skip to main content

Analisis Emisi Primer Gas CO2 Rumah Tangga di Kelurahan Muara Rapak, Kecamatan Balikpapan Utara, Kota Balikpapan Tahun 2020

Institut Teknologi Kalimantan, Indonesia


Citation Format:
Abstract

Pertambahan jumlah rumah tanggadan jumlah penduduk di Kelurahan Muara Rapak, Kecamatan Balikpapan Utara, Kota Balikpapan selaras dengan peningkatan kebutuhan pokok rumah tangga, salah satunya kebutuhan pangan. Peningkatan kebutuhantersebut, menyebabkan tingginya penggunaan gasLPG(Liquid Petroleum Gas) untuk memasak danpenggunaan BBM (Bahan Bakar Minyak) transportasi untuk berbelanja, sekolah, maupun bekerja. Akibat meningkatnya penggunaan LPG dan BBM Transportasirumah tangga, memicu tingginya produksi emisi primer gas CO2. Tingginya produksi emisi gas CO2 sayangnya berbanding terbalik dengan ketersediaan ruang terbuka hijau (RTH), dimana luas RTH hanya 21% dari total luasKelurahan Muara Rapak. Pelepasan emisi primer gas CO2 yang dihasilkan dari aktivitas rumah tangga dalam jumlah besar tanpa adanya penyerapan emisi gas CO2 dari RTH, tentu akan berdampak pada percepatan pemanasan global di Kota Balikpapan, khususnya Kelurahan Muara Rapak. Hal ituterbukti dimana terjadi peningkatan suhu Kota Balikpapan dari tahun 2011 hingga tahun 2018 sebesar 4,5OC (BPS, 2018). Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui seberapa besar emisi CO2 yang dihasilkan dari aktivitas rumah tangga di wilayah tersebut sehingga dari analisis tersebut dapat dijadikan referensi dalam penyediaan RTH di Kelurahan Muara Rapak, Kecamatan Balikpapan Utara, Kota Balikpapan. Analisis ini mengacu pada metode kuantitatif IPCC menurut The2006 IPCC Guidelines for National Greenhouse Gas Inventories.Hasil analisis menunjukan jumlah emisi primer CO2 yang berasal dari transportasirumah tangga di Kelurahan Muara Rapak sebesar 5.401,79 ton CO2/tahun dan jumlah emisi primer CO2 yang berasal dari penggunaan LPG rumah tangga di Kelurahan Muara Rapak sebesar 580,85 ton CO2/tahun, sehingga total keseluruhan emisi primer CO2 rumah tangga di Kelurahan Muara Rapak mencapai 5.982,65 ton CO2/tahun.

Fulltext View|Download
Keywords: CO2 ; Emisi Primer ; LPG ; Rumah Tangga ; Transportasi.
Funding: -

Article Metrics:

  1. Badan Perencanaan Pembangunan Daerah Kota Balikpapan. 2016. Shapefile Kota Balikpapan. Balikpapan
  2. Badan Pusat Statistika. 2019. Kota Balikpapan dalam Angka 2019. Agustus. Badan Pusat Statistika Kota Balikpapan. Balikpapan
  3. Badan Pusat Statistika. 2018. Kota Balikpapan dalam Angka 2018. Agustus. Badan Pusat Statistika Kota Balikpapan. Balikpapan
  4. Catatan Sipil Kota Balikpapan. 2019. Jumlah Penduduk WNI Berdasarkan Jenis Kelamin Posisi s/d 30 Juni 2019 Kota Balikpapan. Retrieved from http://capil.balikpapan.go.id/pdf/penduduk2019.pdf. Diakses pada tanggal 15 Juli 2020 (20.00)
  5. Gratimah, RD. Guti. 2009. Analisis Kebutuhan Hutan Kota sebagai Penyerap Gas CO2 Antropogenik di Pusat Kota Medan. Universitas Sumatera Utara. Medan
  6. Hastuti dan Sulistyatso. 2012. “Penyediaan Ruang Terbuka Hijau Berdasarkan Nilai Emisi CO2 di Kawasan Industri Surabaya”. Institut Teknologi Sepuluh Nopember. Surabaya
  7. IEA. (2014). CO2 Emissions from Fuel Combustion Highlights 2014 Edition. International Energy Agency. Paris
  8. IPCC. (2006). The 2006 IPCC Guidelines for National Greenhouse Gas Inventories – Workbook (Volume 2 Energy). Retrieved from https://www.ipcc-nggip.iges.or.jp/support/Primer_2006GLs.pdf. Diakses pada tanggal 1 Januari 2020 (10.00)
  9. IPCC. (2019). 2019 Refinement to the 2006 IPCC Guidelines for National Greenhouse Gas Inventories – Workbook (Volume 2 Energy). Retrieved from https://www.ipcc-nggip.iges.or.jp/public/2019rf/vol2.html. Diakses pada tanggal 7 Januari 2020 (20.05)
  10. Karyadi, Hadinata. 2005. Pengukuran Daya Serap Karbondioksida Lima Jenis Tanaman Hutan Kota. Institut Pertanian Bogor. Bogor
  11. Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral RI. (2016). Data Inventory Emisi GRK Sektor Energi. Cetakan I. Pusat Data dan Teknologi Informasi Energi dan Sumber Daya Mineral. Jakarta
  12. Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral RI. (2018). Data Inventory Emisi GRK Sektor Energi. Cetakan I. Pusat Data dan Teknologi Informasi Energi dan Sumber Daya Mineral. Jakarta
  13. Peraturan Daerah Kota Balikpapan Nomor 3 Tahun 2016. (2016). Bangunan Gedung. Tambahan Lembaran Daerah Kota Balikpapan Nomor 27. Balikpapan
  14. Peraturan Daerah Kota Balikpapan Nomor 12 Tahun 2012. (2012). Rencana Tata Ruang Wilayah Kota Balikpapan Tahun 2012-2032. Tambahan Lembaran Daerah Kota Balikpapan Nomor 20. Balikpapan
  15. Rambaradellangga, et al. 2018. Analisis Kemampuan RTH dalam Mereduksi CO2 dan Suhu Udara serta Pengaruhnya terhadap Tingkat Kenyamanan Kampus Universitas Brawijaya. Universitas Brawijaya. Malang
  16. Rivai, et al. 2016. Pendugaan Emisi CO2 dan Kebutuhan O2 serta Daya Serap CO2 dan Penghasil O2 pada Taman Kota dan Jalur Hijau di Kota Medan. Universitas Sumatera Utara. Medan
  17. Roshintha dan Mangkoedihardjo. 2016. Analisis Kecukupan Ruang Terbuka Hijau sebagai Penyerap Emisi Gas Karbon Dioksida (CO2) pada Kawasan Kampus ITS Sukolilo Surabaya. Institut Teknologi Sepuluh Nopember. Surabaya
  18. Sa’iedah, Anisatus. 2018. Korelasi Antara Ruang Terbuka Hijau dengan Konsetrasi Karbon Dioksida (CO2) dan Oksigen (O2) di Kampus UIN Sunan Ampel. Univeristas Islam Negeri Sunan Ampel. Surabaya
  19. Suryaningsih, et al. 2015. Analisis Spasial Defisiensi Ruang Terbuka Hijau (RTH) di Kota Mojokerto. Universitas Brawijaya. Malang
  20. Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 26 Tahun 2007. (2007). Penataan Ruang. Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2007 Nomor 4725. Jakarta

Last update:

No citation recorded.

Last update:

No citation recorded.