Mengintegrasikan HAM dalam Kebijakan dan Praktik Pengelolaan Sumber Daya Alam (Kasus Pengelolaan Hutan Tumpang Pitu Banyuwangi

*Pebri Tuwanto -  Fakultas Hukum, Universitas Diponegoro, Indonesia
Aditama Setya Prakoso -  Fakultas Hukum, Universitas Diponegoro, Indonesia
Published: 1 Oct 2016.
Open Access
Citation Format:
Article Info
Section: Articles
Language: ID
DOI: 10.3592/2
Full Text:
Statistics: 109 265

Abstract

Mengintegrasikan HAM dalam pengelolaan SDA adalah sebuah tanggung jawab dan kewajiban bagi negara sebagai pemangku kebijakan serta korporasi yang menjalankan praktik di lapangan. Kondisi ini jelas akan melibatkan suatu proses yang kompleks karena ada kemungkinan mengubah dan memberi pengaruh terhadap kegiatan korporasi yang sudah mapan atau aktivitas sosial lainnya, yang mencakup sejumlah komponen kelompok korporasi, otoritas lokal, atau individuindividu berpegaruh lainnya. Hal ini bisa dlihat dari alih fungsi Hutan Lindung Tumpang Pitu. Hasil penelitian dari penulis menyatakan bahwa alihfungsi Hutan Lindung Tumpang Pitu menjadi hutan produksi untuk kemudian menjadi areal open pit minning (penambangan terbuka) akan terus menuai masalah. Tak hanya masalah lingkungan, tambang ini juga melahirkan dampak sosial berupa resistensi warga terhadap penambangan yang dilakukan. Dilihat dari aspek HAM, resistensi ini terjadi karena ancaman tidak terintegrasinya HAM ketika penambangan emas Tumpang Pitu berjalan.

Kata kunci: Alih Fungsi Hutan, HAM, Negara, Korporasi

Article Metrics:

  1. Rahayu, Hukum Hak Asasi Manusia, (Semarang: Badan Penerbit Undip, 2012)
  2. Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2009 tentang Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup
  3. ILO Convention No. 169/ 1989 Stockholm Declaration International Convenant on Civil and Political Rights International Convenant on Economic Social Cultural Rights
  4. Taufiq H Simatupang, Lex Jurnalica Vol. 6 No.3, Agustus 2009, Aspek Hukum Kesehatan Berwawasan Lingkungan Hidup di Dalam maupun di Luar Pabrik
  5. Mimin Dwi Hartono, Komisi Yudisial: Jurnal HAM Vol. 8 Tahun 2012, Pendekatan Berbasis HAM dalam Penanganan Bencana: kasus erupsi gunung Merapi
  6. Stanley Adi Prasetyo, Komisi Yudisial: Jurnal HAM Vol. 8 Tahun 2012, Pemberian Jaminan Sosial dalam Hak Asasi Manusia
  7. Tandiono Bawor Purbaya, Jurnal Keadilan Sosial Edisi 4,Celah Mengembalikan Kedaulatan Rakyat atas Kekayaan Alam Melalui Putusan MK No. 55/PUU-VII/2010 tentang Uji Materi UU Perkebunan dan Strategi Nasional Akses terhadap Keadilan
  8. Rosdi Bahtiar Martadi, Tabloid National Geographic Khatulistiwa Indonesia No. 0001 Tahun 2016
  9. Angga Sukma Wijaya, 31 Juli 2013, hƩps://m.tempo.co/read/news/2013/07/31/092501380/bpk-sebut-sektorenergi-indonesia-dikuasai-asing, diakses pada 12 September 2016 pukul 22.18
  10. Konsorsium Pembaruan Agraria, hƩp://www.kpa.or.id/news/blog/ini-daŌar-gunung-yang-diekploitasiperusahaan-tambang-asing/, diakses pada 12 September 2016 pukul 22.24
  11. OHCHR, Guiding Principles on Bussines and Human Rights
  12. Walhi JaƟm, 7 September 2016, hƩp://walhijaƟm.or.id/2016/09/banyuwangi-riwayatmu-kini/, diakses pada
  13. September 2016 pukul 22.40
  14. Ira RachmawaƟ, 20 Agustus 2016,
  15. hƩp://regional.kompas.com/read/2016/08/20/12135481/pulau.merah.banjir.lumpur.perusahaan.tambang.emas.dimin
  16. ta.segera.penuhi.amdal, diakses pada 12 September pukul 22.56
  17. Zumrotun Solichah, 23 Agustus 2016, hƩp://www.antarajaƟm.com/lihat/berita/182862/save-pulau-merah,
  18. diakses pada 12 September 2016 pukul 23.15
  19. Petrus Riski, 27 November 2015, hƩp://www.mongabay.co.id/2015/11/27/konflik-tambang-emas-tumpang-pitusemua-izin-pertambangan-di-jawa-Ɵmur-harus-dievaluasi/, diakses pada 12 September 2016 pukul 23.45
  20. Ira RachmawaƟ, 22 Agustus 2016,
  21. hƩp://regional.kompas.com/read/2016/08/22/20001581/presiden.jokowi.diminta.tutup.tambang.emas.di.gunung.tum
  22. pang.pitu, diakses pada 12 September 23.55
  23. Nurul Arifin, 26 November 2016, news.okezone.com/read/2015/11/26/519/1256087/rusuh-digunung-tumpang-pitu-empat-warga-ditembak, diakses pada 11 September 2016 pukul 10.30