skip to main content

Komposit Asphalt Polymer Wearing Coarse (AC-WC) dengan Buton Granular Asphalt (BGA) 15/20 pada Penetrasi 60/70 Menggunakan Fly Ash untuk Perkerasan Jalan Pesisir

*Juny Andry Sulistyo  -  Program Studi Program Profesi Insinyur, Universitas Diponegoro, Jl. Prof. Sudarto, SH, Tembalang, Semarang, Indonesia 50275, Indonesia
Widayat Widayat  -  Program Studi Program Profesi Insinyur, Universitas Diponegoro, Jl. Prof. Sudarto, SH, Tembalang, Semarang, Indonesia 50275, Indonesia
Sulardjaka Sulardjaka  -  Program Studi Program Profesi Insinyur, Universitas Diponegoro, Jl. Prof. Sudarto, SH, Tembalang, Semarang, Indonesia 50275, Indonesia
Received: 1 Nov 2025; Revised: 23 Dec 2025; Accepted: 28 Dec 2025; Available online: 31 Dec 2025; Published: 30 Mar 2026.

Citation Format:
Abstract

Indonesia memiliki cadangan aspal alam yang cukup banyak di pulau Buton, Provinsi Sulawesi Tenggara. Aspal ini dikenal dengan Asbuton. Asbuton dapat dijadikan suatu bahan tambah yang dapat mengurangi kebutuhan aspal minyak suatu campuran dan sekaligus dapat meningkatkan performa campuran aspal. Penelitian ini bertujuan mengetahui seberapa besar nilai karakteristik Marshall pada pencampuran aspal alam dan buatan dengan perbandingan penggunaan Buton Granular Asphalt dengan fly ash dan portland cement. Penelitian ini menggunakan metode eksperimen dengan percobaan untuk mendapatkan hasil, pemanfaatan BGA sebagai pencampuran dengan variasi kadar granular 10%, 20%, 30%, 40% dan 50% terhadap total campuran. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan granular dengan semen portland memiliki hasil terbaik dibanding dengan campuran fly ash. Semakin banyak granular yang digunakan, menyebabkan nilai stabilitas semakin meningkat. Pada kadar BGA 10% nilai stabilitas yang didapatkan sebesar 1.593,63 kg, pada saat kadar Buton Granular Asphalt ditambahkan sampai pada kadar 50%, nilai stabilitas meningkat menjadi 2.614,59 kg. Nilai stabilitas mengalami peningkatan seiring pertambahan kadar BGA. Dengan peningkatan rata-rata sebesar 2.047,83 kg. Kelelehan flow campuran mengalami peningkatan seiring pertambahan kadar Buton Granular Asphalt. Pada saat campuran menggunakan variasi BGA sebesar 10%, memiliki nilai flow sebesar 3,17 setelah divariasikan dengan kadar Buton Granular Asphalt sampai pada 50%, nilai flow meningkat menjadi 3,60 dengan rata-rata peningkatan sebesar 3,36.

 

Kata kunci: campuran beton aspal, Buton Granular Asphalt, karakteristik Marshall, semen portland

Article Metrics:

