Buah bit merupakan tanaman yang kaya akan nutrien dan pigmen betalain yang memiliki aktivitas antioksidan yang baik. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis histomorfometri duodenum serta morfologi sel epitel duodenum tikus putih yang diberi serbuk buah bit dengan dosis berbeda. Penelitian menggunakan desain Rancangan Acak Lengkap (RAL), terdiri dari 30 ekor tikus putih betina yang dibagi menjadi 5 kelompok perlakuan meliputi kontrol (P0), diberi serbuk buah bit dengan dosis 10 mg/tikus/hari (P1), dosis 20 mg/tikus/hari (P2), dosis 30 mg/tikus/hari (P3), dan dosis 40 mg/tikus/hari (P4). Parameter yang diamati adalah tinggi vili, tebal lapisan mukosa, tebal lapisan muskularis, jumlah sel goblet, dan morfologi sel epitel duodenum. Data hasil penelitian dianalisis menggunakan ANOVA dengan taraf signifikansi 5% dan dilanjutkan dengan uji Duncan pada parameter yang memiliki hasil ANOVA berbeda nyata. Hasil penelitian menunjukkan pemberian serbuk buah bit berbeda nyata (P<0,05) terhadap tinggi vili, tebal lapisan mukosa, dan tebal lapisan muskularis namun tidak berbeda nyata (P>0,05) terhadap jumlah sel goblet. Pemberian serbuk buah bit tidak memberikan pengaruh pada morfologi sel epitel duodenum. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian serbuk buah bit berpotensi meningkatkan tinggi vili, tebal lapisan mukosa, dan tebal lapisan muskularis duodenum tikus putih.
Beetroot is a plant that was rich in nutrients and betalain pigment which had good antioxidant activity. This study aimed to analyze the duodenal histomorphometry and the morphology of white mouse duodenal ephitelial cells given beetroot powder in different doses.. This research used a Completely Randomized Design (CRD) consists of 30 female white rats divided into 5 treatment groups included control (P0), doze 10 mg beetroot powder/rat/day (P1), doze 20 mg beetroot powder/rat/day (P2), doze 30 mg beetroot powder/rat/day (P3), and doze 40 mg beetroot powder/rat/day (P4). The parameters observed were villi height, mucosal layer thickness, muscularis layer thickness, number of goblet cells, and morphology of duodenal epithelial cells. The research data were analyzed using ANOVA with a significance level of 5% and continued with the Duncan test on parameters that had significantly different ANOVA results. The results showed the supplementation of beetroot powder had a significant difference (P<0.05) on the height of the villi, thickness of the mucous layer, and thickness of the muscularis layer but was not significantly different (P>0.05) on the number of goblet cells. Supplementation of beetroot powder had no effect on the morphology of duodenal epithelial cells. Research result shows that giving beetroot powder has the potential to increase the height of th vili, the thickness of mucosal layer, and the thickness of muscularis layer of white mouse.
Article Metrics:
Last update:
Last update: