skip to main content

Rekonstruksi Iklim Purba Miosen Tengah Berdasarkan Studi Palinologi Formasi Lemau Di Seluma, Bengkulu

1Program Studi Teknik Geologi, Fakultas Teknologi Industri, Institut Teknologi Sumatera, Lampung Selatan, 35365, Indonesia

2Fakultas Teknik Geologi, Universitas Padjadjaran, Sumedang, Jawa Barat, Indonesia

3Program Studi Teknik Geologi, Fakultas Teknologi Industri, Institut Teknologi Sumatera, Lampung, Indonesia

Received: 19 Dec 2025; Revised: 27 Feb 2026; Accepted: 19 Mar 2026; Available online: 30 Oct 2026; Published: 30 Oct 2026.
Open Access Copyright (c) 2026 Jurnal Geosains dan Teknologi under http://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0.

Citation Format:
Abstract

Abstrak

Fosil polen dan spora yang hadir dalam batuan dapat dimanfaatkan untuk merekonstruksi iklim purba saat batuan tersebut diendapkan. Penelitian mengenai iklim purba menggunakan fosil polen dan spora di Pulau Sumatra masih sangat jarang dilakukan. Penelitian ini bertujuan untuk merekonstruksi iklim purba pada Miosen Tengah di Seluma, Bengkulu menggunakan fosil polen dan spora dari Formasi Lemau. Pengambilan sampel menggunakan metode purposive sampling dari penampang stratigrafi terukur dengan interval sampel 5-8 cm. Analisis laboratorium menggunakan metode hidrogen peroksida dan penentuan iklim berdasarkan kehadiran fosil Arboreal Pollen, Non Arboreal Pollen, Graminae, Montane Pollen dan spora. Dari 9 sampel yang dianalisis, menunjukkan 4 zona perubahan dengan dominasi 3 zona berupa iklim hangat dan lembab dan 1 zona dengan iklim hangat dan kelembaban sedang (Zona 3). Selain itu berdasarkan perbandingan kehadiran fosil Arboreal Pollen dan Non Arboreal Pollen, Zona 1 dan Zona 3 menunjukkan kondisi vegetasi tertutup dan Zona 2 dan Zona 4 menunjukkan kondisi vegetasi terbuka. Iklim hangat yang terjadi di daerah penelitian sebagai dampak dari adanya peristiwa global Middle Miocene Climate Optimum (MMCO) dan Middle Miocen Climate Transition (MMCT).

Abstract

Pollen and spore fossils present in rocks can be used to reconstruct the paleoclimate when the rocks were deposited. Research on paleoclimate using pollen and spore fossils on Sumatra Island is still very rare. This study aims to reconstruct the paleoclimate in the Middle Miocene in Bengkulu using pollen and spore fossils from the Lemau Formation. Sampling used a purposive sampling method from measured stratigraphic cross-sections with a sample interval of 5-8 cm. Laboratory analysis used the hydrogen peroxide method and climate determination based on the presence of Arboreal Pollen, Non-Arboreal Pollen, Graminae, Montane Pollen and spore fossils. Of the 9 samples analyzed, it shows 4 change zones with a dominance of 3 zones in the form of a warm and humid climate and 1 zone with a warm and moderate humidity climate (Zone 3). In addition, based on the comparison of the presence of Arboreal Pollen and Non-Arboreal Pollen fossils, Zone 1 and Zone 3 show closed vegetation conditions and Zone 2 and Zone 4 show open vegetation conditions. The warm climate that occurred in the research area was the impact of the global events of the Middle Miocene Climate Optimum (MMCO) and Middle Miocene Climate Transition (MMCT).

Keywords: Formasi Lemau; Iklim purba; Miosen Tengah; palinologi

Article Metrics:

