skip to main content

Pengaruh Arah dan Tebal Irisan Rimpang Terhadap Rendemen Flavonoid, Berat Kering dan Performa Simplisia Umbi Garut (Maranta arundinacea L.) Setelah Pengeringan

Devi Ermawati  -  Program Studi Biologi, Fakultas Sains dan Matematika, Universitas Diponegoro, Jl. Prof. Soedarto, SH, Tembalang, Semarang 50275, Indonesia, Indonesia
Erma Prihastanti scopus  -  Program Studi Biologi, Fakultas Sains dan Matematika, Universitas Diponegoro, Jl. Prof. Soedarto, SH, Tembalang, Semarang 50275, Indonesia, Indonesia
*Endah Dwi Hastuti scopus  -  Program Studi Biologi, Fakultas Sains dan Matematika, Universitas Diponegoro, Jl. Prof. Soedarto, SH, Tembalang, Semarang 50275, Indonesia, Indonesia
Open Access Copyright 2021 Buletin Anatomi dan Fisiologi (Bulletin of Anatomy and Physiology)

Citation Format:
Abstract

Simplisia merupakan bahan alami sebagai bahan pembuatan obat yang belum mengalami pengolahan. Pengirisan merupakan salah satu tahap penting dalam pembuatan bahan simplisia untuk mempermudah dalam proses pengepakan, penyimpanan dan penggilingan. Pengirisan dapat dilakukan secara melintang atau membujur. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui pengaruh arah dan tebal irisan rimpang terhadap rendemen flavonoid, berat kering dan performa simplisia umbi garut (Maranta arundinaceaL.) setelah pengeringan. Penelitian ini dilaksanakan di Laboratorium BSF Tumbuhan UNDIP. Rancangan yang digunakan adalah Rancangan Acak Lengkap (RAL) pola faktorial 2X2 dengan perlakuan kombinasi ketebalan (3 mm dan 5 mm) dan arah irisan (membujur dan melintang). Parameter penelitian meliputi berat kering dan performa simplisia yang meliputi warna, kekerasan, dan aroma pada simplisia kering. Analisis data menggunakan Anova dengan taraf kepercayaan 95%. Hasil penelitian menunjukkan arah irisan berpengaruh terhadap berat kering simplisia, sedangkan interaksi antara tebal dan arah irisan tidak berpengaruh terhadap berat kering simplisia umbi garut. Arah irisan berpengaruh terhadap berat kering dan performa simplisia umbi garut, tebal irisan berpengaruh terhadap rendemen flavonoid.

 

Crude simplisia is natural material for making medicine, which has not undergo processing, packing, drying and saving. Slicing is an important step in making medicine because in this process the loss of some parts could ease the process of packing and milling. Slicing could be done diagonally or longitudinally. A Different way of slicing could affect this simplisia. This study aimed to examine the influence of slicing direction, the thickness of slices, and its combination on the dry weight and the performance of arrowroot. This research was conducted in the Laboratory of BSF Tumbuhan UNIDIP. The design used was Completely Randomized Design with combination treatment of thickness (3mm and 5mm) and slice direction (diagonally and longitudinally). The parameter of this research used dry weight by weighing after the drying process and the performance (by measuring color, hardness, and the aroma of dried simplisia). The data analysis used Analysis of Variance. The findings showed that slice direction influenced the weight loss on simplisia, but the interaction did not influence on the dry weight of arrowroot simplisia. Slice direction affects dry weight and performance of arrowroot simplicia, slice thickness affects flavonoid yield.


 

Fulltext View|Download
Keywords: bahan alami; penyimpanan; warna

Article Metrics:

