BibTex Citation Data :
@article{Halal32550, author = {Vrisko Vachruddin and Vivin Ainiyah}, title = {Potensi Industri Makeup Syar’i di Indonesia: Kajian Literatur atas Kehalalan Bahan, Permeabilitas Air, dan Prinsip Maqasid Syariah}, journal = {Indonesia Journal of Halal}, volume = {9}, number = {1}, year = {2026}, keywords = {kosmetik halal; makeup syar’i; permeabilitas air; maqasid syariah; sertifikasi halal,; industri kosmetik Indonesia.}, abstract = { Industri kosmetik di Indonesia menunjukkan pertumbuhan yang signifikan seiring dengan meningkatnya jumlah pembeli, berkembangnya merek lokal, serta meningkatnya kesadaran konsumen akan pentingnya penggunaan produk yang halal dan aman. Dalam konteks masyarakat Muslim, kosmetik tidak hanya dipandang dari aspek estetika, tetapi juga dari kesesuaian bahan yang halal, keamanan penggunaan, serta implikasinya terhadap pelaksanaan ibadah, khususnya wudhu ( wudhu-friendly ). Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji potensi pengembangan produk makeup syar’i di Indonesia melalui pendekatan studi literatur. Fokus utama kajian meliputi kehalalan bahan, permeabilitas air, serta penerapan prinsip maqasid syariah dalam pengembangan produk kosmetik. Hasil kajian menunjukkan bahwa industri makeup syar’i memiliki peluang besar untuk berkembang. Hal ini didukung oleh penguatan regulasi sertifikasi halal, dominasi populasi Muslim, ketersediaan sumber daya bahan alami lokal, serta meningkatnya preferensi konsumen terhadap produk halal. Terdapat sejumlah tantangan yang perlu diperhatikan saat menjadi konsumen produk kosmetik. Ada beberapa bahan kosmetik yang masih berada dalam kategori kritis dari perspektif kehalalan. Klaim produk yang bersifat water-permeable atau ramah terhadap wudu memerlukan pembuktian ilmiah yang valid dan terstandardisasi. Rendahnya tingkat literasi sebagian konsumen terkait perbedaan antara kosmetik halal, aman, dan wudhu-friendly juga menjadi kendala dalam pengembangan industri ini. Dengan demikian, diperlukan sinergi antara produsen, regulator, lembaga sertifikasi MUI, akademisi, dan konsumen untuk mendorong pengembangan industri makeup syar’i yang tidak hanya kompetitif, tetapi juga memenuhi prinsip kehalalan, kesehatan, keberlanjutan, dan kemaslahatan. }, issn = {2656-4963}, doi = {10.14710/halal.v9i1.32550}, url = {https://ejournal2.undip.ac.id/index.php/ijh/article/view/32550} }
Refworks Citation Data :
Industri kosmetik di Indonesia menunjukkan pertumbuhan yang signifikan seiring dengan meningkatnya jumlah pembeli, berkembangnya merek lokal, serta meningkatnya kesadaran konsumen akan pentingnya penggunaan produk yang halal dan aman. Dalam konteks masyarakat Muslim, kosmetik tidak hanya dipandang dari aspek estetika, tetapi juga dari kesesuaian bahan yang halal, keamanan penggunaan, serta implikasinya terhadap pelaksanaan ibadah, khususnya wudhu (wudhu-friendly). Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji potensi pengembangan produk makeup syar’i di Indonesia melalui pendekatan studi literatur. Fokus utama kajian meliputi kehalalan bahan, permeabilitas air, serta penerapan prinsip maqasid syariah dalam pengembangan produk kosmetik. Hasil kajian menunjukkan bahwa industri makeup syar’i memiliki peluang besar untuk berkembang. Hal ini didukung oleh penguatan regulasi sertifikasi halal, dominasi populasi Muslim, ketersediaan sumber daya bahan alami lokal, serta meningkatnya preferensi konsumen terhadap produk halal. Terdapat sejumlah tantangan yang perlu diperhatikan saat menjadi konsumen produk kosmetik. Ada beberapa bahan kosmetik yang masih berada dalam kategori kritis dari perspektif kehalalan. Klaim produk yang bersifat water-permeable atau ramah terhadap wudu memerlukan pembuktian ilmiah yang valid dan terstandardisasi. Rendahnya tingkat literasi sebagian konsumen terkait perbedaan antara kosmetik halal, aman, dan wudhu-friendly juga menjadi kendala dalam pengembangan industri ini. Dengan demikian, diperlukan sinergi antara produsen, regulator, lembaga sertifikasi MUI, akademisi, dan konsumen untuk mendorong pengembangan industri makeup syar’i yang tidak hanya kompetitif, tetapi juga memenuhi prinsip kehalalan, kesehatan, keberlanjutan, dan kemaslahatan.
Article Metrics:
Last update:
The Indonesian Journal of Health (IJH) is committed to supporting open access to scientific knowledge. All articles published in IJH are licensed under the Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License (CC BY-SA 4.0).
Under this license, authors retain the copyright to their work while allowing the public to share, copy, redistribute, adapt, or build upon the material for any purpose, including commercial uses.
However, users must provide proper attribution to the original authors and IJH, and distribute any derivative works under the same license terms. Complete information regarding this license can be accessed at http://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0.
CC BY SA @PKHUNDIP Halal Center Diponegoro University
THe IJH published by Pusat Kajian Halal Universitas Diponegoro in colaboration with Konsorsium Halal Jawa Tengah