BibTex Citation Data :
@article{JIIP30708, author = {Zakky Zidan and Idris Hemay}, title = {Terpapar Namun Tidak Percaya: Kesadaran dan Penerimaan Isu dalam Rilis Survei Nasional}, journal = {JIIP: Jurnal Ilmiah Ilmu Pemerintahan}, volume = {11}, number = {1}, year = {2026}, keywords = {Awareness isu; Penerimaan publik; Awareness–acceptance gap; Misinformasi politik; Akses media}, abstract = { INTISARI Kontroversi politik dapat dikenal luas tetapi tidak selalu diikuti penerimaan, sehingga muncul pola exposure without belief . Artikel ini menanyakan apakah tingginya awareness isu dalam rilis survei berbanding lurus dengan acceptance publik, serta pada isu dan segmen mana divergensi keduanya paling besar. Secara teoritis, studi ini bertumpu pada pembedaan paparan dan penerimaan dalam pembentukan opini publik, dengan penekanan pada peran kredibilitas, kepercayaan, dan evaluasi yang konsisten dengan identitas. Metode yang digunakan adalah analisis deskriptif atas tabulasi agregat survei telepon nasional (n=1.286; 17–20 Mei 2025) dengan menghitung awareness–acceptance gap dan membandingkannya lintas dukungan politik, demografi, wilayah, dan akses media. Hasil menunjukkan awareness dan acceptance tidak bergerak searah: satu tuduhan faktual awareness sangat tinggi tetapi belief rendah sehingga menghasilkan gap positif terbesar, sementara sejumlah item kebijakan dan evaluasi kinerja justru memperlihatkan acceptance melebihi awareness . Temuan juga memperlihatkan belief terkonsentrasi pada konstituensi politik dan lingkungan informasi tertentu meski awareness relatif tinggi. Studi menyimpulkan bahwa visibilitas isu merupakan proksi yang lemah bagi persuasi dan menawarkan pemetaan gap yang replikabel untuk membaca rilis survei ketika mikrodata tidak tersedia. }, issn = {2548-4931}, pages = {18--37} doi = {10.14710/jiip.v11i1.30708}, url = {https://ejournal2.undip.ac.id/index.php/jiip/article/view/30708} }
Refworks Citation Data :
INTISARI
Kontroversi politik dapat dikenal luas tetapi tidak selalu diikuti penerimaan, sehingga muncul pola exposure without belief. Artikel ini menanyakan apakah tingginya awareness isu dalam rilis survei berbanding lurus dengan acceptance publik, serta pada isu dan segmen mana divergensi keduanya paling besar. Secara teoritis, studi ini bertumpu pada pembedaan paparan dan penerimaan dalam pembentukan opini publik, dengan penekanan pada peran kredibilitas, kepercayaan, dan evaluasi yang konsisten dengan identitas. Metode yang digunakan adalah analisis deskriptif atas tabulasi agregat survei telepon nasional (n=1.286; 17–20 Mei 2025) dengan menghitung awareness–acceptance gap dan membandingkannya lintas dukungan politik, demografi, wilayah, dan akses media. Hasil menunjukkan awareness dan acceptance tidak bergerak searah: satu tuduhan faktual awareness sangat tinggi tetapi belief rendah sehingga menghasilkan gap positif terbesar, sementara sejumlah item kebijakan dan evaluasi kinerja justru memperlihatkan acceptance melebihi awareness. Temuan juga memperlihatkan belief terkonsentrasi pada konstituensi politik dan lingkungan informasi tertentu meski awareness relatif tinggi. Studi menyimpulkan bahwa visibilitas isu merupakan proksi yang lemah bagi persuasi dan menawarkan pemetaan gap yang replikabel untuk membaca rilis survei ketika mikrodata tidak tersedia.
Article Metrics:
Last update:
Dengan ini, penulis menyadari bahwa artikel yang dikirim dan kemudian diterima untuk publikasi, maka hak cipta dari artikel tersebut akan diberikan kepada Jurnal Ilmiah Ilmu Pemerintahan dan Program Sarjana (S1) Ilmu Pemerintahan, Departemen Politik dan Pemerintahan, Universitas Diponegoro selaku penerbit jurnal.
Hak cipta ini mencakup hak untuk mereproduksi dan mengirimkan artikel dalam semua bentuk dan media, termasuk cetak ulang, foto, mikrofilm, dan reproduksi serupa lainnya, serta terjemahannya.
Jurnal Ilmiah Ilmu Pemerintahan dan Program Studi S1 Ilmu Pemerintahan, Departemen Politik dan Pemerintahan, Universitas Diponegoro dan para editor melakukan segala upaya untuk memastikan bahwa tidak ada data, opini, atau pernyataan yang salah atau menyesatkan dipublikasikan di jurnal. Sedangkan untuk isi artikel dan iklan yang diterbitkan di Jurnal Ilmiah Ilmu Pemerintahan adalah tanggung jawab tunggal dan eksklusif masing-masing penulis dan pengiklan.
By submitting a manuscript and upon its acceptance for publication, the author acknowledges that the copyright of the article will be transferred to Jurnal Ilmiah Ilmu Pemerintahan and the Undergraduate Program (S1) in Government Studies, Department of Politics and Government, Universitas Diponegoro, as the publisher of the journal.
This copyright includes the right to reproduce and distribute the article in all forms and media, including reprints, photographs, microfilms, and other similar reproductions, as well as translations.
Jurnal Ilmiah Ilmu Pemerintahan and the Undergraduate Program (S1) in Government Studies, Department of Politics and Government, Universitas Diponegoro, along with the editors, make every effort to ensure that no incorrect or misleading data, opinions, or statements are published in the journal. However, the content of articles and advertisements published in the journal remains the sole and exclusive responsibility of the respective authors and advertisers.
Jurnal Ilmiah Ilmu Pemerintahan is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.
View My Stats