skip to main content

Pertumbuhan dan Kandungan Antosianin Tanaman Bayam Merah (Alternanthera amoena Voss) Setelah Perlakuan Limbah Teh Pada Lama Pengomposan Yang Berbeda

*Dian Rosiana Fatikasari  -  Program Studi Biologi, Fakultas Sains dan Matematika, Universitas Diponegoro, Jl. Prof. Soedarto, SH, Tembalang, Semarang 50275, Indonesia, Indonesia
Endah Dwi Hastuti orcid scopus  -  Program Studi Biologi, Fakultas Sains dan Matematika, Universitas Diponegoro, Jl. Prof. Soedarto, SH, Tembalang, Semarang 50275, Indonesia, Indonesia
Sri Haryanti  -  Program Studi Biologi, Fakultas Sains dan Matematika, Universitas Diponegoro, Jl. Prof. Soedarto, SH, Tembalang, Semarang 50275, Indonesia, Indonesia
Open Access Copyright 2022 Buletin Anatomi dan Fisiologi (Bulletin of Anatomy and Physiology)

Citation Format:
Abstract

Pertumbuhan dan kandungan antosianin bayam merah sangat dipengaruhi oleh faktor pemupukan. Limbah teh merupakan pupuk organik yang memiliki unsur hara seperti nitrogen dan fosfor dimana penting dalam mempengaruhi pertumbuhan dan antosianin bayam merah. Penelitian bertujuan untuk mengetahui pengaruh limbah teh pada lama pengomposan yang berbeda terhadap pertumbuhan dan kandungan antosianin bayam merah. Penelitian dilakukan menggunakan Rancangan Acak Lengkap dengan 3 perlakuan dan 5 ulangan. Perlakuan yang dimaksud adalah lama pengomposan 0, 1 dan 2 minggu. Perlakuan diaplikasikan dengan cara memberikan pupuk kompos limbah teh, tanah dan sekam dengan perbandingan 1:1:1 pada tanaman bayam merah yang seragam. Parameter yang diamati adalah tinggi tanaman, jumlah daun, berat basah tanaman, berat kering tanaman, panjang akar, berat basah akar, berat kering akar, berat kering tajuk, rasio tajuk akar dan nilai antosianin. Data yang dihasilkan dianalisis menggunakan Analysis of Variance (ANOVA) dilanjutkan uji lanjut Duncan Multiple Range Test (DMRT) pada taraf signifikansi 95%. Hasil penelitian menunjukkan perbedaan lama pengomposan berpengaruh meningkatkan tinggi tanaman, berat basah tanaman, berat kering tanaman, berat basah akar, nilai antosianin dan ratio tajuk akar. Perlakuan limbah teh lama pengomposan satu minggu memberikan rerata tertinggi terhadap pertumbuhan dan kandungan antosianin tanaman bayam merah.

 

Growth of red amaranth and anthosyanin influenced by the fertilizer. Tea waste contain of nutrients such as nitrogen and phospor that important for red amaranth. The composting will effect for the fertilizer contain. Anthocyanin is a red- purple pigment. The aim of this experiment was to know the effects of tea waste in different composting time on red amaranth’s growth and anthocyanin. The design that used is Complate Random Design with 3 treatment and 5 replicates. The treatment of compost time were: 0 week, a week and 2 week. The parameters observed were plant height, leaf number, wet weight and dry weight of plant, root length, wet weight and dry weight of root, crown root ratio and anthocyanin. The result of data analysis using ANOVA followed by Duncan’s Multiple Range Test. The result showed that the difference of compost duration affected and improved the growth of plant height, leaf number, wet weight and dry weight of plant, root length, wet and dry weight of root, anthocyanin, crown root ratio. The treatment of tea waste by a week compost duration create the highest average for growth and anthocyanin of red amaranth.

Fulltext View|Download
Keywords: bayam merah; antosianin; limbah teh

Article Metrics:

  1. Adelia, P. F., Koesriharti., Sunaryo. 2013. Pengaruh Penambahan Unsur Hara Mikro (Fe dan Cu) dalam Media Paitan Cair dan Kotoran Sapi Cair terhadap Pertumbuhan dan Hasil Bayam Merah (Amaranthus tricolor L.) dengan Sistem Hidroponik Rakit Apung. Jurnal Produksi Tanaman 1(3)
  2. Adikasari, R. 2012. Pemanfaatan Ampas Teh dan Ampas Kopi Sebagai Penambah Nutrisi pada Pertumbuhan Tanaman Tomat (Solanum lycopersium) Dengan Media Hidroponik. Skripsi. Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Muhammadiyah Surakarta, Surakarta
  3. Ai, N.S., Banyo, Y. 2011. Konsentrasi Klorofil Daun Sebagai Indikator Kekurangan Air Pada Tanaman. Jurnal Ilmiah Sains 11(3), 166-173, https://doi.org/10.35799/jis.11.2.2011.202
  4. Arlinda. 2011. Study of Comparative Chemical Quality of Compost Made From Oil Palm Bunches With
  5. Activator Of Activated Sludge Coca Cola, Cocomas And Bokashi Compost. Institut Pertanian Bogor, Bogor
  6. Fahmi, A.,Syamsudin, Sri, N, H., Bostang, R. 2010. The Efect of Interaction of Nitrogen and Phospohorus Nutrient on Maize( Zea mays L) Grown In Regosol and Latosol Soils. Biologyc News 10(3)
  7. Firmansyah, I., Syakir, M., Lukman, L. 2017. Pengaruh Kombinasi Dosis Pupuk N, P dan K Terhadap Pertumbuhan dan Hasil Tanaman Terung (Sollanum melongena L). Jurnal Hortikultura 27(1), 69-78, http://dx.doi.org/10.21082/jhort.v27n1.2017.p69-78
  8. Nurdiansyah, A. B. 2015. Pengaruh Berbagai Tingkat Dosis Effective Microorganism 4 terhadap Rasio C/N, Rasio C/P, pH dan Fosfor Kompos Pelepah Kelapa Sawit (Elaeis guineensis Jack.). Skripsi. Banjarbaru: Universitas Lambung Mangkurat
  9. Pandebesie, E, S., Rayuanti, D. 2013. Pengaruh Penambahan Sekam Pada Proses Pengomposan Sampah Domestik. Jurnal Lingkungan Tropis 6(1),31-40
  10. Pariawan, A. 2014. Pengaruh Intensitas Cahaya terhadap Kandungan Karotenoid Clorella sp .Skripsi. Universitas Airlangga, Surabaya
  11. Pratiwi, A. 2017. Peningkatan Pertumbuhan dan Kadar Flavonoid Total Tanaman Bayam Merah (Amaranthus gangeticus L.) dengan Pemberian Pupuk Nitrogen. Jurnal Pharmaciana,7(1),87- 94. http://dx.doi.org/10.12928/pharmaciana.v7i1.4213
  12. Wan, H., Jie, Z., Tingting, S., Tian, J., Yun, C. 2015. Promotion of Flavonoid Biosynthesis in Leaves and Calli of Ornamental Crabapple (Malus sp) by High Carbon to Nitrogen Ratios, Front. Plant Sci 6, 1-13, https://doi.org/10.3389/fpls.2015.00673

Last update:

No citation recorded.

Last update:

No citation recorded.