Kajian Daya Dukung Lingkungan dalam Pemanfaatan Ruang di Kawasan Bandung Utara

*Putraarta Samodro  -  Program Studi Magister Inovasi Regional, Sekolah Pascasarjana, Universitas Padjadjaran, Indonesia
Mudiyati Rahmatunnisa scopus  -  Program Studi Magister Inovasi Regional, Sekolah Pascasarjana, Universitas Padjadjaran, Indonesia
Cipta Endyana orcid scopus  -  Fakultas Teknik Geologi, Universitas Padjadjaran, Indonesia
Received: 24 Jun 2020; Published: 31 Dec 2020.
DOI: https://doi.org/10.14710/jwl.8.3.214-229 View
Copyright Transfer Agreement
Subject
Type Copyright Transfer Agreement
  Download (490KB)    Indexing metadata
Open Access Copyright (c) 2020 Jurnal Wilayah dan Lingkungan
Creative Commons License This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.

Citation Format:
Abstract
Northern Bandung Area (KBU) plays a vital role and function to surrounding areas as a groundwater catchment area. The West Java Province Spatial Plan (RTRW) stipulates KBU as the Provincial Strategic Area (KSP) for environmental protection. The spatial control governance over the KBU is currently regulated by the Governor Regulation Number 2 Year 2016 about Guidelines for Controling the Northern Bandung Area as the the West Java Province Strategic Area. The KBU development ought to take environmental carrying capacity into account concerning the completion of environmentally based spatial use programs in the KBU. This study aimed to analyze the environmental carrying capacity of land use, and to formulate program recommendation of desired spatial use in KBU. Conservation index method was used to analyze environmental carrying capacity necessary to spatial use program recommendation. The results showed that the land use coverage in 2015 decreased actual conservation function, creating an increase of critical conservation areas by 68.37% and by 69.78% in 2018. In contrast, the conservation index on the land use plan in the RTRW showed a decrease in critical conservation area to 35.90% in 2029. However, such a declining figure has not been supported by environmental programs in the land use plan implementation required to increase the good conservation class by 42.27% while it recorded by 10.78% in 2018. It can be concluded that the IKA and IKC studies showed a distribution expansion of critical lands in KBU, and the IKR analysis proved that the land use plan in the RTRW would reduce critical conservation areas.

Note: This article has supplementary file(s).

Keywords: conservation index; environment carrying capacity; north Bandung region; spatial planning

Article Metrics:

