Genesis dan Karakteristik Endapan Zeolit Desa Hargomulyo dan Sekitarnya, Kecamatan Gedangsari, Gunung Kidul, Daerah Istimewa Yogyakarta

*Kiflan Muzwar -  Departemen Teknik Geologi, Fakultas Teknik, Universitas Diponegoro, Indonesia
Wahju Krisna Hidajat -  Departemen Teknik Geologi, Fakultas Teknik, Universitas Diponegoro, Indonesia
Tri Winarno -  Departemen Teknik Geologi, Fakultas Teknik, Universitas Diponegoro, Indonesia
Published: 31 Mar 2018.
Open Access Copyright 2018 Jurnal Geosains dan Teknologi

Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.
Citation Format:
Article Info
Section: Articles
Language: ID
Full Text:
Statistics: 258 545
Abstract
Kabupaten Gunungkidul, salah satunya di Hargomulyo, Kecamatan Gedangsari, dikenal memiliki komoditas tambang non-logam zeolit. Diperlukan penelitian lanjut untuk mengetahui karakteristik zeolit tersebut. Daerah ini termasuk ke dalam bagian Pegunungan Selatan. Daerah penelitian pada Peta Geologi lembar Surakarta – Giritontro tahun 1992 tersusun dari Formasi Kebobutak Oligosen dan Formasi Semilir Miosen Awal yang tersusun oleh batuan sedimen dengan komposisi dominan vulkanik. Pada sebagian batuan sedimen vulkanik sudah teralterasi menjadi zeolit, yang berdasarkan peneliti terdahulu termasuk ke dalam Formasi Kebobutak. Penelitian bertujuan untuk mengetahui genesis, karakteristik, arahan pemanfaatan zeolit di daerah penelitian. Observasi lapangan dilakukan untuk memperoleh data geologi, dilanjutkan dengan analisis di laboratorium. Analisis yang dilakukan pada sampel zeolit berupa analisis petrografi untuk menentukan penamaan batuan, sedangkan analisis X-Ray Diffraction (XRD) dan X-Ray Fluorensence (XRF) untuk mengetahui jenis mineral penyusun. Zeolit pada daerah penelitian memiliki nama petrografis Vitric Tuff terubah (Pettijohn, 1975 dengan modifikasi). Hasil XRD dan XRF menyebutkan sampel zeolit di daerah penelitian didominasi mordenit, klinoptilolit dan heulandit. Genesis dari zeolit pada daerah penelitian merupakan hasil alterasi akibat kontak dengan airtanah, ditandai dengan mineral zeolit, yaitu mordenit dan klinoptilolit (Suhala dan Arifin, 1997). Faktor lain alterasi adalah pengaruh diagenetik, diindikasikan dengan keberadaan Heulandit. Dengan mineral zeolit yang dominan adalah mordenit, klinoptilolit dan heulandit, yang mendukung interpretasi genesis dari zeolit yang terbentuk dari alterasi airtanah dan proses diagenetik. Pemanfaatan yang tepat untuk zeolit dari daerah penelitian adalah untuk bidang pertanian, peternakan, dan perikanan.
Keywords
zeolit, Hargomulyo, mineral zeolit, genesis zeolit

Article Metrics:

  1. Kusdarto, 2008. Potensi Zeolit di Indonesia. Pusat Sumber Daya Geologi, Badan Geologi, Departemen Energi dan Sumberdaya Mineral, Bandung.
  2. Pettijohn, F. J., 1975. Sedimentary Rocks, 2nd Edition. Harper and Row Publisher, New York.
  3. Suhala, S., and Arifin, M., 1997. Bahan Galian Industri. Pusat Penelitian dan Pengembangan Teknologi Mineral, Bandung.
  4. Surono, B.Toha and Sudarno I., 1992. Peta Geologi Lembar Surakarta – Giritontro. Pusat Penelitian dan Pengembangan Geologi, Bandung.