BibTex Citation Data :
@article{JPII26846, author = {Juny Andry Sulistyo and Widayat Widayat and Sulardjaka Sulardjaka}, title = {Komposit Asphalt Polymer Wearing Coarse (AC-WC) dengan Buton Granular Asphalt (BGA) 15/20 pada Penetrasi 60/70 Menggunakan Fly Ash untuk Perkerasan Jalan Pesisir}, journal = {Jurnal Profesi Insinyur Indonesia}, volume = {3}, number = {4}, year = {2026}, keywords = {}, abstract = { Indonesia memiliki cadangan aspal alam yang cukup banyak di pulau Buton, Provinsi Sulawesi Tenggara. Aspal ini dikenal dengan Asbuton. Asbuton dapat dijadikan suatu bahan tambah yang dapat mengurangi kebutuhan aspal minyak suatu campuran dan sekaligus dapat meningkatkan performa campuran aspal. Penelitian ini bertujuan mengetahui seberapa besar nilai karakteristik Marshall pada pencampuran aspal alam dan buatan dengan perbandingan penggunaan Buton Granular Asphalt dengan fly ash dan portland cement. Penelitian ini menggunakan metode eksperimen dengan percobaan untuk mendapatkan hasil, pemanfaatan BGA sebagai pencampuran dengan variasi kadar granular 10%, 20%, 30%, 40% dan 50% terhadap total campuran. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan granular dengan semen portland memiliki hasil terbaik dibanding dengan campuran fly ash. Semakin banyak granular yang digunakan, menyebabkan nilai stabilitas semakin meningkat. Pada kadar BGA 10% nilai stabilitas yang didapatkan sebesar 1.593,63 kg, pada saat kadar Buton Granular Asphalt ditambahkan sampai pada kadar 50%, nilai stabilitas meningkat menjadi 2.614,59 kg. Nilai stabilitas mengalami peningkatan seiring pertambahan kadar BGA. Dengan peningkatan rata-rata sebesar 2.047,83 kg. Kelelehan flow campuran mengalami peningkatan seiring pertambahan kadar Buton Granular Asphalt. Pada saat campuran menggunakan variasi BGA sebesar 10%, memiliki nilai flow sebesar 3,17 setelah divariasikan dengan kadar Buton Granular Asphalt sampai pada 50%, nilai flow meningkat menjadi 3,60 dengan rata-rata peningkatan sebesar 3,36. Kata kunci : campuran beton aspal, Buton Granular Asphalt, karakteristik Marshall, semen portland }, issn = {2985-8100}, pages = {251--258} doi = {10.14710/jpii.2025.26846}, url = {https://ejournal2.undip.ac.id/index.php/jpii/article/view/26846} }
Refworks Citation Data :
Indonesia memiliki cadangan aspal alam yang cukup banyak di pulau Buton, Provinsi Sulawesi Tenggara. Aspal ini dikenal dengan Asbuton. Asbuton dapat dijadikan suatu bahan tambah yang dapat mengurangi kebutuhan aspal minyak suatu campuran dan sekaligus dapat meningkatkan performa campuran aspal. Penelitian ini bertujuan mengetahui seberapa besar nilai karakteristik Marshall pada pencampuran aspal alam dan buatan dengan perbandingan penggunaan Buton Granular Asphalt dengan fly ash dan portland cement. Penelitian ini menggunakan metode eksperimen dengan percobaan untuk mendapatkan hasil, pemanfaatan BGA sebagai pencampuran dengan variasi kadar granular 10%, 20%, 30%, 40% dan 50% terhadap total campuran. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan granular dengan semen portland memiliki hasil terbaik dibanding dengan campuran fly ash. Semakin banyak granular yang digunakan, menyebabkan nilai stabilitas semakin meningkat. Pada kadar BGA 10% nilai stabilitas yang didapatkan sebesar 1.593,63 kg, pada saat kadar Buton Granular Asphalt ditambahkan sampai pada kadar 50%, nilai stabilitas meningkat menjadi 2.614,59 kg. Nilai stabilitas mengalami peningkatan seiring pertambahan kadar BGA. Dengan peningkatan rata-rata sebesar 2.047,83 kg. Kelelehan flow campuran mengalami peningkatan seiring pertambahan kadar Buton Granular Asphalt. Pada saat campuran menggunakan variasi BGA sebesar 10%, memiliki nilai flow sebesar 3,17 setelah divariasikan dengan kadar Buton Granular Asphalt sampai pada 50%, nilai flow meningkat menjadi 3,60 dengan rata-rata peningkatan sebesar 3,36.
Kata kunci: campuran beton aspal, Buton Granular Asphalt, karakteristik Marshall, semen portland
Article Metrics:
Last update:
Alamat Kontak:
Program Studi Program Profesi Insinyur Fakultas Teknik Universitas Diponegoro
Gedung Dekanat Baru Lt 3. Prof. Sudarto SH Tembalang Semarang 50275
www.psppi.ft.undip.ac.id