Article Info
Section: Articles
Language : ID
  1. Agah, H. R., & Hadiwardoyo, S. P. (2012). Pengaruh Penambahan Buton Granular Asphalt pada Campuran Beton Aspal Terhadap Modulus Resilien dan Gradasi. Jurnal Transportasi, 12(2)
  2. Badan Standardisasi Nasional. (1990). SNI 03-1969-1990: Metode pengujian penyerapan air oleh agregat. Jakarta: Badan Standardisasi Nasional
  3. Badan Standardisasi Nasional. (1991). SNI 06-2434-1991: Metode pengujian titik lembek 5°C (Ring and Ball test). Jakarta: Badan Standardisasi Nasional
  4. Badan Standardisasi Nasional. (2008). SNI 03-2417-2008: Metode pengujian keausan agregat dengan mesin abrasi Los Angeles. Jakarta: Badan Standardisasi Nasional
  5. Badan Standardisasi Nasional. (2011). SNI 03-2439-2011: Metode pengujian kelengketan agregat terhadap aspal pen 60/70. Jakarta: Badan Standardisasi Nasional
  6. Chen, S., & Guo, R. (2015). Research on the application of rock asphalt in a seasonal frozen area. In CICTP 2015 (pp. 980-991)
  7. Direktorat Jenderal Bina Marga. (2018). Spesifikasi umum bidang jalan dan jembatan: Divisi 6 perkerasan beraspal. Pusat Litbang Jalan dan Jembatan, Badan Penelitian dan Pengembangan, Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat
  8. Djalante, S. (2011). Pengaruh Ketahanan Beton Aspal (Ac-Bc) Yang Menggunakan Asbuton Butir Tipe 5/20 Terhadap Air Laut Ditinjau Dari Karakteristik Mekanis Dan Durabilitasnya. Jurnal Rekayasa dan Manajemen Transportasi, 1(1), 57-68
  9. Fatmawati, S. (2015). Analisa sifat bahan dasar pembentuk campuran aspal modifikasi polimer akibat perendaman air rob (Skripsi, Fakultas Teknik, Universitas Indonesia). Universitas Indonesia
  10. Firstyan, F., Bagus, G., Djakfar, L., & Bowoputro, H. (2015). Pengaruh Suhu Pemadatan Terhadap Kinerja Marshall pada campuran CPHMA menggunakan LGA dan Aspal Minyak Penetrasi 60/70 (Doctoral dissertation, Brawijaya University)
  11. Intari, D. E., Fathonah, W., & Kirana, F. W. (2018). Analisis karakteristik campuran lataston (hrs-wc) akibat rendaman air laut pasang (ROB) dengan aspal modifikasi polimer starbit E-55. Fondasi: Jurnal Teknik Sipil, 7(2)
  12. Jimenez, R. A. (1993). ASPHALT: mixture design method to minimize rutting. Transportation research record, 1417, 109
  13. Layuk, M. P. (2014). Studi kinerja campuran ac-wc menggunakan bga asbuton sebagai bahan pengikat. Universitas Hasanuddin
  14. Manurung, G. P. (2012). Analisis pengaruh penambahan BGA (Buton Granular Asphalt) dan polimer SBS terhadap sifat agregat dan aspal dari campuran aspal panas (Skripsi, Fakultas Teknik, Universitas Indonesia)
  15. Martha, A. (2012). Analisis kinerja campuran aspal panas dengan menggunakan variasi komposisi BGA (Buton Granular Asphalt) dan penambahan aditif jenis polimer (Skripsi, Fakultas Teknik, Universitas Indonesia). Universitas Indonesia
  16. Muammar, R., Saleh, S. M., & Yunus, Y. (2018). Durabilitas campuran laston lapis aus (AC-WC) di substitusi limbah low density polyethylene (LDPE) dengan cara kering terhadap rendaman kotoran sapi. Jurnal Teknik Sipil, 1(3), 689-700
  17. Prawira, A., & Suparma, L. B. (2008). Pemanfaatan Bga (Buton Granular Asphalt) sebagai Bahan Pengganti Agregat Halus pada Campuran Hrs-wc secara Laboratorium. In Journal of the Civil Engineering Forum (Vol. 18, No. 2, p. 218674). Petra Christian University
  18. Ramlan, R., & Pradhani, N. (2008). Studi Pemanfaatan Pasir Laut Sebagai Agregat Halus pada Campuran Beton Aspal. Majalah Ilmiah Mektek, 10(1), 10-21
  19. Ritonga, A. H. (2017). Pembuatan Aspal Polimer Menggunakan Karet SIR-20 Yang Diinisiasi Oleh Adanya Dikumil Peroksida Melalui Proses Ekstrusi. Jurnal Stikna, 1(2), 123-130
  20. Sukmadian, D. A. (2013, 5 Desember). Pengaruh penggunaan Buton Granular Asphalt (BGA) 15/20 terhadap karakteristik Marshall pada campuran AC WC (Skripsi, Fakultas Teknik, Universitas Jember). Universitas Jember
  21. Tahir, A. (2009). Karakteristik Campuran Beton Aspal (AC-WC) dengan menggunakan variasi kadar filler abu terbang batu bara. SMARTek, 7(4), 222273

Last update:

No citation recorded.

Last update:

No citation recorded.