skip to main content

Proyeksi Nasionalisme Tribal Hannah Arendt: Xenofobia dan Diskriminasi Rasial dalam Cerpen “Eksodus” Karya Seno Gumira Ajidarma

Prodi Sastra Indonesia, Fakultas Ilmu Budaya, Universitas Diponegoro, Indonesia

Received: 1 Mar 2022; Published: 30 Apr 2022.

Citation Format:
Abstract

Persoalan minoritas dan mayoritas dalam cerpen “Eksodus”, sedari awal, menonjolkan dominasi salah satu pihak terhadap pihak lain. Dominasi ini diceritakan pada hampir seluruh penceritaan hingga menampilkan bentuk ketidakadilan. Di sisi lain, penggunaan sudut pandang orang pertama dalam cerpen berusaha mencitrakan posisi orang-orang yang terdominasi, bahkan cenderung mengalami proses eksklusi, dengan segala macam pengalaman buruk sepanjang cerita. Proses dominasi serta eksklusi, yang hadir dalam cerpen antara minoritas dan mayoritas, ini mengarah pada isu xenofobia dan diskriminasi rasial. Kedua isu tersebut, dengan melihat peristiwa yang ditulis dalam cerpen, merupakan hasil dari menguatnya keberadaan nasionalisme tribal. Mendasarkan analisis dengan konsep nasionalisme tribal yang dijabarkan oleh Hannah Arendt, penelitian ini menemukan bahwa cerpen, sebagai kritik, memproyeksikan bentuk nasionalisme tribal yang mewujud pada xenofobia dan diskriminasi rasial. Kedua hal itu tercipta karena pelabelan yang menggeneralisasi tokoh para pendatang atas stigma, suku, asal, dan historisitasnya semata. Selain itu, dominasi tokoh penduduk setempat—mayoritas—atas minoritas juga mewujud dalam bentuk-bentuk kekerasan, sebagai manifestasi xenofobia dan rasialisme, yang terjadi: pengusiran, penolakan, pembunuhan, bahkan pemusnahan.

Fulltext View|Download

Article Metrics:

  1. Arendt, Hannah. 1969. On Violence. Florida: Harcourt Brace Jovanovich
  2. ________. 1973. The Origins of Totalitarianism. London: Harcourt Brace Jovanovich
  3. ________. 2007. The Jewish Writings. New York: Schocken Books
  4. Bhabha, Homi K. 2018a. “The Danger of the New Politics of Dishonor and Denigration”. Interview oleh Nina zu Furstenberg. Reset DOC: Dialogues on Civilizations, Youtube, Oktober 25, 2018. https://www.youtube.com/watch?v=KY0DI_21oSc
  5. ________.2018b. “Migration, Rights, and Survival: The Importance of The Humanities Today”. From The European South: A Transdisciplinary Journal of Postcolonial Humanities, 3, 7-12. https://www.fesjournal.eu/numeri/general-issue-2/#migration-rights-survival-the-role-of-the-humanities_396
  6. Faruk. 2013. Pengantar Sosiologi Sastra: Dari Strukturalisme Genetik sampai Post-Modernisme. Yogyakarta: Pustaka Pelajar
  7. ________. 2014. Metode Penelitian Sastra: Sebuah Penjelajahan Awal. Yogyakarta: Pustaka Pelajar
  8. Haryatmoko. 2018. “Nasionalisme “Tribal” Menurut Hannah Arendt: Menyingkap Mekanisme Populisme Agama”. Makalah dalam Seminar Great Thinkers Memikirkan Gagasan Hannah Arendt: Gejala Tribal Nationalism di Tahun Politik Indonesia, Yogyakarta. http://www.pasca.ugm.ac.id/download/ 20180514021859Hannah%20Arendt%20Nasionalisme%20Makalah.pdf
  9. Komisi Nasional Hak Asasi Manusia. 2016. Upaya Negara Menjamin Hak-Hak Kelompok Minoritas di Indonesia: Sebuah Laporan Awal. Jakarta: Komnas HAM RI
  10. Wimmer, Andreas. 1997. “Explaining Xenophobia and Racism: A Critical Review of Current Research Approaches”. Ethnic and Racial Studies, 20(1), 17-40. http://dx.doi.org/10.1080/01419870.1997.9993946

Last update:

No citation recorded.

Last update:

No citation recorded.