Interpretasi Struktur Geologi Di Perairan Aru Selatan, Maluku Berdasarkan Data Seismik 2D Multi Channel

*Arief Budiman Ustiawan -  Departemen Teknik Geologi, Fakultas Teknik, Universitas Diponegoro, Indonesia
Tumpal Bernhard Nainggolan -  Pusat Penelitian dan Pengembangan Geologi Kelautan, Indonesia
Reddy Setyawan -  Departemen Teknik Geologi, Fakultas Teknik, Universitas Diponegoro, Indonesia
Received: 12 Feb 2019; Revised: 30 Apr 2019; Accepted: 15 May 2019; Published: 31 Jul 2019.
Open Access Copyright 2019 Jurnal Geosains dan Teknologi

Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.
Citation Format:
Article Info
Section: Articles
Language: ID
Full Text:
Statistics: 98 131

Abstract
PProduksi minyak di Indonesia telah dimulai sejak tahun 1885 ketika sumur minyak pertama di Indonesia berhasil berproduksi pada Kabupaten Langkat, Sumatera Utara. Faktor pemulihan yang rendah mengakibatkan produksi minyak di Indonesia telah menurun karena kurangnya eksplorasi dan investasi pada sektor minyak bumi. Salah satu metode geofisika yang digunakan dalam eksplorasi hidrokarbon yang pada umumnya memiliki kedalaman yang dalam yaitu adalah metode seismik. Penelitian ini bertujuan untuk melakukan interpretasi geologi terhadap penampang seismik sehingga menampilkan gambaran bawah permukaan. Pusat Penelitian dan Pengembangan Geologi Kelautan (PPPGL) merupakan unit penelitian dan pengembangan dibawah Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral yang melakukan tahapan pengambilan data seismik refleksi terutama di daerah laut. Tulisan ini menggunakan data seismik refeksi pada Line-14, Laut Aru Selatan, Maluku. Data metode seismik multi channel sebanyak 1 lintasan tersebut kemudian diproses menggunakan perangkat lunak pengolahan data seismik. Proses interpretasi menggunakan perangkat lunak interpretasi geologi dengan melakukan picking horizon dari batas formasi dan struktur geologi. Berdasarkan tahapan interpretasi, tatanan stratigrafi daerah penelitian memiliki kesebandingan atas Formasi Kemum, Formasi Kais, Formasi Klasafet, dan Formasi Klasaman bagian bawah. Berdasarkan interpretasi struktur geologi didapatkan kumpulan sesar normal yang dapat diindikasikan sebagai migration pathway dari hidrokarbon.
Keywords
Seismik Refleksi; tatanan stratigrafi; struktur geologi; Laut Aru Selatan

Article Metrics:

  1. Adhitama, R., Hall, R., dan White, L.T. , 2017. Extension In The Kumawa Block, West Papua, Indonesia. Proceedings Indonesian Petroleum Association: Jakarta.
  2. Bartlett, A.G., 1986. PERTAMINA: Perusahaan Minyak Nasional, terj. Mara Karma. Jakarta: Inti Idayu Press.
  3. Charlton, T.R., Kaye, S.J., Samodra, H., dan Sardono. 1990. Geology of the Kai Islands: implications for the evolution of the Aru Trough and Weber Basin, Banda Arc, Indonesia. Marine and Petroleum Geology Journal. Vol 8: Texas.
  4. Corrke, J.J., Villeneuve, M., dan Rehault, J.P., 1997. Stratigraphic succession of the Australian margin between Kai and Aru islands (Arafura Sea, eastern Indonesia) interpreted from Banda Sea II cruise dredge samples. Journal of Asian Earrh Science. Vol. 15. No. 4;5. h. 423-434 : Great Britain.
  5. Granath, J.W., Christ, J.M., dan Emmet, P.A., 2010. Insights Into The Tectonics Of Eastern Indonesia From Arafuraspan, A Long-Offset Long-Record 2d Seismic Reflection Dataset. Proceedings Indonesian Petroleum Association: Jakarta.
  6. Gumilar, I.S., 2017. Periode Deformasi Kenozoikum Kepulauan Aru, Cekungan Wokam, Maluku. Jurnal Geologi dan Sumberdaya Mineral.
  7. Hall, R., Patria, A., dan Adhitama, R., 2017. Seram, The Seram Trough, The Aru Trough, The Tanimbar Trough And The Weber Deep: A New Look At Major Structures In The Eastern Banda Arc. Proceedings Indonesian Petroleum Association: Jakarta.
  8. Ikeda, T., dan Tsuji, T., 2016. Surface wave attenuation in the shallow subsurface from multichannel–multishot seismic data: a new approach for detecting fractures and lithological discontinuities. Journal The Earth, Planets and Space (EPS). Vol 68 : Jepang.
  9. Nainggolan, T.B., dan Setiady, D., 2017. Practical Implementation of Multiple Attenuation Methods on 2D Deepwater Seismic Data: Seram Sea Case Study. Bulletin of the Marine Geology. Vol. 32, No. 1 : Bandung.
  10. Pireno, G.E., 2005. Hydrocarbon potential of the West Salawati Block, West Papua, Prepared for Pearl Oil (Salawati) Ltd.
  11. Permana, U. dan Triyoso, K.. 2015. Pengolahan Data Seismik Refleksi 2D Untuk Memetakan Struktur Bawah Permukaan Lapangan “X” Prabumulih, Sumatera Selatan. Alhazen Journal of Physics.
  12. Roden, R., 2016. Seismic Interpretation in the Age of Big Data, Geophysical Insights. SEG International Exposition and 86th Annual Meeting, h. 4911-4915.
  13. Setyanta, B,. 2010. Medan Gaya Berat dan Model Geodinamika di Sekitar Kepulauan Kai dan Kepulauan Aru, Maluku. Jurnal Sumber Daya Geologi. Vol 20. No.6, 2010 : Bandung.
  14. Yilmaz, O., 1987. Seismic Data Processing. Society Exploration Geophysics. Tusla.