skip to main content

Performa Reproduksi Induk Ikan Nilem (Osteochilus hasselti) yang Disuntik Hormon Sintetis sGnRH-a dan Anti Dopamin dengan Dosis Berbeda

Ana Rosyida  -  Diponegoro University, Indonesia
*Fajar Basuki  -  Diponegoro University, Indonesia
Ristiawan Agung Nugroho  -  Diponegoro University, Indonesia
Tristiana Yuniarti  -  Diponegoro University, Indonesia
Sri Hastuti  -  Diponegoro University, Indonesia
Open Access Copyright 2021 Ana Rosyida, Fajar Basuki, Ristiawan Agung Nugroho, Tristiana Yuniarti, Sri Hastuti

Citation Format:
Abstract

Ikan nilem (Osteochilus hasselti) memiliki nilai ekonomis tinggi dan potensi besar untuk dikembangkan menjadi komoditas unggulan. Ikan nilem termasuk ikan yang memijah hanya pada saat musim penghujan yang mengakibatkan benih tidak tersedia secara kontinyu. Musim penghujan dan kemarau memiliki kondisi lingkungan yang berbeda. Hal ini mengakibatkan ikan-ikan yang memijah pada saat musim penghujan akan mengalami kondisi kurang optimal pada saat sedang berlangsungnya musim kemarau sehingga ikan tidak mampu memproduksi hormon reproduksi secara optimal. sGnRH-a dan anti dopamin dapat merangsang hormon gonadotropin meningkat sehingga pemijahan dapat dilakukan diluar musim pemijahan ikan nilem. Penelitian ini bertujuan mengetahui pengaruh sGnRH-a dan anti dopamin terhadap performa reproduksi ikan nilem dan mengetahui dosis terbaiknya. Penelitian dilaksanakan pada bulan Mei-Juni di LPKIL Muntilan, Magelang-Jawa Tengah. Hewan uji yang digunakan yaitu induk ikan nilem dengan bobot ikan betina ± 250 gr dan jantan ± 200 gr. Penelitian ini menggunakan metode eksperimental dengan rancangan acak lengkap (RAL) yang terdiri dari 4 perlakuan dan 3 ulangan yakni Perlakuan A (NaCl fisiologis 0,2 ml/kg induk), Perlakuan B (0,3 ml/kg nduk), Perlakuan C (0,4 ml/kg induk), dan Perlakuan D (0,5 ml/kg induk). Data yang diamati meliputi waktu laten, derajat pembuahan, derajat penetasan, derajat kelulushidupan dan kualitas air. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perlakuan B menghasilkan performa reproduksi yang lebih baik dengan nilai waktu laten yaitu 9 jam, derajat pembuahan (FR) sebesar 88.50±5.29%, derajat penetasan (HR) 84.67±4.65% dan derajat kelulushidupan (SR) 68.54±5.90%. Hasil pengukuran kualitas air variabel suhu adalah 22,6ºC – 27,7ºC, DO 4,7 – 5,8 ppm dan pH 7 – 7,9. Disimpulkan bahwa penyuntikan sGnRH-a dan anti dopamin dengan dosis 0.3 ml/kg dapat meningkatkan performa reproduksi induk ikan nilem.

 

Kata kunci: sGnRH-a dan anti dopamin, performa reproduksi, induk, Ikan nilem

Fulltext View|Download

Article Metrics:

