skip to main content

Kajian Optimalisasi Pengelolaan Daerah Irigasi Manganti melalui Pembentukan Unit Pengelola Irigasi (UPI) Manganti

*R. Wulan Dewi Kusumawati  -  Program Studi Program Profesi Insinyur Fakultas Teknik, Universitas Diponegoro, Jl. Prof. Sudarto, SH, Tembalang, Semarang, Indonesia 50275, Indonesia
Sulardjaka Sulardjaka  -  Program Studi Program Profesi Insinyur Fakultas Teknik, Universitas Diponegoro, Jl. Prof. Sudarto, SH, Tembalang, Semarang, Indonesia 50275, Indonesia
Received: 30 Jan 2026; Revised: 26 Feb 2026; Accepted: 28 Feb 2026; Available online: 28 Feb 2026; Published: 7 Jul 2026.

Citation Format:
Abstract

Daerah Irigasi (DI) Manganti sebelumnya menghadapi berbagai permasalahan pengelolaan, seperti pembagian air yang tidak merata, tingginya kehilangan air, distribusi air belum efektif pada jaringan irigasi, koordinasi antar kelembagaan yang tidak optimal, serta belum tersedianya sistem data dan operasi yang terdigitalisasi. Pembentukan Unit Pengelola Irigasi (UPI) Manganti pada tahun 2021 dan penerapan digitalisasi pada DI Manganti Tahun 2023 jaringan irigasi menjadi langkah strategis untuk meningkatkan efektivitas sistem pengelolaan irigasi DI Manganti. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kondisi eksisting sebelum dan sesudah terbentuknya UPI Manganti, mengevaluasi hasil optimalisasi yang dicapai setelah ada UPI Manganti, serta merumuskan strategi optimalisasi pengelolaan Daerah Irigasi Manganti melalui UPI Manganti dengan pendekatan analisis SWOT. Data yang digunakan meliputi dokumen kelembagaan, data teknis jaringan irigasi, data produksi pertanian, serta inventarisasi kondisi prasarana dan jaringan irigasi DI Manganti sebelum dan sesudah ada UPI Manganti. Metode yang digunakan adalah analisis deskriptif-kualitatif dan analisis SWOT untuk merumuskan strategi pengembangan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa UPI Manganti memberikan dampak signifikan pada peningkatan efisiensi pembagian air, kecepatan penanganan kerusakan, peningkatan partisipasi petani, penguatan kelembagaan, serta peningkatan produktivitas padi dari 7,5 ton/ha menjadi 8,3 ton/ha. Strategi optimalisasi yang dihasilkan mencakup strategi SO, WO, ST dan WT sebagai dasar pengembangan pengelolaan irigasi modern di DI Manganti.

 

Kata kunci: UPI Manganti, optimalisasi, pengelolaan irigasi, analisis SWOT, digitalisasi

Article Metrics:

Article Info
Section: Laporan Studi Kasus
Language : ID
  1. Angguniko, B. Y., & Hidayah, S. (2017). Rancangan unit pengelola irigasi modern di Indonesia. Jurnal Irigasi, 12(1), 23-36
  2. Bappenas. (2022). Peran Unit Pengelola Irigasi dalam Mendukung Perencanaan Pengembangan dan Pengelolaan Sistem Irigasi. Kementerian PPN
  3. Darshna, S., Sangavi, T., Mohan, S., Soundharya, A., & Desikan, S. (2015). Smart irrigation system. IOSR Journal of Electronics and Communication Engineering (IOSR-JECE), 10(3), 32-36
  4. Direktorat Jenderal Sumber Daya Air. (2022). Petunjuk Pelaksanaan Unit Pengelola Irigasi. Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat
  5. Direktorat Jenderal Sumber Daya Air. (2024). Surat Edaran : Tentang Petunjuk Teknis Penerapan Modernisasi Irigasi Berbasis Teknologi Informasi. Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat, Jakarta
  6. Kementerian Kesehatan. (2023). Permenkes No. 2 Tahun 2023. Kemenkes Republik Indonesia, 55, 1-175
  7. Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat. (2020). Modul pengantar modernisasi irigasi Indonesia. Pusat Pengembangan Kompetensi SDA dan Permukiman
  8. Nirmalawaty, D., Musa, R., & Latif, A. A. (2024). Kajian Peran P3A Sipakainga 1 terhadap Kinerja Jaringan Irigasi Saddang UPTD Langnga Kabupaten Pinrang. Jurnal Flyover, 4(2), 235-246
  9. Obaideen, K., Yousef, B. A., AlMallahi, M. N., Tan, Y. C., Mahmoud, M., Jaber, H., & Ramadan, M. (2022). An overview of smart irrigation systems using IoT. Energy Nexus, 7, 100124
  10. Paparan UPI Manganti. (2022). Balai Besar Wilayah Sungai Citanduy
  11. Peraturan Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat. (2015). Lampiran Permen PUPR Nomor 14/PRT/M/2015 tentang Kriteria dan Penetapan Status Daerah Irigasi
  12. Wiryawan, B. A., Anggraini, G., & Setiawan, A. F. Fungsi-fungsi Kelembagaan Utama dalam Pembentukan Unit Pengelola Irigasi Modern di Indonesia: sebuah Rekomendasi untuk Penerapan Kebijakan. Rekayasa Sipil, 6(1), 19-28

Last update:

No citation recorded.

Last update:

No citation recorded.