BibTex Citation Data :
@article{JPII33992, author = {Arif Rahman}, title = {Analisis Penurunan Susut Energi Non-Teknis dan Peningkatan Akurasi Pengukuran Energi melalui Program Peremajaan kWh Meter 1 Fasa pada Pelanggan Tegangan Rendah di PLN ULP Samawarea UP3 Sumbawa}, journal = {Jurnal Profesi Insinyur Indonesia}, volume = {4}, number = {3}, year = {2026}, keywords = {}, abstract = { Abstrak Program peremajaan kWh meter merupakan salah satu upaya PT PLN (Persero) dalam meningkatkan akurasi pengukuran energi listrik dan menurunkan susut energi non-teknis. Permasalahan yang dihadapi adalah masih ditemukannya kWh meter dengan usia operasi yang telah lama sehingga berpotensi mengalami penurunan akurasi pengukuran, menyebabkan energi listrik tidak tercatat secara optimal, serta meningkatkan susut energi non-teknis. Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh program peremajaan kWh meter 1 fasa terhadap penurunan susut energi non-teknis dan peningkatan akurasi pengukuran energi listrik di PLN ULP Samawa Rea UP3 Sumbawa. Penelitian menggunakan metode kuantitatif dengan pendekatan studi kasus. Populasi penelitian terdiri dari 374 pelanggan hasil peremajaan kWh meter bulan Januari 2026. Sampel ditentukan menggunakan metode Slovin dengan tingkat kesalahan 10% sehingga diperoleh 79 pelanggan yang terdiri dari 25 pelanggan pascabayar dan 54 pelanggan prabayar. Analisis pelanggan pascabayar dilakukan dengan membandingkan konsumsi energi sebelum dan sesudah peremajaan meter, sedangkan analisis pelanggan prabayar dilakukan menggunakan parameter tegangan, arus, faktor daya, daya sesaat, daya aktual, dan deviasi error pengukuran. Hasil penelitian menunjukkan peningkatan energi tercatat bersih sebesar 214,1 kWh per bulan pada pelanggan pascabayar atau rata-rata 8,56 kWh per pelanggan per bulan. Estimasi peningkatan energi tercatat mencapai 1.027,2 kWh per bulan atau 12.326,4 kWh per tahun. Pada pelanggan prabayar ditemukan variasi deviasi pengukuran pada meter lama, sedangkan meter baru memenuhi standar akurasi ±1%. Tantangan utama penelitian adalah perbedaan karakteristik data pelanggan pascabayar dan prabayar serta keterbatasan data historis pengukuran. Solusi yang diterapkan adalah penggunaan pendekatan analisis yang berbeda sesuai karakteristik data masing-masing pelanggan sehingga hasil evaluasi dapat dilakukan secara lebih akurat dan representatif. Penelitian ini menyimpulkan bahwa program peremajaan kWh meter 1 fasa berkontribusi terhadap penurunan susut energi non-teknis, peningkatan akurasi pengukuran energi listrik, peningkatan energi tercatat, serta mendukung peningkatan kualitas data pengukuran pelanggan. Kata kunci : susut energi non-teknis, akurasi pengukuran, peremajaan kWh meter, energi tercatat. }, issn = {2985-8100}, doi = {10.14710/jpii.2026.33992}, url = {https://ejournal2.undip.ac.id/index.php/jpii/article/view/33992} }
Refworks Citation Data :
AbstrakProgram peremajaan kWh meter merupakan salah satu upaya PT PLN (Persero) dalam meningkatkanakurasi pengukuran energi listrik dan menurunkan susut energi non-teknis. Permasalahan yangdihadapi adalah masih ditemukannya kWh meter dengan usia operasi yang telah lama sehinggaberpotensi mengalami penurunan akurasi pengukuran, menyebabkan energi listrik tidak tercatat secaraoptimal, serta meningkatkan susut energi non-teknis. Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruhprogram peremajaan kWh meter 1 fasa terhadap penurunan susut energi non-teknis dan peningkatanakurasi pengukuran energi listrik di PLN ULP Samawa Rea UP3 Sumbawa.
Penelitian menggunakan metode kuantitatif dengan pendekatan studi kasus. Populasi penelitian terdiridari 374 pelanggan hasil peremajaan kWh meter bulan Januari 2026. Sampel ditentukan menggunakanmetode Slovin dengan tingkat kesalahan 10% sehingga diperoleh 79 pelanggan yang terdiri dari 25pelanggan pascabayar dan 54 pelanggan prabayar. Analisis pelanggan pascabayar dilakukan denganmembandingkan konsumsi energi sebelum dan sesudah peremajaan meter, sedangkan analisispelanggan prabayar dilakukan menggunakan parameter tegangan, arus, faktor daya, daya sesaat, dayaaktual, dan deviasi error pengukuran.
Hasil penelitian menunjukkan peningkatan energi tercatat bersih sebesar 214,1 kWh per bulan padapelanggan pascabayar atau rata-rata 8,56 kWh per pelanggan per bulan. Estimasi peningkatan energitercatat mencapai 1.027,2 kWh per bulan atau 12.326,4 kWh per tahun. Pada pelanggan prabayarditemukan variasi deviasi pengukuran pada meter lama, sedangkan meter baru memenuhi standarakurasi ±1%. Tantangan utama penelitian adalah perbedaan karakteristik data pelanggan pascabayardan prabayar serta keterbatasan data historis pengukuran. Solusi yang diterapkan adalah penggunaanpendekatan analisis yang berbeda sesuai karakteristik data masing-masing pelanggan sehingga hasilevaluasi dapat dilakukan secara lebih akurat dan representatif.
Penelitian ini menyimpulkan bahwa program peremajaan kWh meter 1 fasa berkontribusi terhadappenurunan susut energi non-teknis, peningkatan akurasi pengukuran energi listrik, peningkatan energitercatat, serta mendukung peningkatan kualitas data pengukuran pelanggan.
Kata kunci: susut energi non-teknis, akurasi pengukuran, peremajaan kWh meter, energi tercatat.
Article Metrics:
Last update:
Alamat Kontak:
Program Studi Program Profesi Insinyur Fakultas Teknik Universitas Diponegoro
Gedung Dekanat Baru Lt 3. Prof. Sudarto SH Tembalang Semarang 50275
www.psppi.ft.undip.ac.id