S.I., I.N.N. Suryadiputra dan B. Widigdo.1992. Limnologi : Metoda Analisis Kualitas Air. Fakultas Perikanan. Institut Pertanian Bogor, Bogor. 58 hlm
  9. Hutagalung, H, P., dan Abdul Rozak, 1997. MetodeAnalisis Air Laut, Sedimen dan Biota, Buku 2. P3O. LIPI Jakarta
  10. Keputusan Menteri Lingkungan Hidup No. 51 Tahun 2004.Tentang Baku Mutu Air Laut
  11. Marganof. 2007. Model Pengendalian Pencemaran Perairan di Danau Maninjau Sumatera Barat
  12. Jurnal Ilmu Kelautan Institut Pertanian Bogor, Bogor
  13. Neilson,B.J.A., Kuo and J. Brubaker. 1998. Estuarine Circulation. The Humana Press Inc, New Jersey
  14. Nontji, A. 1987. Laut Nusantara. Penerbit Djambatan. Jakarta
  15. Simanjuntak, M. 2007. Oksigen Terlarut dan Apparent oxygen Utilization di Perairan Teluk Klabat, Pulau Bangka. Dalam : Ilmu Kelautan UNDIP. Vol 12 (2) : 59-66
  16. Subiyanto, S. 2017. Remote sensing and water quality indicators in the west flood canal
  17. Semarang City: Spatio-temporal structures of lansat-8 derived chlorophyll-a and total suspended solids. The 5th Geoinformation Science Symposium. IOP Conf. Series: Earth and Environmental Science, 98:012055
  18. Suprapto, D., P.W. Purnomo dan B. Sulardino.2014. Analisi Kesuburan Perairan Berdasarkan Hubungan Fisika Kimia Sedimen Dasar dengan Nitrogen dan Fosfat di Muara Sungai Tuntang Demak. Jurnal Saintek Perikanan., 10(1) : 56-61
  19. Supriyanti, E. R. A. T. Nuraini dan A. P. Fadmawati. 2017. Studi Kandunagn Bahan Organik pada Beberapa Muara Sungai Di Kawasan Eekosistem Mnagrove, Di Wilayah Pesisir Pantai Utara Kota Semarag, Jawa Tengah. Buletin Oseanografi Marina., 6(1) : 29-38
  20. Suparjo, M. N. 2009. Kondisi Pencemaran Perairab Sungai Babon Semarang, Jurnal Saintek Perikanan., 4(2) : 38-45
  21. Vannote et al. 1980. The river continuum concept. Can. J. Fish. Aquat. Sci. 37:130- 137
  22. Vitner Y, Sukimin S, dan Suryadiputra INN. 1999. Kandungan bahan organik dan kualitas perairan Waduk Ir. H. Juanda (Jatiluhur) Purwakarata, Jawa Barat. Hlm 28-34
  23. Wardoyo, S.T.H. 1975. Pengelolaan Kualitas Air (Water Quality Management). Pusat Studi Pengelolaan Sumberdaya Lingkungan. Institut Pertanian Bogor. Bogor
  24. Wattayakorn, G. 1988, Nutrient Cycling in Estuarine. Paper presented in the Project on Research and its Application to Management of the Mangrove of Asia and Pasific, Ranong, Thailand
  25. Wetzel, R.G. 2001. Limnology. 3rd. Saunders Company. Philadelphia. Toronto. London. 767 p
  26. Wibisono, M. S. 2005. Pengantar Ilmu Kelautan. Penerbit PT. Grasindo. Jakarta
  27. Widiarsih, W. 2002. Kajian Pencemaran Bahan Organik di Kawasan Pesisir Semarang. [Tesis]. Program Pasca Sarjana, Universitas Diponegoro, Semarang, 145 hlm

Last update:

No citation recorded.

Last update:

No citation recorded.