skip to main content

KODE ETIK INSINYUR PADA PEMBANGUNAN SATUAN TNI TERINTEGRASI DI SELAT LAMPA NATUNA

*Suryo Prabhowo  -  , Indonesia
Received: 25 Nov 2025; Published: 18 Feb 2026.

Citation Format:
Abstract

Indonesia masih menghadapi ancaman konflik yang dapat muncul di wilayah perbatasan, khususnya pada perairan perbatasan utara mengingat adanya klaim sepihak Cina atas seluruh Laut Cina termasuk Laut Natuna Utara yang merupakan perairan Indonesia. Atas dasar itu, dibentuklah Satuan TNI Terintegrasi di Natuna yang diharapkan mampu memberikan daya tangkal terhadap ancaman di perbatasan. TNI AL dalam mendukung pembentukan Satuan tersebut membangun Pangkalan yang didalamnya terdapat fasilitas yang mampu mendukung Kapal Perang TNI AL dalam melaksanakan operasi di perairan Natuna. Mengingat begitu pentinya pembangunan tersebut, TNI AL yang merupakan alat negara memiliki tugas pokok pada pertahanan laut, melalui Dinas Fasilitas Pangkalan TNI AL (Disfaslanal) sebagai Badan Pelaksana Pusat (Balakpus) menyelenggarakan fungsi pembinaan pangkalan memiliki prinsip perilaku dan integritas tinggi dalam hal pembangunan dengan menerapkan Kode Etik Insinyur pada pelaksanaan tugas pokok sehari-hari. Data yang diperoleh merupakan data yang dikumpulkan melalui hasil observasi dimana peneliti mengamati langsung objek penelitian dan melaksanakan wawancara dengan mengajukan pertanyaan langsung kepada respoden dan jawaban dicatat dan dikumpulkan. Jurnal ini disusun dengan menggunakan pendekatan metode Miles dan Huberman dengan analisis terdiri dari tiga alur kegiatan yang terjadi secara bersamaan yaitu: reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan. Data yang disajikan merupakan data primer dan data sekunder yang diperoleh peneliti saat melaksanakan tugas di Disfaslanal. Hasil penelitian menunjukan bahwa penerapan Kode Etik Insinyur memiliki peranan dalam menunjang hasil akhir pembangunan yang dilaksanakan.

Fulltext

Article Metrics:

Last update:

No citation recorded.

Last update:

No citation recorded.