BibTex Citation Data :
@article{JPII30136, author = {Eka Wahyu Pujiharto and R. Rizal Isnanto}, title = {Implementasi Sistem Intelijen Bisnis untuk Analisis Varian Biaya Riil SIMRS terhadap Tarif INA-CBG dan Mengidentifikasi Inefisiensi Klinis}, journal = {Jurnal Profesi Insinyur Indonesia}, volume = {4}, number = {1}, year = {2026}, keywords = {}, abstract = { Penelitian ini bertujuan merancang Sistem Intelijen Bisnis (BI) sebagai solusi strategis untuk tantangan kendali biaya di rumah sakit dalam sistem Jaminan Kesehatan Nasional (JKN). Sistem BI ini mengintegrasikan data biaya riil dari Sistem Informasi Manajemen Rumah Sakit (SIMRS) (obat, lab, radiologi) dengan data tarif klaim INA-CBG melalui proses Extract, Transform, Load (ETL) yang terstruktur. Hasil implementasi dan analisis data selama 8 bulan pada 17.059 kasus menunjukkan temuan kritis rumah sakit mengalami kerugian finansial total Rp58,14 miliar, ditemukan bahwa 79,32% (13.531 kasus) memiliki biaya riil yang melebihi tarif INA-CBG. Diagnosis 'Infeksi Viral & Non-Bakterial Lain (Ringan)' (kode A-4-13-I) menjadi sumber kerugian finansial terbesar. Inefisiensi ini disebabkan oleh komposisi biaya penunjang yang tidak proporsional. Biaya obat (64,9%) dan laboratorium (25,1%) menjadi pendorong utama, mengindikasikan potensi over-utilization atau praktik yang tidak sesuai dengan kebutuhan klinis diagnosis \"ringan\". Sistem BI ini juga menyajikan visualisasi interaktif, memonitor profitabilitas dan memetakan pola biaya per diagnosis. Fungsi drill-down menghasilkan wawasan yang dapat ditindaklanjuti untuk perbaikan efisiensi operasional. Kata kunci : intelijen bisnis, analisis varian, INA-CBG, SIMRS, kendali biaya, visualisasi data, dashboard }, issn = {2985-8100}, doi = {10.14710/jpii.2026.30136}, url = {https://ejournal2.undip.ac.id/index.php/jpii/article/view/30136} }
Refworks Citation Data :
Penelitian ini bertujuan merancang Sistem Intelijen Bisnis (BI) sebagai solusi strategis untuk tantangan kendali biaya di rumah sakit dalam sistem Jaminan Kesehatan Nasional (JKN). Sistem BI ini mengintegrasikan data biaya riil dari Sistem Informasi Manajemen Rumah Sakit (SIMRS) (obat, lab, radiologi) dengan data tarif klaim INA-CBG melalui proses Extract, Transform, Load (ETL) yang terstruktur. Hasil implementasi dan analisis data selama 8 bulan pada 17.059 kasus menunjukkan temuan kritis rumah sakit mengalami kerugian finansial total Rp58,14 miliar, ditemukan bahwa 79,32% (13.531 kasus) memiliki biaya riil yang melebihi tarif INA-CBG. Diagnosis 'Infeksi Viral & Non-Bakterial Lain (Ringan)' (kode A-4-13-I) menjadi sumber kerugian finansial terbesar. Inefisiensi ini disebabkan oleh komposisi biaya penunjang yang tidak proporsional. Biaya obat (64,9%) dan laboratorium (25,1%) menjadi pendorong utama, mengindikasikan potensi over-utilization atau praktik yang tidak sesuai dengan kebutuhan klinis diagnosis "ringan". Sistem BI ini juga menyajikan visualisasi interaktif, memonitor profitabilitas dan memetakan pola biaya per diagnosis. Fungsi drill-down menghasilkan wawasan yang dapat ditindaklanjuti untuk perbaikan efisiensi operasional.
Kata kunci: intelijen bisnis, analisis varian, INA-CBG, SIMRS, kendali biaya, visualisasi data, dashboard
Article Metrics:
Last update:
Alamat Kontak:
Program Studi Program Profesi Insinyur Fakultas Teknik Universitas Diponegoro
Gedung Dekanat Baru Lt 3. Prof. Sudarto SH Tembalang Semarang 50275
www.psppi.ft.undip.ac.id