TINGKAT PENGGUNAAN BAHAN TERSERTIFIKASI HALAL BERDASARKAN USULAN BIDANG AUDIT KEPADA TIM KOMISI FATWA MUI PROVINSI BANTEN

*Wahyu Susihono -  Jurusan Teknik Industri, Fakultas Teknik, Universitas Sultan Ageng Tirtayasa
Irhamni Irhamni -  LPPOM MUI Provinsi Banten, Indonesia
Rodani Rodani -  LPPOM MUI Provinsi Banten, Indonesia
Arifina Febriasari -  LPPOM MUI Provinsi Banten, Indonesia
Samsudin Samsudin -  LPPOM MUI Provinsi Banten, Indonesia
Anis Uswatun Khasanah -  LPPOM MUI Provinsi Banten, Indonesia
Indah Langitasari -  LPPOM MUI Provinsi Banten, Indonesia
Imas Eva Wijayanti -  LPPOM MUI Provinsi Banten, Indonesia
Muhammad Nurtanto -  LPPOM MUI Provinsi Banten, Indonesia
Tanty Yuanita -  LPPOM MUI Provinsi Banten, Indonesia
Nurhayati Nurhayati -  LPPOM MUI Provinsi Banten, Indonesia
Received: 23 Aug 2018; Published: 10 Oct 2018.
Open Access Copyright 2018 Indonesia Journal of Halal

Citation Format:
Article Info
Section: Research Articles
Language: EN
Full Text:
Statistics: 136 183
Abstract

Abstrak

 

Produk yang sudah tersertifikasi halal dapat beredar di berbagai wilayah di Indonesia. Saat ini, proses pengajuan sertifikasi halal, dilayani di LPPOM MUI. Bahan baku yang digunakan oleh produsen menjadi bagian dari keharusan untuk didaftarkan dalam borang matrix bahan baku tanpa terkecuali. Bidang audit mengusulkan kepada komisi fatwa berupa sekumpulan hasil borang audit yang telah lolos dalam rapat post audit. Tujuan penelitian ini adalah melihat tingkat penggunaan bahan tersertifikasi halal dan asal produk dari perusahaan yang mengajukan sertifikasi halal di Banten selama tahun 2017. Penelitian ini menggunakan metode studi pustaka terhadap bahan dari tiap produsen yang diusulkan oleh bidang audit LPPOM MUI Banten kepada komisi Fatwa MUI di tahun 2017. Hasil penelitian menunjukkan bahwa  asal sertifikasi halal  yang digunakan oleh sebagian besar produsen di Provinsi Banten secara berturut-turut berasal dari LPPOM Pusat 75,78%; LPPOM Banten 7,08%; LPPOM Jawa Barat 5,21%; LPPOM Jawa Timur 4,70%; LPPOM DKI 2,22%. Produsen di Banten, sebagian besar menggunakan kelompok Roti dan Kue (bakery) 37,97%; kelompok makanan ringan (snack) 17,62%; kelompok daging dan produk daging olahan 11,56%; kelompok restorant 8,92% dan kelompok katering 6,57%. Semakin tinggi rangking kelompok produk yang digunakan oleh produsen, maka semakin tinggi frekuensi produk ditemukan oleh auditor LPPOM MUI Banten.

.

 

Kata kunci: sertifikasi halal, bisang audit, komisi fatwa, LPPOM, MUI

Article Metrics:

  1. Ahmad, M. Sutarno, Y., (2004). Hukum Perlindungan Konsumen. PT. Raja Grafindo Persada. Jakarta
  2. Angipora., (2007). Dasar–Dasar Pemasaran. Edisi Kedua. Cetakan Kedua. PT. Raja Grafindo Persada. Jakarta.
  3. Apriyanto., A. (2013). LPPOM MUI Harus diperkuat. Jurnal Halal. No 99 th XVI. Jakarta; LPPOM MUI
  4. Apriyantono, A. Hermanianto, J. Nurwahid., 2003. Pedoman Produksi Halal. Departemen Agama Republik Indonesia.
  5. Bungin, Burhan. 2007. Penelitian Kualitatif Edisi Kedua. Kencana Prenada Media Group. Jakarta
  6. David, O dan John. L., (1997). Text Book on Consumer Law. London: Blackstone Press Limited
  7. Departemen Agama., (2003). Petunjuk Teknis Pedoman Sistem Produksi Halal; Dirjen Bimas Islam dan Penyelenggaraan Haji
  8. Ghazali, (2002)., Benang Tipis Antara Halal Dan Haram. Putra Pelajar. Surabaya
  9. Lada, S. Harvey. G. Amin., (2009). Predicting Intention to Choose Halal Products Using Theory of Reasoned Action. International Journal of Islamic and Middle Eastern Finance and Management. 2 (1): p66 – 67
  10. LP POM MUI. (2009). Jurnal Halal: Menentramkan Ummat. No. 78 Th. XII
  11. LP POM MUI. (2011). Jurnal Halal: Menentramkan Umat. No. 88 Th. XIV
  12. Rahim, N.F. Shafii, Z, Syahidawati., 2013. Awareness and Perception of Muslim Consumers on NonFood Halal Product. Journal of Social and Development Sciences. 4(10): 478-487.
  13. Raymond, O’Rourke., (2000). Food labelling is one of the main areas of food law and the food label plays an important role in communicating vital information to the consumer about different food product ; Food Safety and Product Liability. Bembridge: Palladian Law Publishing,
  14. Rezai, G. Zainalabidin, M. Mad, N.S., (2012). Non-Muslim Consumers’ Understanding of Halal Principles in Malaysia. Journal of Islamic Marketing. 3(1): p35-46.
  15. Soesilowati, E. S., (2010). Business Opportunity for Halal Products in Global Market: Moslem Consumer Behavior and Halal Food Consumption. Journal of Indonesian Social Science and Humanities. 3: 151-160