Article Info
Section: Articles
Language : ID
  1. Amin, T.C, Kusnama, Rustandi, E. dan Gafoer, S. (1994). Geologi Lembar Manna dan Enggano, Sumatera, Skala 1:250.000. Pusat Penelitian dan Pengembangan Geologi, Bandung
  2. Aziezah, N., Suedy, S.W.A., &Prihasranti, E. (2016). Keanekaragaman Tumbuhan Berdasarkan Morfologi Polen Dan Spora dari Sedimen Telaga Warna Dieng, Kabupaten Wonosobo, Jawa Tengah. Buletin Anatomi Dan Fisiologi, 24(1), 66-75. https://doi.org/10.14710/baf.v24i1.11695
  3. Danendra, E.F., Jurnaliah, L., & Winantris. (2022). Rekonstruksi Iklim Purba Kala Miosen Tengah Hingga Miosen Akhir Berdasarkan Data Kumpulan Foraminifera Planktonik Sumur-A1 Pada Zona Mandala Rembang, Cekungan Jawa Timur Utara. Bulletin of Scientific Contribution:GEOLOGY, 17(1), 22-32
  4. Fajrina, D, Winantris, & Fauzielly, L. (2016). Sejarah Perubahan Iklim Berdasarkan Analisis Palinologi Daerah Derwati, Bandung, Jawa Barat. Prosiding Seminar Nasional MIPA Jatinangor 2016, Oktober, 198-204
  5. Gafoer, S., Amin, T.C., & Pardede, R. (1992). Peta Geologi Lembar Bengkulu, Sumatra, Skala 1:250.000. Pusat Penelitian dan Pengembangan Geologi, Bandung
  6. Hansen, J., Sato, M., Russell, G., & Kharecha, P. (2013). Climate sensitivity, sea level and atmospheric carbon dioxide. Phil. Trans. Roy. Soc. A. 371. https://doi.org/10.1098/rsta.2012.0294
  7. Hastuti, S., Sukandarrumidi & Pramumijoyo, S. (2001). Kendali Tektonik Terhadap Perkembangan Cekungan Ekonomi Tersier Ombilin, Sumatera Barat. Teknosains, 14(1), 1-12
  8. Heryanto, R. (2007). Hubungan antara diagenesis, reflektan vitrinit, dan kematangan batuan pembawa hidrokarbon batuan sedimen Miosen di Cekungan Bengkulu. Jurnal Geologi Indonesia, 2(2), 99-111. https://doi.org/10.17014/ijog.2.2.99-111
  9. Husein, S., Barianto, D.H., Novian, M.I., Putra, A.F., Saputra, R., Rusdiyantara, M.A., & Nugroho, W. (2018). Persepektif Baru Dalam Evolusi Cekungan Ombilin Sumatera Barat. Proceeding, Seminar Nasional Kebumian Ke 11: Perspektif Ilmu Kebumian Dalam Kajian Bencana Geologi Di Indonesia, September 2018
  10. Istiana & Zulfiah. (2022). Perubahan Iklim Pada Pliosen Akhir Berdasarkan Studi Palinologi Formasi Tapak, Daerah Bentarsari, Kabupaten Brebes, Jawa Tengah. Jurnal Ilmiah geologi Pangea, 9(1), 45-52. https://doi.org/10.31315/jigp.v9i1sp.9409
  11. Mentari, S. G., Winantris, W., & Jurnaliah, L. (2023). Paleoenvironment of the Miocene Lemau Formation Based on the Palynology Analysis in Seluma, Bengkulu. Jambura Geoscience Review, 5(1), 33-41. doi: https://doi.org/10.34312/jgeosrev.v5i1.17150
  12. Morley, R.J. (1998). Palynological Evidence For Tertiary Plant Dispersals In The SE Asian Region In Relation To Plate Tectonics And Climate. Biogeography And Gelogical Evolution Of SE Asia, 211-234
  13. Nairn, M. G., Lear, C. H., Sosdian, S. M., Bailey, T. R., & Beavington-Penney, S. (2021). Tropical sea surface temperatures following the middle Miocene climate transition from laserablation ICP-MS analysis of glassy foraminifera. Paleoceanography and Paleoclimatology, 36, e2020PA004165. https://doi.org/10.1029/2020PA004165
  14. Rachman, R., Winantris, Muljana, B., & Sulaksana, N. (2020). Perubahan Iklim Danau Bandung Purba Berdasarkan Analisis Palinologi, Daerah Cihideung, Lembang, Jawa Barat. Jurnal Geologi Dan Sumberdaya Mineral, 21(1), 1-8. https://doi.org/10.33332/jgsm.geologi.v21i1.404
  15. Rahardjo, A.T. (2014). Bahan Ajar Kuliah Palinologi. Program Pasca Teknik Geologi ITB, Bandung, Indonesia
  16. Riding, J.B., Huges, J.E.K., & Owens, B. (2007). An Effective Palynological Preparation Procedure Using Hydrogen Peroxide. Palynology, 31, 19-36. https://doi.org/10.2113/gspalynol.31.1.19
  17. Sosdian, S.M., & Lear, C.H. (2020). Initation of the Western Pacific Warm Pool at the Middle Miocene Climate Transition. Paleoeceanography and Paleoclimatology, 35(12), 0-2. https://doi.org/10.1029/2020PA003920
  18. Tarigan, S.A., & Sutriyono, E. (2018). Geologi Dan Lingkungan Pengendapan Formasi Lemau Daerah Tanjungdalam Dan Sekitarnya, Bengkulu Utara. Skripsi, Universitas Sriwijaya
  19. Yulihanto, B., Situmorang, B., Nurdjajadi, A., & Sain, B. (1995). Structural Analysis of the onshore Bengkulu Forearc Basin and Its Implication for Future Hydrocarbon Exploration Activity. 24 Annual Convention Proceedings Indonesian Petroleum Association (pp.85-96)
  20. Yulianto, E., Sukapti, W.S., & Setiawan R. (2019). Palinostratigrafi, Paleoekologi Dan Paleoklimatologi Plistosen Awal Berdasarkan Studi Palinologi Formasi Pucangan Di Daerah Sangiran. Jurnal Geologi Dan Sumberdaya Mineral, 20(3),133-141. https://doi.org/10.33332/jgsm.2019.v20.3.122-141p
  21. You, Y., Huber, M., Muller, D.R., Poulsen, S.J., & Ribbe, J. (2009). Simulation of the Middle Miocene Climate Optimum. Geophysical Research Letters, vol 36. https://doi.org/10.1029/2008GL036571

Last update:

No citation recorded.

Last update:

No citation recorded.