skip to main content

Analisis Batimetri untuk Evaluasi Pendangkalan di Kolam Pelabuhan Perikanan Nusantara Pekalongan, Kota Pekalongan

*Alvaro Theondra Undap  -  Departemen Oseanografi, Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro, Indonesia
Alfi Satriadi  -  Departemen Oseanografi, Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro, Indonesia
Sugeng Widada  -  Departemen Oseanografi, Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro, Indonesia

Citation Format:
Abstract

Kolam Pelabuhan Perikanan Pekalongan Nusantara merupakan salah satu infrastruktur penting di sektor perikanan yang berfungsi sebagai tempat sandar kapal yang akan memuat dan membongkar ikan. Seiring berjalannya waktu, kolam pelabuhan tersebut mengalami masalah pendangkalan. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan kondisi morfologi dan mengevaluasi pendangkalan yang berkaitan dengan keselamatan kapal. Metode yang digunakan adalah kondensasi, penggambaran morfologi, dan analisis kesesuaian kedalaman kapal. Data yang digunakan terdiri dari data pengeboran tahun 2022, data kedalaman kapal, dan data ketinggian pasang surut yang diperoleh dari BIG. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Kolam Pelabuhan Perikanan Nusantara Pekalongan memiliki kedalaman terendah 0,54 meter dan kedalaman tertinggi 2.982 meter. Secara keseluruhan, persentase kemiringan dasar laut rata-rata di Kolam Pelabuhan Perikanan Pekalongan Nusantara sekitar 3,332%, yang menunjukkan bahwa kolam pelabuhan ini memiliki kemiringan dasar laut yang landai. Berdasarkan rencana kedalaman, kapal yang diperbolehkan masuk ke pelabuhan adalah kapal dengan kedalaman maksimum 3,068 meter. Oleh karena itu, perencanaan pengerukan diperlukan untuk menjaga kedalaman kolam pelabuhan agar tetap aman bagi kapal.

Keywords: Pelabuhan; Kolam Pelabuhan; Batimetri; Pasang Surut; Pendangkalan

Article Metrics:

Article Info

Last update:

No citation recorded.

Last update:

No citation recorded.