  1. Anwar, K., Fadlillaturrahmah, Sari, D.P., 2017, Analisis Kandungan Flavonoid Ekstrak Etanol Daun Binjai (Mangifera caesia Jack.) dan Pengaruhnya terhadap Kadar Glukosa Darah Tikus yang Diinduksi Fruktosa Lemak Tinggi, Jurnal Ilmiah Ibnu Sina 2(1), 20-30. https://doi.org/10.36387/jiis.v2i1.79
  2. B2P2TOOT.2015. Penanganan Pasca Panen Umbi Garut. Jakarta: B2P2TOOT
  3. Badan POM RI. (2013). Pedoman Teknologi Formulasi Sediaan Berbasis Ekstrak.Volume 2. Jakarta: Direktorat Obat Asli Indonesia, Deputi Bidang Pengawas Obat Tradisional, Kosmetik Dan Produk Komplemen. Halaman: 7-8,12-16. https://dx.doi.org/10.30821/kfl:jibt.v2i1.1802
  4. Djaafar TF, Sarjiman, Arlyna BP. 2010. Pengembangan budidaya tanaman garut dan teknologi pengolahannya untuk mendukung ketahanan pangan. Jurnal Litbang Deptan 9(1): 25-33
  5. Febrinda, A. E., Made, A., Taufik, W. & Nancy, Y. D. (2013). Kapasitas antioksidan dan inhibitor alfa glukosidase ekstrak umbi bawang dayak (Eleutherine palmifolia l. merr). Teknologi dan Industri Pangan, 24(2), 1-7. http://doi.org/1.606066/jtip.2013.24.2.161
  6. Harmayani E, Kumalasari ID, Marsono Y. 2011. Effect of Arrowroot (Marantha arundinaceae L.) diet on the selected bacterial population and chemical properties of caecal digesta of Sprague dawley rats. Int. Res. J. Microbiol (IRJM) 2(8): 278- 284
  7. Hasan, V., S. Astuti, and Susilawati. 2011. Indeks glikemik oyek dan tiwul dari umbi Garut (Marantha arundinaceae L.), suweg (Amorphallus campanullatus BI) dan singkong (Manihot atullisima). J. Tek. Industri dan Hasil Pertanian,16(1):34-50. http://dx.doi.org/10.23960/jtihp,y,16i1.34%20-%2050
  8. Indrawati, Ni Luh., Razimin., .2013. Bawang Dayak: Si Umbi Ajaib Penakluk Aneka Penyakit. PT AgroMedia Pustaka. Jakarta
  9. Khoirani, N., .2013. Karakterisasi Simplisia dan Standarisasi Ekstrak Etanol Herba Kemangi (Ocimum americanum L) Skripsi, Jurusan Farmasi UIN Syarif Hidayatullah, Jakarta
  10. Komala, O. 2011. Uji Daya Tahan Tepung Garut (Marantha arundinaceae Linn) Terhadap Bakteri Escherichia coli Dan Jamur Kontaminan. Jurnal AKATELKOM. Vol 10, No 3, 22-31
  11. Koswara, S. 2013. Teknologi Pengolahan Umbi-umbian: Jurnal Pengolahan Umbi Garut. Bogor: IPB
  12. Laksana, Toga, .2010. Pembuatan Simplisia dan Standarisasi Simplisia, UGM: Yogyakarta
  13. Neldawati, Ratnawulan, & Gusnedi, 2013, Analisis Nilai Absorbansi dalam Penentuan Kadar Flavonoid untuk Berbagai Jenis Daun Tanaman Obat, Pillar of Physics 2, 76-83
  14. Rini, P.E. 2009. Pasokan dan Permintaan Tanaman Obat Indonesia Serta Arah Penelitian dan Pengembangannya. Balai Penelitian Tanaman Obat dan Aromatik Indonesia (Medical and Aromatic Crops Reseach Institute): Bogor http://dx.doi.org/10.21082/p.v8n1.2009.%25p
  15. Titiek, F.D., Sarjiman, dan A.B. Pustika. 2010. Pengembangan budidaya tanaman garut dan teknologi 18 Buletin Plasma Nutfah Vol.17 No.1 Th.2011 pengolahannya untuk mendukung ketahanan pangan. J. Litbang Pertanian 29(1):25-33. http://dx.doi.org/1021082/blpn.v17n1.2011.p12-18
  16. Trihono. 2011. Regulasi penggunaan jamu untuk terapi kedokteran modern. Prosiding Simposium Penelitian Bahan Obat Alami XV di Solo, 9-10 November 2011. http://dx.doi.org/10.25181/prosemnas.v0i0.432
  17. Setyaningrum, N. E. (2013). Efektifitas penggunaan jenis asam dalam proses ekstraksi pigmen antosianin kulit manggis (garcinia mangostana L) dengan penambahan aseton 60%. Skripsi, Surakarta: Universitas Sebelas Maret
  18. Ukoha P.O., Cemaluk E.A.C., Nnamdi O.L., and Madus E.P., 2011, Tannins and Other Phytochemical of the Samanaea saman Pods and Their Antimicrobial Activities, African Journal of Pure and Applied Chemistry, 5 (8), 237-244. https://doi.org/10.5897/AJPAC.9000161
  19. Wasito, H. (2011). Obat Tradisional Kekayaan Indonesia. Yogyakarta: Graha Ilmu. Halaman: ix-1
  20. Winangsih dan Prihastanti, E., Parman, S. (2013). Pengaruh Metode Pengeringan Terhadap Kualitas Simplisia Lempuyang Wangi (Zingiber aromaticum L.). Buletin Anatomi dan Fisiologi.1(1), 19-25. http://doi.org/10.14710/baf.v21i1.6268

Last update:

No citation recorded.

Last update:

No citation recorded.