skip to main content

Urgensi Ketersediaan Ruang Terbuka Hijau sebagai Ruang Publik dalam Tata Kota Berwawasan Lingkungan Hidup

*F.C. Susila Adiyanta  -  Fakultas Hukum, Universitas Diponegoro, Jl. Prof. Sudarto, SH, Tembalang, Semarang, Indonesia 50275 || Indonesia, Universitas Diponegoro, Indonesia
Published: 1 Oct 2018.

Citation Format:
Abstract

The development of urban areas carried out by the government and the private sector as an activity can affect and bring impacts on the environment and the surrounding environment. The trend of increasing urbanization in urban areas in various cities in Indonesia, including Semarang as an urban destination, generally raises various problems, the lack of availability of various service facilities for primary community life needs, especially residential issues and other public facilities, namely various facilities transportation, decreasing the quality of the urban environment and the ineffectiveness and efficiency of the land and space used plan regulation. Departing from the reality of the above problems, the focus of the study in this article is what is the urgency of the availability of public green open spaces in sustainable urban spatial planning.

The results of the research on the topics raised in this article are briefly formulated, namely: a) Availability of public space and green open space (RTH) is an integral and inseparable part of urban spatial planning; b) Public spaces and urban green spaces have a main and strategic function for the social interaction of urban communities, the heart of the balance of ecosystems and the environment of the city, and as a manifestation of social, economic, cultural values and actualization of the face of urban life; and c) Sustainable management, designation and utilization of public space and green open space can be carried out optimally from synergies between city government, the private sector and the community. Recommendations from this study are: a) Realization of management, designation, and utilization of public spaces and green and sustainable open spaces can be done formally and informally by the city government with the support of the private sector and the community. b) Policies and arrangements for urban area development must be based on a plan for sustainable urban spatial planning and attention to environmental aspects in addition to economic and social aspects; c) to be able to realize the functions and designation of public spaces and green open spaces whose concessions and sustainability are in accordance with the development plan and urban spatial planning, it is necessary to enforce the law and impose strict and severe sanctions on all parties who violate the law.

 

Fulltext View|Download
Keywords: Green Open Space, Public Space, Green Open Space, Public Space, Environmental Oriented City Planning

Article Metrics:

