skip to main content

Analisis Tektonostratigrafi dan Pola Pengendapan Sub-Cekungan Palembang Selatan, Cekungan Sumatra Selatan

1Departemen Teknik Geologi, Fakultas Teknik, Universitas Diponegoro, Indonesia

2KSO PT Pertamina EP - PT Santika Pendopo Energy, Indonesia

Received: 4 Apr 2025; Revised: 3 Mar 2026; Accepted: 31 May 2026; Available online: 30 Oct 2026; Published: 30 Oct 2026.
Open Access Copyright (c) 2026 Jurnal Geosains dan Teknologi under http://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0.

Citation Format:
Abstract

Cekungan Sumatra Selatan dibagi menjadi beberapa sub-cekungan, salah satunya adalah Sub-Cekungan Palembang Selatan. Analisis tektonostratigrafi di Sub-Cekungan Palembang Selatan perlu dilakukan karena cekungan ini merupakan cekungan penghasil hidrokarbon utama di Indonesia yang kompleks secara tektonik. Pemahaman mengenai interaksi antara evolusi tektonik dan pola pengendapan sangat penting untuk mengidentifikasi dan memprediksi distribusi reservoir serta segel yang efektif. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis sejarah tektonik dan pola sedimentasi di Sub-Cekungan Palembang Selatan, serta mengidentifikasi pengaruh struktur geologi, terhadap fasies dan ketebalan sedimen di Formasi Lemat hingga Gumai. Data yang digunakan antara lain data seismik, data log sumur, dan data mudlog. Analisis tektonostratigrafi pada daerah penelitian dibatasi pada Batuan Dasar, Formasi Lemat, Formasi Talang Akar, Formasi Baturaja, dan Formasi Gumai. Penentuan batas formasi didasarkan pada karakteristik batuan, log sumur serta pola seismik stratigrafi. Perubahan lingkungan pengendapan terjadi dari Formasi Lemat hingga Formasi Gumai menunjukkan pola deepening yang menunjukkan perubahan semakin ke arah laut, dalam satu mekanisme kenaikkan permukaan air laut. Formasi Talang Akar terendapkan pada lingkungan sungai teranyam hingga pro delta. Formasi Baturaja terendapkan pada pada lingkungan karbonat, dan Formasi Gumai terendapkan di lingkungan laut dalam. Proses tektonik ekstensional pada Kapur Akhir hingga Miosen Awal berpengaruh terhadap perubahan lingkungan pengendapan dari Formasi Lemat hingga Formasi Talang Akar. Sesar SPF1 merupakan sesar inversi dengan arah UBL-SSL mengontrol pengendapan Formasi Lemat dan Formasi Talang Akar. Formasi Lemat dan Talang Akar merupakan endapan syn-rift berdasarkan penebalan pada hanging-wall SPF1, sedangkan Formasi Baturaja dan Gumai merupakan endapan post-rift karena tidak menunjukkan adanya penebalan pada hanging-wall SPF1.

Keywords: Sub-Cekungan Palembang Selatan; tektonostratigrafi; lingkungan pengendapan; sesar inversi
Funding: Universitas Diponegoro

Article Metrics:

Article Info
Section: Articles
Language : ID
  1. Barber, A.J., Crow, M.J., & Milson, J.S. (2005). Sumatra: Geology, Resources and Tectonic Evolution. Geological Society, London, Memoirs, 31
  2. Barber, A.J., & Crow, M.J. (2009). Structure and Structural History. Dalam: A. J. Barber; M. J. Crow; J. S. MilsomSumatera: Geology, Resources and Tectonic Evolution. The Geological Society. DOI https://doi.org/10.1144/GSL.MEM.2005.031.01.13
  3. Boggs, S. (2014). Principle of Sedimentology and Stratigraphy Fifth Edition. New Jersey: Merril Publishing
  4. Bishop, M.G. (2001). South Sumatra Basin Province, Indonesia. USGS
  5. Crow, M.J. (2005). Pre-Tertiary Stratigraphy and Tectonic Evolution of Sumatra. 30th Annual Convention Proceedings Indonesian Petroleum Association
  6. Ginger, D., dan Fielding, K. (2005). The Petroleum System and Future Potential of The South Sumatra Basin. Proccedings The Indonesian Petroleum Association 30th Annual Convention
  7. Firmansyah, Y. (2016). Karakteristik Reservoir Formasi Talang Akar pada Cekungan Sumatra Selatan. Jurnal Geologi dan Sumberdaya Mineral, 17(2), 85-95
  8. Fossen, H. (2010). Structural Geology. Cambridge University Press
  9. Kendall, C.G. 2005. Sequence Stratigraphy. USA: University of South Carolina
  10. Kusnama. (1992). Stratigrafi dan Sedimentasi Formasi Gumai di Cekungan Sumatra Selatan. Proceedings Indonesian Petroleum Association, 21st Annual Convention
  11. Nichols, G. (2009). Sedimentology and Stratigraphy. United Kingdom: Wiley-Blackwell
  12. Pfiffner, O.A., (2017). Thick-Skinned and Thin-Skinned Tectonics: A Global Perspective, DOI: 10.20944/preprints201707.0020.v1
  13. Pulunggono, A. Haryo, A., dan Kosuma, C.G. (1992). Pre-Tertiary and Tertiary Fault system as a framework of the South Sumatra Basin; A Study of SAR-MAPSS. Proccedings IPA 13th Annual Convention
  14. Susilowati. (2009). Studi Lingkungan Pengendapan Formasi Baturaja Berdasarkan Analisis Fasies Karbonat. Jurnal Geologi Indonesia, 4(3), 157-168
  15. van Wagoner, J.C., Mithcum, R.M., Campion, K.M., dan Rahmanian, V.D. (1990). Siliciclastic Sequence Stratigraphy in Well Logs, Cores, and Outcrops. USA : The American Association of Petroleum Geologists
  16. Veeken, P.C.H. (2007). Seismic Stratigraphy, Basin Analysis and Reservoir Characterisation. Amsterdam: Elsevier Ltd

Last update:

No citation recorded.

Last update:

No citation recorded.