  1. Adharani, Y., & Nurzaman, R. A. (2017). Fungsi perizinan dalam pengendalian pemanfaatan ruang di Kawasan Bandung Utara dalam kerangka pembangunan berkelanjutan. Bina Hukum Lingkungan, 2(1), 1–13. doi: 10.24970/jbhl.v2n1.1
  2. Afandi, M. N. (2014). Implementasi kebijakan pembangunan di Kawasan Bandung Utara dalam perspektif pembangunan berwawasam lingkungan. Jurnal Ilmu Administrasi, 11(2), 225–244
  3. Da Costa, A., Mononimbar, W., & Takumansang, E. D. (2019). Analisis kesesuaian lahan permukiman Kabupaten Sorong. Jurnal Perencanaan Wilayah dan Kota, 6(3), 692–702
  4. Duwila, R., Tarore, R. C., & Takumansang, E. D. (2019). Analisis kemampuan lahan di Pulau Sulawesi Kabupaten Kepulauan Sula. Spasial: Perencanaan Wilayah dan Kota, 6(3), 703–713
  5. Fadjarajani, S. (2008). Dinamika masyarakat dan konversi lahan pertanian serta pengaruhnya terhadap pengetahuan tentang lingkungan di Kawasan Bandung Utara. Majalah Geografi Indonesia, 22(2), 102–123. doi: 10.22146/mgi.13319
  6. Geoportal BIG. (2011). Peta DEM nasional. Retrieved from http://tides.big.go.id/DEMNAS/
  7. Geoportal BIG. (2015). Peta rupa bumi Indonesia. Retrieved from https://tanahair.indonesia.go.id/portal-web/
  8. Geoportal BMKG. (2015). Curah hujan tahunan (rata-rata dari 2006-2015). Retrieved from http://gis.bmkg.go.id/arcgis/rest/services/KSP/peta_KSP/MapServer/3
  9. Geoportal Lapan. (2018). Citra satelit resolusi tinggi (CSRT) Spot 5. Retrieved from https://inderaja-catalog.lapan.go.id/DD4/
  10. Hernawan, E., Kartodiharjo, H., Darusman, D., & Soedomo, S. (2009). Insentif ekonomi dalam penggunaan lahan (land use) Kawasan Lindung di Kawasan Bandung Utara (incentive of economy for land use in the North Bandung Area). Jurnal Manajemen Hutan Tropika, 15(2), 45–53. doi: 10.7226/jmht.15.2
  11. Lestiana, H., Maria, R., Mulyono, A., Mulyadi, D., Sukristiyanti, S., & Fakhrurrozi, A. (2011). Kajian kondisi lahan berdasarkan indeks konservasi di wilayah pengembangan Jalancagak Kabupaten Subang. Prosiding Pemaparan Hasil Penelitian Puslit Geoteknologi - LIPI, 111–120
  12. Lestiana, H., Mulyono, A., Maria, R., & Mulyadi, D. (2019). Kesesuaian lahan berdasarkan indeks konservasi secara spasial di DAS Ciasem Hulu, Subang. LIMNOTEK Perairan Darat Tropis di Indonesia, 26(2), 119–129. doi: 10.14203/limnotek.v26i2.213
  13. Litbang Pertanian. (2017). Lembar: Jawa Barat skala 1 : 50.000 tahun 2017. Retrieved from http://sisultan.litbang.pertanian.go.id
  14. Maria, R., & Lestiana, H. (2014). Pengaruh penggunaan lahan terhadap fungsi konservasi air tanah di Sub Das Cikapundung. Jurnal RISET Geologi dan Pertambangan, 24(2), 77–89. doi: 10.14203/risetgeotam2014.v24.85
  15. Marselina, M., Jatikusuma, I., & Sabar, A. (2020). The conservation index as a control instrument of space utilisation in the Upper Cikapundung Watershed of Indonesia. International Journal of Hydrology Science and Technology, 10(2), 148–166. doi: 10.1504/IJHST.2020.106508
  16. Masri, R. M., & Purwaamijaya, I. M. (2011). Analisis dampak lingkungan untuk pembangunan perumahan di Kawasan Bandung Utara berbasis model sistem dinamis. Jurnal Permukiman, 6(3), 147–153. doi: 10.31815/jp.2011.6.147-153
  17. Muttaqin, T. (2014). Evaluasi kekritisan lahan di Kawasan Lindung Kecamatan Pujon Kabupaten Malang Jawa Timur dengan teknologi sistem informasi geografis. Jurnal Gamma, 10(1), 135–142
  18. Nurrachman, M. H. Z., Sumardi, I., & Lastini, T. (2018). Land cover and groundwater recharge changes study using conservation index in the Highland Ciburial Village, Bandung Regency. IOP Conference Series: Earth and Environmental Science, 166, 1–6. doi: 10.1088/1755-1315/166/1/012036
  19. Nurrochman, E., Joy, B., & Asdak, C. (2018). Kajian sistem hidrologi akibat perubahan tataguna lahan di Kawasan Bandung Utara (studi kasus Kabupaten Bandung Barat). Envirosan, 1(1), 25–30
  20. Pemerintah Daerah Provinsi Jawa Barat. (2010). Peraturan Daerah Provinsi Jawa Barat No. 22 Tahun 2010 tentang rencana tata ruang wilayah Provinsi Jawa Barat 2009-2029
  21. Pemerintah Daerah Provinsi Jawa Barat. (2016). Peraturan Daerah Provinsi Jawa Barat No. 2 Tahun 2016 tentang pedoman pengendalian Kawasan Bandung Utara sebagai Kawasan Strategis Provinsi Jawa Barat
  22. Pemerintah Republik Indonesia. (2007). Undang-Undang No. 26 Tahun 2007 tentang penataan ruang
  23. Pemerintah Republik Indonesia. (2018). Peraturan Presiden No. 45 Tahun 2018 tentang rencana tata ruang Kawasan Perkotaan Cekungan Bandung
  24. Putri, N. P., & Purwadio, H. (2013). Arahan pengendalian alih fungsi daerah resapan air menjadi lahan terbangun di Kecamatan Lembang, Bandung. Jurnal Teknik Pomits, 2(1), 1–6
  25. Rismana, G. A., & Firmansyah, F. (2011). Evaluasi pemanfaatan ruang berdasarkan indeks konservasi di Sub DAS Cikapundung Hulu Provinsi Jawa Barat. Jurnal Lingkungan dan Bencana Geologi, 2(1), 49–66. doi: 10.34126/jlbg.v2i1.16
  26. Sagita, N. I. (2016). Strategi gerakan kelompok kepentingan dalam pengawasan pengendalian pemanfaatan ruang Kawasan Bandung Utara. Jurnal Wacana Politik, 1(2), 96–106. doi: 10.24198/jwp.v1i2.11051
  27. Silitonga, P. (1973). Peta Geologi Lembar Bandung, Jawa, Skala 1:100.000
  28. Sugiyono. (2017). Metoda penelitian kuantitatif, kualitatif, dan r&d. Bandung: PT. Alfabeta
  29. Sutrisna, N., Sitorus, S. R., & Subagyono, K. (2010). Tingkat kerusakan tanah di Hulu Sub DAS Cikapundung Kawasan Bandung Utara. Jurnal Tanah dan Iklim, 32, 71–82
  30. Tigana, P., & Sabar, A. (2019). Drainase wawasan lingkungan di Kawasan Konservasi Air Bopuncur. Jurnal Teknik Lingkungan, 25(1), 57–72
  31. Wibowo, M. (2005). Kajian atas hasil-hasil penelitian kawasan konservasi daerah resapan air di Cekungan Bandung. Jurnal Teknologi Lingkungan, 6(3), 463–468

Last update: 2021-04-17 17:51:33

No citation recorded.

Last update: 2021-04-17 17:51:34

No citation recorded.