  1. Achmad Soebana, 1998, Adaptasi Pelayanan Ijin Investasi Terhadap Perubahan Lingkungan, Citra Aditya Bhakti, Bandung
  2. Achmad Erani Yustika, 2000, Industrialisai Pinggiran, Pustaka Pelajar, Yogyakarta
  3. B. Arief Sidharta (Et.Al), 1998, Butir-Butir Gagasan Tetang Penyelenggaraa Hukum dan Pemerintahan Yang Layak, Citra Aditya Bhakti, Bandung
  4. BN. Marbun, 1998, kota Indonesia Masa Depan, Masalah dan Prospek, Penerbit Erlangga, Jakarta
  5. Dunkerley, H.B., Urban Land Policy : Issues and Opportunities. Washington D.C.: Oxford University Press, 1983
  6. Daud M. Silalahi, Hukum Lingkungan Dalam Sistem Penegakan Hukum Lingkungan Indonesia, Alumni, Bandung, 1998
  7. Daniel Mudiarso, CDM, Mekanisme Pembangunan Bersih, Penerbit Buku Kompas, Jakarta 2003
  8. Djenal Hoesien Koesoemahatmadja, Pokok-Pokok Hukum Tata Usaha Negara I, Citra Aditya Bhakti, Bandung, 1990
  9. Emil Salim, Pembangunan Berwawasan Lingkungan, LP3ES, Jakarta 1993
  10. Eko Budiharjo, Sejumlah Masalah Pemukiman Kota, Penerbit Alumni, Bandung, 1998
  11. Miriam Budiardjo, Dasar-Dasar Ilmu Politik, Penerbit Gramedia, Jakarta, 1987
  12. Otto Soemarwoto, Ekologi, Lingkungan Hidup dan Pembangunan, Gadjahmada University Press, Yogyakarta, 1997
  13. _______________, Analisis Mengenai Dampak Lingkungan, Gadjahmada University Press, Yogyakarta, 1997
  14. Philipus M. Hajon, Penegakan Hukum Administrasi Dalam Pengelolaan Lingkungan Hidup, Citra Aditya Bhakti, Bandung 1998
  15. PJM Nas, Kota di Dunia Ketiga, Suatu Pengantar Sosiologi Kota, Bharata Karya, Jakarta, 1998
  16. Pontoh, Nia. dan Kustiawan, Iwan, Pengantar Perencanaan Perkotaan. Penerbit ITB. Bandung, 2009
  17. Purnomohadi, N., Ruang Terbuka Hijau Sebagai Unsur Utama Tata Ruang Kota. Jakarta: Direktorat Jenderal Penataan Ruang Departemen Pekerjaan Umum, 2006
  18. Artikel dan Makalah
  19. Bappeda DKI dan P3WT ITB, Peranserta Masyarakat Dalam Perencanaan Tata Ruang dan Pembangunan, Jakarta, 2001
  20. Hairi Hadi, Strategi Pembangunan Kota-Kota Dalam Mewujudkan Kesatuan Ekonomi Nasional, Majalah Prisma No. 1 Tahun 1998
  21. Philipus M. Hajon, Penegakan Hukum Administrasi dalam Pengelolaan Lingkungan Hidup, Makalah Seminar Lingkungan Hidup, FH Uii, Yogyakarta, Tanggal 26 Februari 1998
  22. ________________, UU No. 23 Tahun 1997 dan Penegakan Hukumnya Ditinjau Dari Aspek Hukum Administrasi, Makalah Seminar Nasional Kajian Dan Sosialisasi Uu No. 23 Tahun 1997 Tentang Pengelolaan Lingkungan Hidup, Fh Undip, Semarang, Tanggal 21 Februari 1998
  23. Sjachran Basah, Sistem Perijinan Sebagai Instrument Pengendali Lingkungan Hidup, KLH Bekerjasama Dengan Mandate Compliance And Enforcement Program Bappedal, Jakarta, Tanggal 1-2 Mei 2001
  24. Surat Kabar dan Majalah
  25. Harian Kompas Tanggal 22 Februari 2010
  26. Harian Jawa Pos Tanggal 6 Februari 2011
  27. Harian Kompas Tanggal 31 Januari 2011
  28. Harian Kompas Tanggal 27 Februari 2011
  29. Perundang-undangan
  30. UU No. 5 Tahun 1960 tentang Peraturan Dasar Pokok-Pokok Agraria
  31. UU No. 4 Tahun 1992 tentang Perumahan dan Permukiman
  32. Undang-Undang No. 23 Tahun 1997 tentang Pengelolaan Lingkungan Hidup
  33. UU No. 26 Tahun 2007 tentang Penataan Ruang
  34. Peraturan Pemerintah No. 63 Tahun 2002 tentang Hutan Kota
  35. Peraturan Pemerintah No. 16 Tahun 2004 tentang Penatagunaan Tanah
  36. Instruksi Menteri Dalam Negeri No. 14 Tahun 1998. Penataan Ruang Terbuka Hijau Di Wilayah Perkotaan
  37. Peraturan Menteri Pekerjaan Umum No. 05/PRT/M/2008 tentang pedoman penyediaan dan Pemanfaatan Ruang terbuka Hijau di Kawasan Perkotaan
  38. Peraturan Daerah Propinsi Jawa Tengah Nomor 21 Tahun 2003 tentang Rencana Tata Ruang Wilayah Propinsi Jawa Tengah (Lembaran Daerah Propinsi Jawa Tengah Tahun 2003 Nomor 133)
  39. Peraturan Daerah Propinsi Jawa Tengah Nomor 22 Tahun 2003 tentang Kawasan Lindung Propinsi Jawa Tengah (Lembaran Daerah Propinsi Jawa Tengah Tahun 2003 Nomor 134)
  40. Peraturan Daerah Kota Semarang Nomor 5 Tahun 2004 tentang Rencana Tata Ruang Wilayah Kota Semarang Tahun 2000 – 2010 (Lembaran Daerah Kota Semarang Tahun 2004 Nomor 5 Seri E)
  41. Peraturan Daerah Kota Semarang Nomor 13 Tahun 2006 tentang Pengendalian Lingkungan Hidup (Lembaran Daerah Kota Semarang Tahun 2007 Nomor 2 Seri E, Tambahan Lembaran Daerah Kota Semarang Nomor 2)
  42. Peraturan Daerah Kota Semarang No. 7 Tahun 2010 tentang Penataan Ruang Terbuka Hijau (RTH)

Last update:

No citation recorded.

Last update:

No citation recorded.