skip to main content

Pengaruh Gelombang dan Angin Terhadap Perubahan Garis Pantai Abrasi Mukomuko Tahun 2020-2025 Berdasarkan Citra Landsat 8

*Sandawya Sandawya  -  Departemen Fisika, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Universitas Bengkulu, Indonesia
Septi Johan  -  Departemen Fisika Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Universitas Bengkulu, Indonesia
Supiyati Supiyati orcid scopus  -  Departemen Fisika, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Universitas Bengkulu, Indonesia
Maura Alyafie Nurel  -  Departemen Fisika, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Universitas Bengkulu, Indonesia

Citation Format:
Abstract

Pantai Abrasi merupakan salah satu pantai yang berlokasi di Kabupaten Mukomuko, di sepanjang wilayah Lintas Barat Sumatera. Akhir-akhir ini pantai Abrasi sering mengalami perubahan garis pantai yang sangat cepat disebabkan oleh dinamika pasang surut, serta gelombang yang dibangkitkan oleh angin. Kondisi ini jika tidak ditangani secara cepat akan menyebabkan masalah dan kerugian yang lebih besar. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi gelombang dan angin terhadap perubahan garis pantai Abrasi Mukomuko dan menentukan kecepatan perubahan garis pantai Abrasi Mukomuko. Data yang digunakan adalah data sekunder, berupa data angin bulanan tahun 2025, bersumber dari situs Marine Copernicus, data pasang surut perjam tahun 2025, bersumber dari dari Sistem Referensi Geospasial Indonesia (SRGI), data gelombang bulanan tahun 2025, bersumber dari situs Marine Copernicus dan perubahan garis pantai tahun 2020-2025, bersumber dari Citra Landsat United States Geological Survey (USGS), selanjutnya dilakukan analisis secara deskriptif dan kuantitatif. Hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa angin dan gelombang mempengaruhi terjadinya perubahan garis pantai Abrasi Mukomuko, ketika terjadinya abrasi gelombang memiliki ketinggian terbesar 2,75-2,76 m dan angin yang bertiup berkecepatan 3,82-5,7 m/s. Berdasarkan data citra satelit yang dipetakan per 2 bulan selama satu tahun terlihat abrasi paling besar terjadi pada bulan Maret- Mei sebesar -4,78 m dan abrasi terendah terjadi pada bulan Mei-Juli sebesar -4,34 m. Akresi terbesar terjadi pada bulan Juli-September sebesar 7,93 m dan akresi terendah terjadi pada bulan Februari-Maret sebesar 1,8 m. Total perubahan garis pantai yang terjadi di Pantai Abrasi Mukomuko sebesar 1,16 m/ 2 bulan, dan hasil pengukuran lapangan diperoleh total nilai perubahan garis pantai selama setahun sebesar 0,55 m/ 2 bulan. Berdasarkan data citra satelit selama 5 tahun (2020-2025), diperoleh total perubahan garis pantai di Pantai Abrasi Mukomuko sebesar 4,2 m/tahun.

 

Keywords: Perubahan Garis Pantai; USGS; Abrasi; Akresi; Mukomuko

Article Metrics:

Article Info

Last update:

No citation recorded.

Last update:

No citation recorded.