skip to main content

Nasionalisme, Segregasi, dan Separatisme dalam "Mayat yang Mengambang di Danau" Karya Seno Gumira Ajidarma

*Herpin Nopiandi Khurosan  -  Prodi Sastra Indonesia, Fakultas Ilmu Budaya, Universitas Diponegoro, Indonesia

Citation Format:
Abstract

Sebagai lokus penolakan terhadap imperial, kajian nasionalisme dalam karya sastra nyaris selalu dioposisikan dengan kolonialisme semata. Untuk mengisi celah kajian yang ada sebelumnya, penulis akan mengkaji cerpen Mayat yang Mengambang di Danau karya Seno Gumira Ajidarma dengan tak hanya menghadapkan wacana nasionalisme pada kolonialisme, namun juga pada wacana lain yakni segregasi dan separatisme. Dalam penelitian ini penulis menggunakan perspektif pascakolonialisme dan metode diskursif untuk melihat bagaimana cerpen tersebut membentuk wacana nasionalisme yang labil dan terbuka untuk menjadi sesuatu yang lain. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa wacana nasionalisme itu labil tidak hanya semata ketika dihadapkan pada kolonialisme, namun juga ketika dihadapkan dengan wacana segregasi dan separatisme yang pada akhirnya melahirkan penindasan paralel tanpa ujung. 

Fulltext View|Download
  1. Ajidarma, Seno Gumira. 2016. Senja dan Cinta yang Berdarah. Jakarta: Buku Kompas
  2. Anjaria, Ulka. 2011. Stagging Realism and the Ambivalence of Nationalism in the Colonial Novel. NOVEL: A Forum on Fiction, Vol. 44, No. 2, Hal. 186-207
  3. Ashcroft, Bill., Griffiths, Gareth, dan Hellen Tiffin. 2002. The Empires Writes Back: Theory and Practice in Post-Colonial Literature. London & New York: Routledge
  4. Badan Pusat Statistik. 2021. Presentasi Penduduk Miskin (P0) Menurut Provinsi dan Daerah 2020-2022. Diakses 22 Mei 2022. https://www.bps.go.id/indicator/23/192/1/persentase-penduduk-miskin-menurut-provinsi.html
  5. Badan Pusat Statistik. 2022. Berita Resmi Statistik 2022. Diakses 22 Mei 2022. https://www.bps.go.id/website/materi_ind/materiBrsInd-20220117120322.pdf
  6. Faruk. 1994. “Universalisme yang Menyangkal: Nasionalisme dalam Sastra” dalam Perlawanan Tak Kunjung Usai: Sastra, Politik, Dekonstruksi. Yogyakarta: Pustaka Pelajar
  7. Faruk. 2012. Metode Penelitian Sastra. Yogyakarta: Pustaka Pelajar
  8. Faruk dan Yulia Nasrul Latifi. 2005. Nasionalisme dalam An Nida’u al-Khalid Karya Najib Kaylani. Tesis. Magister Ilmu Sastra Universitas Gadjah Mada Yogyakarta
  9. Fearnside, P. M. (1997). Transmigration in Indonesia: Lessons from Its Environmental and Social Impacts. Environmental Management, 21(4), 553–570
  10. Hawthorne, Susan. 2019. In Defence of Separatism. North Geelong & Mission Beach: Spinifex Press
  11. Hunt, Laura. 2018. Seeing the Nation for the Trees. An Interdisciplinary Critical Journal (Isu Khusus: Skala), Vol. 51, No. 3, Hal. 89-105
  12. Kingsbury, Damien. 2021. Separatism and the State. Oxon & New York: Routledge
  13. Muller, Jerry Z. 2008. Us and Them: The Enduring Power of Ethnic Nationalism. Foreign Affairs, Maret-Apr, Vol. 87. No. 2, Hal. 18-35
  14. Rakhman, Arif Kurnia. 2014. Ambivalensi Nasionalisme dalam Cerpen Clara atawa Yang Diperkosa karya Seno Gumira Ajidarma. Jurnal Poetika. Vo.2 Nomor 2. Hal. 107-116
  15. Syeirazi, M.Kholid. 2003. “The Death of Nationalism? Problem dan Tantangan Bagi Paham Kebangsaan Indonesia”. Majalah Tradem. Edisi 5. Yogyakatrta
  16. Yazgünoğlu, K. C. 2020. Anthropoaesthetics and anthroponatures: green unpleasant landscapes and climate catastrophe in Clare Morrall’s When the Floods Came. Journal of Narrative and Language Studies, Vol. 8, Isu 15, Hal. 223-235
  17. Wahyuni, Ribut N. T. Dan Arie Damayanti. 2014. Faktor-Faktor yang Menyebabkan Kemiskinan di Provinsi Papua: Analisis Spatial Heterogenity. Jurnal Ekonomi dan Pembangunan Indonesia, Vol. 14, No. 2, Hal. 128-144
  18. Whitten, Anthony J. 1987. Indonesia’s Transmigration Program and Its Role in the Loss of Tropical Rain Forests. Conservation Biology, Vol. 1, No.3 1987, Hal. 239-246)
  19. Widjojo, Muridan S. 2006. Nationalist and Separatist Discourse in Cyclical Violence in Papua. Asian Journal of Social Science, Vol. 34. No.3, Hal. 410-430
  20. Wirsing, Robert. G dan Ehsan Ahrari. 2010. Fixing Fractured Nations: The Challenge of Ethnic Separatism in the Asia-Pasific. New York: Palgrave Macmillan

Last update:

No citation recorded.

Last update:

No citation recorded.