skip to main content

Potensi Industri Makeup Syar’i di Indonesia: Kajian Literatur atas Kehalalan Bahan, Permeabilitas Air, dan Prinsip Maqasid Syariah

*Vrisko Putra Vachruddin  -  Universitas Maarif Hasyim Latif, Indonesia
Vivin Nur Ainiyah  -  Universitas Maarif Hasyim Latif, Jl. Raya Ngelom Megare No.30, Ngelom, Kec. Taman, Kabupaten Sidoarjo, Jawa Timur 61257, Indonesia
Open Access Copyright (c) 2026 Indonesia Journal of Halal under http://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0.

Citation Format:
Abstract

Industri kosmetik di Indonesia menunjukkan pertumbuhan yang signifikan seiring dengan meningkatnya jumlah pembeli, berkembangnya merek lokal, serta meningkatnya kesadaran konsumen akan pentingnya penggunaan produk yang halal dan aman. Dalam konteks masyarakat Muslim, kosmetik tidak hanya dipandang dari aspek estetika, tetapi juga dari kesesuaian bahan yang halal, keamanan penggunaan, serta implikasinya terhadap pelaksanaan ibadah, khususnya wudhu (wudhu-friendly). Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji potensi pengembangan produk makeup syar’i di Indonesia melalui pendekatan studi literatur. Fokus utama kajian meliputi kehalalan bahan, permeabilitas air, serta penerapan prinsip maqasid syariah dalam pengembangan produk kosmetik. Hasil kajian menunjukkan bahwa industri makeup syar’i memiliki peluang besar untuk berkembang. Hal ini didukung oleh penguatan regulasi sertifikasi halal, dominasi populasi Muslim, ketersediaan sumber daya bahan alami lokal, serta meningkatnya preferensi konsumen terhadap produk halal. Terdapat sejumlah tantangan yang perlu diperhatikan saat menjadi konsumen produk kosmetik. Ada beberapa bahan kosmetik yang masih berada dalam kategori kritis dari perspektif kehalalan. Klaim produk yang bersifat water-permeable atau ramah terhadap wudu memerlukan pembuktian ilmiah yang valid dan terstandardisasi. Rendahnya tingkat literasi sebagian konsumen terkait perbedaan antara kosmetik halal, aman, dan wudhu-friendly juga menjadi kendala dalam pengembangan industri ini. Dengan demikian, diperlukan sinergi antara produsen, regulator, lembaga sertifikasi MUI, akademisi, dan konsumen untuk mendorong pengembangan industri makeup syar’i yang tidak hanya kompetitif, tetapi juga memenuhi prinsip kehalalan, kesehatan, keberlanjutan, dan kemaslahatan.

Keywords: kosmetik halal; makeup syar’i; permeabilitas air; maqasid syariah; sertifikasi halal,; industri kosmetik Indonesia.

Article Metrics:

Article Info
Section: Research Articles
Language : ID
  1. Abdullah, S. M., & Ahmad, C. M. (2018). Hukum Penggunaan Plasenta Haiwan dalam Produk Kecantikan di Malaysia. Journal of Contemporary Islamic Law, 3
  2. Abdullah, S. S., Sirajuddin, M. D. M., & Kadir, A. R. A. (2022). Ablution-Friendly Cosmetics: Analysis From Fiqh Perspective. 28(2)
  3. Academy of Contemporary Islamic Studies (ACIS), Universiti Teknologi MARA, 88997, Kota Kinabalu, Sabah Malaysia., Ahmadun, M., Sarah Izham, S., Rahman, F. (2023). Maqasid Syariah And Cosmetic Products Selection: Toxics Substances Prevention. International Journal of Advanced Research, 11(09), 1388–1397. https://doi.org/10.21474/IJAR01/17658
  4. Fatwa-MUI. (2013). Fatwa-MUI-No.26-tahun-2013-Standar-Kehalalan-Produk-Kosmetika-dan-Penggunaannya
  5. Hastuti, T. (2020). Diajukan Untuk Melengkapi Tugas-tugas dan Memenuhi Syarat-syarat Guna Mendapatkan Gelar Sarjana S1 dalam Hukum Ekonomi Syariah
  6. Jawahir, H. (2024). Kehalalan Kosmetik Waterproof Terhadap Sahnya Wudhu; Analisis Fatwa Mui Nomor 26 Tahun 2013 Tentang Standar Kehalalan Produk Kosmetik
  7. Latifah, S. N. (2023). Perilaku Konsumen Produk Halal dalam Kerangka Maqashid Syariah: Integrasi TPB, Life Style, dan Health Consciousness. Life Style
  8. Muhammad Fadil, N. A., Borhan, F. P., Muhammad Syukri Mohd Ashmir Wong, Nur Hafizah Harun, & Norazlina Mamat. (2026). Cognizance Halal and Wudhu-Friendly Cosmetics Among Halal Management Undergraduates. Journal of Halal Science and Management Research, 2(1), 48–65. https://doi.org/10.24191/jhsmr.v2i1.10902
  9. Nusran, M., Haming, P., Prihatin, E., Hasrin, S. M., & Abdullah, N. (2021). Edukasi Gaya Hidup Halal di Kalangan Komunitas Generasi Milenial. International Journal Mathla’ul Anwar of Halal Issues, 1(2), 1–10. https://doi.org/10.30653/ijma.202112.20
  10. Sara, S. K., Ahmad, R. M., & Arkiang, F. (2022). Pengaruh Kesadaran Halal Terhadap Minat Beli Kosmetik Halal. Jurnal Asy-Syarikah: Jurnal Lembaga Keuangan, Ekonomi dan Bisnis Islam, 4(1), 21–37. https://doi.org/10.47435/asy-syarikah.v4i1.820
  11. Septianda, T., & Priantina, A. (2024). Gen Z and Halal Local Cosmetics. Airlangga Journal of Innovation Management, 5(2), 201–214. https://doi.org/10.20473/ajim.v5i2.56338
  12. Septiani, S., & Indraswari, R. (2019). Faktor-Faktor yang Memengaruhi Perilaku Konsumen Produk Kosmetik Halal di Kota Bogor. Jurnal Manajemen dan Organisasi, 9(1), 59. https://doi.org/10.29244/jmo.v1i1.25370
  13. Srisusilawati, P., Hardianti, P. D., Erlianti, N., Pitsyahara, I. R., & Nuraeni, S. K. (2022). Implementasi Maqashid Syariah Terhadap Produk Perbankan Syariah. Al-Mustashfa: Jurnal Penelitian Hukum Ekonomi Syariah, 7(1), 1. https://doi.org/10.24235/jm.v7i1.8409
  14. Sugibayashi, K., Yusuf, E., Todo, H., Dahlizar, S., Sakdiset, P., Arce, F. J., & See, G. L. (2019). Halal Cosmetics: A Review on Ingredients, Production, and Testing Methods. Cosmetics, 6(3), 37. https://doi.org/10.3390/cosmetics6030037
  15. Syahir Bahar Asyari. (2025). Inovasi Marketing Halal Lifestyle dalam Perkembangan Ekonomi Syariah. https://doi.org/10.5281/ZENODO.15703799
  16. Syarifan, M. (2025). Hukum Wudu Bagi Pengguna Kosmetik Waterproof Dalam Perspektif MUI Langkat
  17. Umbarani, E. M., & Fakhruddin, A. (2021). Konsep Mempercantik Diri Dalam Prespektif Islam Dan Sains. Jurnal Dinamika Sosial Budaya, 23(1), 115–125. https://doi.org/10.26623/jdsb.v23i1.2974

Last update:

No citation recorded.

Last update:

No citation recorded.