skip to main content

Studi Kandungan dan Sebaran Fosfat Serta Klorofil-A Sebagai Indikator Kesuburan di Perairan Pekalongan

*Salma Ayu Sasmita  -  Departemen Oseanografi, Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro, Indonesia
Muhammad Zainuri orcid scopus  -  Departemen Oseanografi, Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro, Indonesia
Kunarso Kunarso orcid scopus  -  Departemen Oseanografi, Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro, Indonesia
Heryoso Setiyono orcid scopus  -  Departemen Oseanografi, Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro, Indonesia
Yusuf Jati Wijaya orcid scopus  -  Departemen Oseanografi, Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro, Indonesia
Open Access Copyright 2026 Indonesian Journal of Oceanography
Creative Commons License This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.

Citation Format:
Abstract

Perairan Pekalongan merupakan wilayah pesisir Utara Jawa Tengah yang menerima tekanan tinggi akibat kegiatan pengembangan, seperti industri batik, perikanan serta UMKM yang memanfaatkan sungai, muara, dan perairan pantai sebagai tempat pembuangan limbah. Penelitian sebelumnya menunjukkan buangan limbah pada peraiaran Pekalongan memiliki kandungan logam berat (Cd, Pb, Cu, dan Zn) yang tinggi, ditambah banjir rob akibat kenaikan muka air laut. Penelitian ini bertujuan menganalisis konsentrasi dan pola persebaran fosfat dan klorofil-a sebagai indikator kesuburan perairan. Peningkatan masukan nutrien, khususnya fosfat, berperan langsung terhadap konsentrasi klorofil-a sebagai indikator biomassa fitoplankton dan kondisi trofik perairan. Pengambilan data dilakukan pada 20 stasiun pada muara sungai Loji dan Sengkarang. Fosfat dianalisa menggunakan metode Strickland dan Parsons (1977)  sedangkan klorofil-a dengan metode APHA (2005), kemudian dipetakan yang diolah pada software ArcGIS. Hasil penelitian menunjukkan bahwa konsentrasi fosfat berada pada kisaran 0,017-3,419 mg/L (rata-rata 0,386mg/L), mengindikasikan bahwa perairan Pekalongan telah melampaui ambang batas nutrien sedang hingga tinggi, terutama pada area muara yang menjadi titik masuk utama limbah dari daratan. Konsentrasi klorofil-a berkisar antara 0,059-1,334 mg/  (rata-rata 0,404 mg/ ), mengidentifikasikan kondisi autrofikasi rendah. Pola persebaran kedua parameter memperlihatkan nilai tertinggi di muara dan menyebar mengikuti arus pasang-surut dari tenggara ke timur laut menuju perairan lepas.

Fulltext View|Download
Keywords: Fosfat; Klorofil-a; Sebaran; Loji-Sengkarang; Pekalongan

Article Metrics:

Last update:

No citation recorded.

Last update:

No citation recorded.