skip to main content

PENGUASAAN FISIK TANAH SEBAGAI ALAT BUKTI KEPEMILIKAN TANAH ULAYAT DI PENGADILAN

*Safrin Salam orcid scopus publons  -  Fakultas Hukum, Universitas Muhammadiyah Buton, Indonesia
Open Access Copyright (c) 2023 CREPIDO under http://creativecommons.org/licenses/by-nc-sa/4.0.

Citation Format:
Abstract

Sengketa tanah ulayat masih menjadi masalah hukum di Indonesia. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaturan tanah ulayat masyarakat hukum adat Lapandewa Kaindea dan untuk menemukan model penguasaan fisik tanah sebagai alat bukti kepemilikan tanah ulayat. Penelitian ini menggunakan jenis penelitian yuridis normatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengaturan tanah ulayat Masyarakat Hukum Adat Lapandewa Kaindea belum merujuk kepada ketentuan Peraturan Menteri Agraria dan Tata Ruang/Kepala Badan Pertanahan Nasional RI Nomor 10 Tahun 2016 Tentang Tata Cara Penetapan Hak Komunal atas Tanah Masyarakat Hukum Adat dan Masyarakat yang Berada Dalam Kawasan Tertentu bahkan ketika terjadi sengketa tanah ulayat antara masyarakat Lapandewa Kaindea bukti-bukti kepemilikan tanah ulayat belum merujuk pada hukum pendaftaran tanah sedangkan surat keterangan penguasaan fisik tanah dapat dijadikan alat bukti kepemilikan tanah ulayat sepanjang perolehan tanah ulayat sesuai dengan ketentuan Pasal 24 ayat (2) PP Nomor 24 Tahun 1997 tentang Pendaftaran Tanah.

Fulltext View|Download
Keywords: Penguasaan Fisik Tanah; Alat Bukti; Tanah Ulayat; Pengadilan

Article Metrics:

