DETEKSI KONTAMINAN FRAGMEN DNA PENGKODE cyt b BABI PADA SAMPEL SOFTGELLCANDY TAK BERLABEL HALAL

*Yuanita Rachmawati -  Program Studi Biologi, UIN Sunan Ampel Surabaya, Indonesia
Saiku Rokhim -  1Program Studi Biologi, UIN Sunan Ampel Surabaya
Misbakhul Munir -  Halal Center University, UIN Sunan Ampel Surabaya Jl. Ahmad Yani No. 117 Surabaya, 60237, (031) 8410298, Indonesia
Eva Agustina -  Halal Center University, UIN Sunan Ampel Surabaya Jl. Ahmad Yani No. 117 Surabaya, 60237, (031) 8410298, Indonesia
Received: 23 Aug 2018; Published: 10 Oct 2018.
Open Access Copyright 2018 Indonesia Journal of Halal

Citation Format:
Article Info
Section: Research Articles
Language: EN
Full Text:
Statistics: 180 555
Abstract

Abstrak

 

Softgellcandy adalah permen bertekstur lunak yang diproses dengan penambahan komponen hidrokoloid seperti agar, gum, pektin, pati, kaegenan, gelatin dan lain-lain yang digunakan untuk modifikasi tekstur sehingga menghasilkan produk yang kenyal. Sayangnya distribusi Softgellcandy di pasaran seringkali terlepas dari pengawasan lembaga berwenang. Banyak ditemukan bermacam merk Softgellcandy yang tidak berBPOM maupun tidak berlabel Halal. Gelatin menjadi titik kritis kehalalan Softgellcandy. Penelitian ini menguji 15 sampel Softgellcandy tak berlabel halal yang dijual bebas di Surabaya dengan primer pengkode fragmen DNA cytochrome b Babi. Metode yang digunakan adalah konvensional PCR pada suhu 98oC-2 menit; 95oC-30 detik; 61oC-30 detik; 72oC-40 detik; dan 72oC-3 menit, selama 30 siklus. Visualisasi hasil PCR menggunakan elektroforesis 2% gel agarosa menunjukkan dari 15 sampel, 8 sampel terindikasi kontaminan DNA babi ditandai dengan pita DNA sebesar ±149bp. Pemerintah perlu melakukan monitoring lebih ketat terkait peredaran produk makanan tak berlabel halal yang dijual bebas di pasaran, mengingat Halal menjadi issue yang sangat sensitif di negara dengan mayoritas penduduk muslim terbesar di dunia ini. Karena halal adalah suatu keharusan.

 

Keywords: Softgellcandy, cyt b Babi, PCR

Article Metrics:

  1. Alaridh, I.A., (2008), Improved DNA Extraction Method for Porcine Contaminants, Detection in Imported Meat to The Saudi Market, Saudi Journal of Biological Sciences, Vol.15 No.(2), pp: 225-229.
  2. BSN, Badan Standardisasi Nasional, (2008), SNI (Standar Nasional Indonesia), Jakarta.
  3. Cai, H., Gu, X., Scnalan, M.S, Ramatlapeng, D.H, & Lively., C.R., (2012), Real Time PCR Assays for Detection and Quantitation of Porchine and Bovine DNA in Gelatin Mixtures in Gelatin Capsule, Journal of food compotition an analysis, Vol. 25, pp: 83-87.
  4. Dooley, J.J., Kelly,E.P., Stephen, D.G., Helen, M.B., (2004), Detection of meat species using TaqMan real-time PCR assays. Meat Science, Vol. 68, pp: 431-438.
  5. Erwanto, Y., Abidin, M.Z., Muslim, E.Y., Sugiyono, & Rohman, A., (2014), Identification of Pork Contamination in Meatballs of Indonesia Local Market Using Polymerase Chain Reaction-Restriction Fragment Length Polymorphism (PCR-RFLP) Analysis, Asian Australas. J. Anim. Sci., Vol.. 27 No.10, pp: 1487-1492.
  6. Hui, Y.H., (2011), Handbook of Food Science Technology and Engineerimg, 3th Volume, Crc Pr I Llc, China.
  7. Karim, A.A., & Bhat, R., (2009), Fish Gelatin: Properties, Challenges, and Prospects as an Alternative to Mammalian Gelatins, Food Hydrocolloid, Vol. 23, pp: 563-576.
  8. Murugaiah, C., Noor, Z.M., Mastakim, M., Bilung, L.M., Selamat, J., Radu, S., (2009), Meat Species Identification and Halal Authentication Analysis using Mitochondrial DNA, Meat Science, Vol. 83, pp: 57–61.
  9. Primasari, A., (2011). Sensitivitas Gen Sitokrom b (cyt b) sebagai Marka Spesifik pada Genus Rattus dan Mus untuk Menjamin Keamanan Pangan Produk Asal Daging, Tesis, Prodi Ilmu Produksi dan Teknologi Peternakan IPB, Bogor.
  10. Rachmawati, Y., (2014), Karakter Fenotip dan Molekular Melon (Cucumis melo L. ”Tacapa”) pada Media Tanam Tanah Karst, Tesis Universitas Gadjah Mada Yogyakarta.
  11. Rahmawati, A., Bambang, K., & Yuni. A.P., (2011), Deteksi Gelatin Babi pada Sampel Permen Lunak Jelly Menggunakan Metode Fourier Transform InfraRed (FTIR) dan Kemometrik, Jurnal Molekuler dan Kesehatan, Vol. 3(2), pp: 278-295.
  12. Sambrook, J., & Russel, D.W., (2001), Molecular Cloning, A Laboratory Manual 3rd Edition, Cold Spring Harbor Laboratory Press, New York.
  13. Syamsyuri, A.W., (2013), Studi Antibodi Poliklonal Anti-Gelatin Babi Dengan Dot Blot dan Potensinya Sebagai Perangkat Deteksi Gelatin Babi, Jurnal Pangan dan Molekular, Vol. 1(1), pp: 36-45.
  14. Tanabe, S., Miyauchi, E., Muneshige, A., Mio, K., Sato, C., & Sato, M., (2007), PCR Method of Detecting Pork in Foods for Verifying Allergen Labeling and for Identifying Hidden Pork Ingredients in Processed Foods. Biosci. Biotechnol. Biochem., Vol.71 No.7, pp: 1663-1667.
  15. Tanabe, S., Hase, M., Yano, T., Sato, M., Fujimura, T., & Akiyama, H., (2007), A Real-Time Quantitative PCR detection Method for Pork, Chicken, Beef, Mutton, and Horseflesh in Foods, Biosci. Biotechnol. Biochem., Vol.71 No.12, pp: 3131-3135.
  16. Wardani, D.P., Suharyadi, E., & Abaraha, K., (2012), Kajian Awal Identifikasi Perbedaan Gelatin Sapi dan Gelatin Babi, Prosiding Pertemuan Ilmiah XXVI HFI Jateng dan DIY, pp: 153-157.
  17. Wuqi, M.C., Manuel B., Robert P.F. & Surzycky, S.M.N., (2015), A Simple Rapid Methods for Isolation of High Quality Genomic DNA from Animal Tissue, Nucleic Acid Research Journal Molecular, Vol. 23(4), pp: 335-348.