PERENCANAAN ULANG TATA LETAK FASILITAS PRODUKSI KERIPIK NANGKA DAN USULAN KESELAMATAN KESEHATAN KERJA (STUDI KASUS DI UMKM DUTA FRUIT CHIPS, KABUPATEN MALANG)

Maulina Pramesti  -  Agribusiness, Agriculture Faculty, Brawijaya University, Indonesia
Heru Santoso Hadi Subagyo  -  Agribusiness, Agriculture Faculty, Brawijaya University, Indonesia
*Anisa Aprilia  -  Agribusiness, Agriculture Faculty, Brawijaya University, Indonesia
Received: 26 Jun 2019; Published: 30 Nov 2019.
Open Access Copyright 2019 Agrisocionomics: Jurnal Sosial Ekonomi Pertanian

Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.

Citation Format:
Article Info
Section: Articles
Language: ID
Full Text:
Statistics: 87 138

Abstract

Perencanaan tata letak fasilitas produksi yang sistematis dan kondisi keselamatan kesehatan kerja para karyawan di suatu perusahaan merupakan hal yang sangat penting dilakukan. Namun pada kenyataanya kondisi tata letak UMKM Duta Fruit Chips kurang tertata dengan baik. Hal tersebut dibuktikan dengan letak antar departemen (bagian - bagian produksi) belum berurutan sesuai dengan urutan proses produksinya dan cenderung tidak efektif. Selain itu, faktor kesadaran terhadap keamanan para karyawan dalam proses produksi juga dinilai masih rendah karena saat melakukan proses produksi tidak menggunakan alat pelindung diri (APD) dan banyak karyawan yang sering berpotensi mengalami kecelakaan kerja. Berdasarkan hal tersebut maka dilakukan sebuah penelitian yang bertujuan untuk menghasilkan sebuah perencanaan tata letak usulan. Perencanaan tata letak usulan dilakukan menggunakan Algoritma Blocplan. Algoritma ini dipilih karena dapat menganalisis permasalahan berdasarkan frekuensi perpindahan material dan hubungan derajat kedekatan antar departemen - departemen yang saling berhubungan pada lantai produksi. Tata letak usulan yang dipilih berdasarkan hasil pengolahan Blocplan yang memiliki nilai Rscore mendekati 1. Tata letak yang dipilih yaitu tata letak layout 1 dengan nilai Rscore 0.97. Tata letak tersebut mampu menghasilkan jarak perpindahan aliran bahan sebesar 26,495 meter dan waktu perpindahan bahan sebesar 326,24 detik. Sehingga mampu meminimalkan jarak sebesar 16,45 meter dan waktu sebesar 299,9 detik dari tata letak awal. Selain mampu meminimalkan jarak dan waktu perpindahan aliran bahan tata letak usulan juga mampu meminimalkan jarak antar departemen yang berpotensi menjadi penyebab kecelakaan kerja sehingga dapat meminimalkan tingkat terjadinya kecelakaan kerja.

Keywords
Tata Letak Fasilitas Produksi; Keselamatan dan Kesehatan Kerja; Algoritma Blocplan

Article Metrics:

  1. Handoko, A.(2013). Perancangan Tata Letak Fasilitas Produksi Pada UD AHENG Sugar Donut's di Tarakan. Jurnal Ilmiah, Vol 1 (2). Fakultas Bisnis dan Ekonomika. Universitas Surabaya.
  2. Heragu, S.(2016). Facilities Design. (Fourth Edition). New York: CRC Press
  3. Karthick M. & Saravanan P. (2014). Hazard Identification and Risk Assessment in. Casting. ISSN 2319-8885 Vol.03,Issue 07, 1260-1262.
  4. Kurnia, D. (2018, Januari 12). Pelaku UMKM Jatim Didorong Terapkan Pelaksanaan K3. Republika Online. Diakses dari https://www.republika.co.id/berita/ekonomi/makro /18/01/12/ p2fkiv335- pelaku-umkm-jatim- didorong-terapkan pelaksanaan-k3
  5. Mubarok, F (2017, November 27). Jumlah UMKM Meningkat, Omzet Tumbuh Pesat. Radar Malang Online. Diakses dari https://radarmalang.id/jumlah-umkm-meningkat-omzet-tumbuh-pesat/
  6. Purnomo, H.,.(2004). Perencanaan dan Perancangan Fasilitas (Pertama) . Yogyakarta: Graha Ilmu
  7. Ramos, M, J., et al. (2010). Perancangan Ulang Tata Letak Fasiltas Produksi Dengan Pendekatan Group Tecnology dan Algoritma Blocplan untuk Meminimasi Ongkos Material Handling. Jurnal Teknologi. AKPRIND. FTI. Jurusan Teknik Industri.Yogyakarta.
  8. Reksohadiprodho, Sukanto.(2008). Manajemen Produksi (Keempat). Yogyakarta : BPEE
  9. Rohlita, M. (2018, Oktober 20 ). Pabrik Terbakar dan Rugi Rp500-an juta, Anton Hanya Bisa Pasrah . Radar Lampung Online. Diakses dari https://radarlampunggrup.com/2018/10/20/pabrik-terbakar-dan-rugi-rp500-an-juta-anton-hanya-bisa-pasrah/
  10. Siregar, R. M., Sukatendel, D., Tarigan, U., (2013). Perancangan Ulang Tataletak Fasilitas Produksi Dengan Menerapkan Algoritma Blocplan Dan Algoritma Corelap Pada Pt . XYZ, 1(1), 35–44.
  11. UNSW Health and Safety. (2008). Risk Management Program. Canberra: University of New South Wales . Diakses 27 Desember 2018, dari http://www.ohs.unsw.edu.au/ohsriskmanagement
  12. Wignjosoebroto, Sritomo.(2009). Tata Letak Pabrik Dan Pemindahan Bahan (Keempat). Surabaya: Guna Widya.
  13. Yamit, Zulian. (2011). Manajemen Produksi dan Operasi. Yogyakarta : EKONOSIA
  14. Yuliantoro, R.B., M. Hamzah Hasyim, Kartika Puspa Negara.(2014). Optimasi Site Layout Menggunakan Multi-Objectives Function Pada Proyek Pembangunan Gedung Kuliah Terpadu Tahap III Politeknik Negeri Malang. Jurusan Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya Malang.