STRATEGI PENGHIDUPAN MASYARAKAT DESA HUTAN DI DESA KUCUR, KECAMATAN DAU, KABUPATEN MALANG

Sriroso Satmoko  -  Agribusiness, Diponogero University, Indonesia
Agus Subhan Prasetyo  -  Agribusiness, Department of Agriculture, Faculty of Animal and Agricultural Sciences, University of Diponegoro, Indonesia
*Yugo Indah Pertiwi  -  Program Studi Sosiologi Pascasarjana, Universitas Brawijaya, Malang, Indonesia
Received: 17 Aug 2019; Published: 30 Nov 2019.
Open Access Copyright 2019 Agrisocionomics: Jurnal Sosial Ekonomi Pertanian

Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.

Citation Format:
Article Info
Section: Articles
Language: ID
Full Text:
Supp. File(s):
STRATEGI PENGHIDUPAN MASYARAKAT DESA HUTAN (Kasus: Desa Kucur, Kecamatan Dau, Kabupaten Malang)
Subject agroforestry, hutan, pembangunan berkelanjutan, sistem penghidupan
Type Research Results
  Download (296KB)    Indexing metadata
Statistics: 77 53

Abstract

Program pembangunan yang terus berlangsung tidak hanya memberikan kemajuan ekonomi dan teknologi, melainkan mendorong meningkatnya aktivitas eksploitasi lingkungan oleh manusia, terutamanya pada kawasan desa hutan. Namun pada masyarakat desa hutan yang memegang nilai-nilai keseimbangan antara ekonomi, ekologi dan sosial merupakan aset bagi pembangunan berkelanjutan. Penelitian ini bertujuan untuk mendiskripsikan dan menganilis kepemilikan aset masyarakat desa hutan dan strategi penghidupannya. Penelitian dilakukan pada masyarakat Desa Hutan di Desa Kucur, Kecamatan Dau, Kabupaten Malang. Informan dalam penelitian ini berjumlah 14 orang. Analisis data dilakukan secara deskriptif dengan tabulasi sederhana untuk mempotret situasi dan kondisi wilayah penelitian. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kepemilikan aset masyarakat Desa Hutan terdapat lima aset yaitu aset alam, aset fisik, aset finansial, aset manusia dan aset sosial budaya. Selain itu, strategi penghidupan yang dilakukan masyarakat desa hutan melalui sistem penghidupan ganda. Penghidupan tersebut berasal dari bertani melalui sistem agroforestry pada lahan hutan rakyat, berternak dan pekerjaan lainnya.

Note: This article has supplementary file(s).

Keywords
agroforestry, hutan, pembangunan berkelanjutan, sistem penghidupan

Article Metrics:

  1. Abdullah, M., N.Abu, N.Stacey, S.T.Garnett and B.Myers. 2016. Economic dependence on mangrove forest resources for livelihoods in the Sundarbans, Bangladesh. Forest Policy Econ., 64: 15–24.
  2. Babbie, E. (2004). The practice of social research. CA : Thomson / Wadsworth: Publisher : Belmont.
  3. Hairiah, Kurniatun, et all. 2003. Pengantar Agroforestri. ICRAF. Bogor.
  4. Hidayat, Kliwon. 2011. Ekologi Manusia dan Pembangunan Berkelanjutan. Program Pascasarjana Universitas Brawijaya. Malang.
  5. Hogarth, N. J., Belcher, B., Campbell, B. and Stacey, N. 2013. The Role of Forest-Related Income in Household Economiesm and Rural Livelihoods in the Border-Region of Southern China. World Development, 43, 111–123
  6. Krisnawati, Haruni, et all. 2011. Paraserianthes falcataria (L.) Nielsen Ekologi, Silvikultur dan Produktivitas. Cifor. Jakarta.
  7. Noorwidjk, Meine Van. 2017. Definisi Agroforestri dalam Konteks Bioekonomi, Bentang Lahan dan Kebijakan: Dinamika Konsep Agroforestri. (https://www.worldagro forestry.org/region/sea/publications)
  8. Sandi, I Made. 1982. Pola Penggunaan Tanah Sebagai Petunjuk Tingakt Pencemaran Lingkungan Hidup dalam Ekologi Pedesaan. CV Rajawali. Jakarta
  9. Sajogjo. 1982. Ekologi Pedesaan Sebuah Bunga Rampai. CV Rajawali. Jakarta.
  10. Soekanto, S. 1995. Sosiologi Suatu Pengantar. PT. Raja Grafindo Persada. Jakarta.
  11. S. Roucek, Joseph dan Roland L. Warren. 1984. Pengantar Sosiologi. Bina Aksara. Jakarta.
  12. Yuliati, Y. 2011. Perubahan Ekologis dan Strategi Adaptasi Masyarakat Di Wilayah Pegunungan Tengger. UB Press. Malang.
  13. Sepriandi, & Bahri, S. (2015). Strategi Bertahan Hidup Masyarakat di Pinggiran Sungai Siak Kelurahan Tanjung RHU Kota Pekanbaru. Jurnal Online Mahasiswa Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik 2(2), 1-14.
  14. Scoones, I. (2009). Livelihoods Perspectives and Rural Development. The Journal of Peasant Studies 36(1), 171-196.
  15. Sunderlin, W. D., Angelsen, A., Belcher, B., Burgers, P., Nasi, R., Santoso, L. And Wunder. 2005. Livelihoods, forests, and conservation in developing countries: An Overview. World Development, 33(9):1383–1402. doi:10.1016/j.worlddev.2004.10.004
  16. Thamrin, H. 2013. Kearifan Lokal dalam Pelestarian Lingkungan (The Lokal Wisdom in Environmental Sustainable). Jurnal Penelitian Sosial Keagamaan (Kutubkhanah) 16(1), 46-59.