  1. Andrijasari, I, A Cengkeng, and S Sirajuddin. “Analisis Penyelesaian Sengketa Bukti Kepemilikan Hak Atas Tanah Ganda Di Kota Batu.” Legal Spirit, 2022. https://doi.org/https://doi.org/10.31328/ls.v5i2.3627
  2. Arisaputra, M I, and S W A Mardiah. “Kedudukan Hukum Tanah Adat Dalam Pengembangan Administrasi Pertanahan Di Indonesia: Studi Komparatif.” Amanna Gappa 27, no. 2 (2019). https://journal.unhas.ac.id/index.php/agjl/article/view/8338
  3. Bahmid, B, and I Pratiwi. “Penyelesaian Sengketa Atas Kepimilikan Alas Hak Atas Tanah Rangkap Dengan Objek Fisik Tanah Yang Sama Studi Putusan Mahkamah Agung Nomor 2902 K/Pdt ….” Seminar Nasional Multi Disiplin Ilmu …, 2020. http://www.jurnal.una.ac.id/index.php/semnasmudi/article/view/1584
  4. Citrawan, Fitrah Akbar. “Konsep Kepemilikan Tanah Ulayat Masyarakat Adat Minangkabau.” Jurnal Hukum & Pembangunan 50, no. 3 (January 25, 2021): 586. https://doi.org/10.21143/jhp.vol50.no3.2766
  5. Fa, Julia E, James EM Watson, Ian Leiper, Peter Potapov, Tom D Evans, Neil D Burgess, Zsolt Molnár, et al. “Importance Of Indigenous Peoples’ Lands For The Conservation Of Intact Forest Landscapes.” Frontiers in Ecology and the Environment 18, no. 3 (April 6, 2020): 135–40. https://doi.org/10.1002/fee.2148
  6. Farhan, Ramzi. “Penyelesaian Sengeketa Kepemilikan Tanah Dengan Hak Eigendom (Studi Kasus Sengketa Yang Melibatkan Ahli Waris Keluarga AM Dan PT. PJ).” Indonesian Notary 3, no. 2 (2021). http://notary.ui.ac.id/index.php/home/article/view/1543
  7. Fletcher, Michael-Shawn, Tegan Hall, and Andreas Nicholas Alexandra. “The Loss of an Indigenous Constructed Landscape Following British Invasion of Australia: An Insight into the Deep Human Imprint on the Australian Landscape.” Ambio 50, no. 1 (January 6, 2021): 138–49. https://doi.org/10.1007/s13280-020-01339-3
  8. Ismi, Hayatul. “Pengakuan Dan Perlindungan Hukum Hak Masyarakat Adat Atas Tanah Ulayat Dalam Upaya Pembaharuan Hukum Nasional.” Jurnal Ilmu Hukum Riau, 2012
  9. Manan, Abdul. “Penemuan Hukum Oleh Hakim Dalam Praktek Hukum Acara Di Peradilan Agama.” Jurnal Hukum Dan Peradilan 2, no. 2 (2013): 189. https://doi.org/10.25216/jhp.2.2.2013.189-202
  10. Marzuki, Peter Mahmud. Penelitian Hukum. Jakarta: Kencana Prenada Media Group, 2013
  11. Mujiburohman, D A. “Legalisasi Tanah-Tanah Bekas Hak Eigendom.” Jurnal Yudisial, 2021. https://www.academia.edu/download/66755472/Legalisasi_eigendon_Jurnal_KY.pdf
  12. Muwahid. Pokok-Pokok Hukum Agraria. Surabaya: UIN Sunan Ampel Press, 2016
  13. Oktaviani, A, and S H Harjono. “Kekuatan Pembuktian Surat Letter C Dalam Pemeriksaan Sengketa Tanah Di Persidangan.” Verstek, n.d. https://doi.org/https://doi.org/10.20961/jv.v7i1.30038
  14. Resmini, Wayan. “Hak Atas Tanah Adat Dan Permasalahannya.” GARA 13, no. 1 (2019): 120–25
  15. Saija, Ronald, Fransiscus X V R Letsoin, Rory Jeff Akyuwen, and Pieter Radjawane. “Status Kepemilikan Hak Atas Tanah Adat Marga Dalam Kebijakan Penataan Aset Reforma Agraria Di Kabupaten Maluku Tenggara.” SASI 26, no. 1 (May 19, 2020): 99. https://doi.org/10.47268/sasi.v26i1.246
  16. Salam, Safrin. “Perlindungan Hukum Masyarakat Hukum Adat Atas Hutan Adat.” Jurnal Hukum Novelity 7, no. 2 (2016): 209–24
  17. Saranani, A M. “Tinjauan Hukum Tentang Pembuktian Sertifikat Dalam Penyelesaian Sengketa Tanah.” SIBATIK JOURNAL: Jurnal Ilmiah Bidang …, 2022. http://publish.ojs-indonesia.com/index.php/SIBATIK/article/view/24
  18. Tauli-Corpuz, Vicky, Janis Alcorn, Augusta Molnar, Christina Healy, and Edmund Barrow. “Cornered By Pas: Adopting Rights-Based Approaches To Enable Cost-Effective Conservation And Climate Action.” World Development 130 (June 2020): 104923. https://doi.org/10.1016/j.worlddev.2020.104923
  19. Tehupiory, Aartje. Pentingnya Pendaftaran Tanah Di Indonesia. Jakarta: Raih Asas Sukses, 2012
  20. Thontowi, Jawahir. “Perlindungan Dan Pengakuan Masyarakat Adat Dan Tantangannya Dalam Hukum Indonesia.” Jurnal Hukum IUS QUIA IUSTUM 20 (2013): 21–36. https://doi.org/10.20885/iustum.vol20.iss1.art2
  21. Togatorop, Marulak. Perlindungan Hak Atas Tanah Masyarakat Hukum Adat Dalam Pengadaan Tanah Untuk Kepentingan Umum. Yogyakarta: STN Press, 2020
  22. Welch, James R, and Carlos E.A. Coimbra Jr. “Indigenous Fire Ecologies, Restoration, And Territorial Sovereignty In The Brazilian Cerrado: The Case Of Two Xavante Reserves.” Land Use Policy 104 (May 2021): 104055. https://doi.org/10.1016/j.landusepol.2019.104055
  23. Zefanya, A, and F X A Lukman. “Tolak Ukur Pemenuhan Penguasaan Fisik Atas Tanah Melalui Surat Pernyataan Penguasaan Fisik Bidang Tanah.” JURNAL USM LAW REVIEW, 2022. https://doi.org/http://dx.doi.org/10.26623/julr.v5i2.4878
  24. Zuhraini. Kesatuan Masyarakat Hukum Adat Dalam Dinamika Politik Hukum. Bandar Lampung: Harakindo Publishing, 2014
  25. Fadli, M., Setyawan, F., Hamidi, J., & Arsyad, I. (2014). Politik Hukum Agraria: Gagasan Pendirian Pengadilan Agraria Perspektif DPD RI
  26. Muwahid. (2016). Pokok-Pokok Hukum Agraria. Surabaya: UIN Sunan Ampel Press
  27. Tehupiory, A. (2012). Pentingnya Pendaftaran Tanah di Indonesia. Jakarta: Raih Asas Sukses
  28. Togatorop, M. (2020). Perlindungan Hak Atas Tanah Masyarakat Hukum Adat dalam pengadaan tanah untuk kepentingan Umum. Yogyakarta: STN Press
  29. Zuhraini. (2014). Kesatuan Masyarakat Hukum Adat Dalam Dinamika Politik Hukum. Bandar Lampung: Harakindo Publishing
  30. (KPA), Konsorsium Pembaharuan Agraria. “Catatan Akhir Tahun 2021 Konsorsium Pembaruan Agraria Penggusuran Skala Nasional ‘Penggusuran Skala Nasional (PSN),’” 2021
  31. Putusan Nomor : 12/Pdt.G/2021/PN PSw
  32. Undang-Undang Dasar Nomor 5 Tahun 1960 tentang Peraturan-Peraturan Dasar pokok Agraria
  33. Peraturan Pemerintah Nomor 24 Tahun 1997 tentang Pendaftaran Tanah
  34. Peraturan Menteri Pertanian dan Penataan Ruang/Kepala Badan Pertanahan Nasional Republik Indonesia Nomor 18 Tahun 2019 tentang Tata Cara Penatausahaan Tanah Ulayat Kesatuan Masyarakat Adat

Last update:

No citation recorded.

Last update:

No citation recorded.