skip to main content

Penyelesaian Sengketa Pelanggaran Adat di Wilayah Kunto Darussalam Rokan Hulu

*Mukhlis R  -  Universitas Riau, Indonesia
Gusliana HB  -  Universitas Riau, Indonesia
Syaifullah A.Yophi  -  Universitas Riau, Indonesia
Open Access Copyright (c) 2022 Law, Development and Justice Review under http://creativecommons.org/licenses/by-nc-nd/4.0.

Citation Format:
Abstract

Abstract

Good law is law that is in accordance with the law that lives in society, which of course is also appropriate or is a reflection of the values that apply in society. The dimension of local wisdom of customary law which is based on cosmic, magical and religious thoughts is correlated with the sociological aspect of the perspective and culture of the Indonesian people. One of the indigenous peoples in Riau is the Kunto Darussalam traditional community in Rokan Hulum Regency. Settlement of ulayat land disputes is still used in marital dispute resolution, in consideration of adat law of tribal mamak, juvenile settlement, and settlement of ulayat land disputes.

 

Keywords: Settlement, Customary Dispute, Kunto Darussalam.

 

Abstrak

Hukum yang baik adalah hukum yang sesuai dengan hukum yang hidup (the living law) dalam masyarakat, yang tentu sesuai pula atau merupakan pencerminan dari nilai-nilai yang berlaku dalam masyarakat. Dimensi kearifan lokal hukum adat yang berlandaskan alam pikiran kosmis, magis dan religius ini berkorelasi dengan aspek sosiologis dari cara pandang dan budaya masyarakat Indonesia.Salah satu masyarakat adat di Riau yang masis eksis adalah masyarkat adat kunto Darussalam di Kabupaten rokan Hulum. Hukum adat yang masih digunakan dalam penyelesaian sengketa dalam perkawinan, dalam pengangkatan datuk/ninik mamak suku, penyelesian kenakalan remaja, dan penyelesian sengketa tanah ulayat.

 

Kata Kunci: Penyelesaian, Sengketa Adat, Kunto Darussalam.

Fulltext View|Download
Keywords: Penyelesaian, Sengketa Adat, Kunto Darussalam.

Article Metrics:

  1. Abdulrahman, 1984, Hukum Adat menurut Perundang-undangan Republik Indonesia, Cendana Press, Jakarta
  2. A. Suriyaman Mustari Pide,2014, Hukum Adat Dahulu, Kini dan Akan Datang, Prenadamedia Group,Jakarta
  3. B.F. Sihombing, 2018, Masyarakat Hukum Adat & Hukum Waris, Penerbit Universitas Timbul Nusantara-IBEK, Jakarta
  4. Candra Irawan, 2010, Aspek Hukum Dan Mekanisme Penyelesaian Sengketa Diluar Pengadilan (Alternatife Dispute Resolution) Di Indonesia, Madar Maju, Bandung
  5. H. Ali Achmad Chomzah,2003, Hukum Pertanahan, Prestasi Pustaka, Jakarta
  6. Khundzalifah Dimyati, 2004, Teoritisasi Hukum: Studi Tentang Perkembangan Demikian Hukum di Indonesia 1945 – 1990, Universitas Muhammadiyah Surakarta
  7. Rusmadi Murad, 1991, Penyelesaian Sengketa Hukum Atas Tanah, Alumni, Mandar Maju, Bandung
  8. Lutfi Nasotion, Catatan ringkas tentang Pembedayaan Dalam Pengelolaan Dan Penggunaan Tanah, Pokok – Pokok Pikiran Dalam Sarasehan Badan Pertanahan Nasional, 24 Oktober, 2001
  9. Puspita Serangkum, 1982, Masalah Hukum Agraria, Liberty, Yogyakarta
  10. Sudjito Sastrodiharjo, 1998, Hukum adat Dan Realitas Kehidupan, dimuat dalam : Hukum Adat dan ModernisasiHukum, Fakultas Hukum –Universitas Islam Indonesia
  11. Soepomo, Kedududkan Hukum Adat di Kemudian Hari, Pustaka Rayat, Jakarta
  12. Soepomo, 1997, Sistem Hukum di Indonesia, Sebelum Perang Dunia II, Pradnjaparamita, Jakarta,cet 15
  13. Sri Hajati dkk, 2019, Buku Ajar Hukum Adat, Pramedia Group, Jakarta
  14. Sunaryati Hartono: 1998. Sumbangsih Hukum Adat bagi Perkembangan Pembantukan Hukum Nasional dalam M.Syamsudin et al Editor: Hukum Adat dan Mordernisasi Hukum, FH-UII
  15. Suteki,2014, Metode penelitian Hukum : Budaya Hukum Indonesia:Perspektif Hukum Progresif,PDIH UNDIP Semarang
  16. Van Vallenhoven, 1983, Orientasi Dalam Hukum Adat Indonesia, Jambatan, Jakarta

Last update:

No citation recorded.

Last update:

No citation recorded.