  1. Aidil, D., I. Zulfahmi dan Muliari. 2016. Pengaruh Suhu Terhadap Derajat Penetasan Telur dan Perkembangan Larva Ikan Lele Sangkuriang (Clarias gariepinus Var Sangkuriang). J. Jesbio. 5(1):30-33
  2. Andriyanto, W., B. Slamet dan I. M. D. J. Ariawan. 2013. Perkembangan Embriodan Rasio Penetasan Telur Ikan Kerapu Raja Sunu (Plectropoma laevis) pada Suhu Media Berbeda. Jurnal Ilmu dan Tekonologi Kelautan Tropis.5(1): 192-207
  3. Anggraini, S., Sukendi dan N. Aryan. 2016. Influence of sGnRH-a + Domperidone With Different Doses for Ovulation Stimulation, Egg and Larvae Quality of The Pawas (Osteochilus hasselti CV). 3(1):1-13
  4. Cholifah, E.D. 2016. Pengaruh Induksi Hormon Oocyte Development (OODEV) Terhadap Kematangan Gonad Calon Induk Ikan Nilem (Osteochilus hasselti). [Skripsi]. Universitas Airlangga Surabaya. 75 Hlm
  5. Departemen Kelautan Perikanan. 2013. Analisis Data Pokok Kementrian Kelautan dan Perikanan 2013. Jakarta: Pusat data statistik dan Informasi
  6. Dewantoro, E., A.N. Yudhiswara dan Farida. 2017. Pengaruh Penyuntikan Hormon Ovaprim Terhadap Kinerja Ikan Tengadak (Barbonymus schwanenfeldii). J. Ruaya. 5(2):1-9
  7. Djojosoebagio, S. 1990. Fisiologi Kelenjar Endokrin Volume 1. Pusat Antar Universitas Ilmu Hayat. IPB Dirjen Pendidikan Tinggi. Departemen Pendidikan dan Kebudayaan. Bogor
  8. Effendie, M.I. 2002. Biologi Perikanan. Yayasan Pustaka Nusatama. Yogyakarta. 163 hlm
  9. Efrizal. 1995. Pengaruh Penyuntikan 17αhidroksi Progesteron dan hCG terhadap Ovulasi dan Kualitas Telur Ikan Lele Dumbo (Clarias gariepinus). [Disertasi]. Program Pascasarjana. Institut Pertanian Bogor. Bogor. 73 hlm
  10. Fadhillah, R.. 2016. Peningkatan Produksi Telur Ikan Nilem (Osteochilus hasselti) Sebagai Sumber Kaviar Melalui Kombinasi OODEV, rGH dan Minyak Ikan pada Pakan. [Thesis]. Institut Pertanian Bogor. 26 Hlm
  11. Faqih, A.R. 2011. Penurunan Motilitas dan Daya Fertilitas Sperma Ikan Lele Dumbo (Clarias sp.) Pasca Perlakuan Stress Kejutan Listrik. J.Exp. Life Sci. 1(2):56-110
  12. I’tishom, R. 2008. Pengaruh sGnRHa + Domperidon dengan Dosis Pemberian yang Berbeda terhadap Ovulasi Ikan Mas (Cyprinus carpio L.) Strain Punten. J. Berkala Ilmiah Perikanan. 3(1):9-16
  13. Kurniawan, S.N. 2015. Sinyal Neuron. MNJ. 1(2):86-96
  14. Kusuma, P.S.W., A.P. Marhendra., Aulanni’an dan Marsoedi. 2012. Mekanisme Pelepasan Hormon Gonadotropin (GtH-II) Ikan Lele (Clarias sp) Setelah Diinduksi Laserpunktur Pada Titik Reproduksi. J. Sains dan Teknologi Indonesia. 14(3):209-215
  15. Mahdaliana., A.O. Sudrajat dan D.T. Soelistyowati. 2015. Induksi Ovulasi dan Pemijahan Semi Alami pada Ikan Patin Siam, Pangasianodon hypopthalmus (Sauvage, 1878) Menggunakan Penghambat Aromatase dan Antioksidan. J. Ikhtiologi Indonesia. 16(1):25-33
  16. Manantung, V.N., H.J.Sinjal dan R. Monijung. 2013. Evaluasi Kualitas, Kuantitas Telur dan Larva Ikan Patin Siam (Pangasianodon hiphopthalmus) dengan Penambahan Ovaprim Dosis Berbeda. J. Budidaya Perairan. 1(3):14-23
  17. Masrizal dan Azhar. 2007. Pengaruh Penyuntikan Ekstrak Kelenjar Hipofisa Ayam Broiler Terhadap Fertilitas Daya Tetas dan Survival Rate Ikan Mas (Cyprins carpio L.). J. Peternakan Indonesia. 12(2):94-104
  18. Murni, N., Insana dan A. H. Sambu. 2015. Optimasi Dosis yang Berbeda terhadap Daya Tetas (Hatching rate) dan Sintasan pada Telur Ikan Lele Dumbo (Clarias gariepinus) yang Diberi Ekstrak Meniran (Phillanthus niruri). J. Ilmu Perikanan OCTOPUS. 4(2):410-416
  19. Nuraini., H. Alawi., Nurasiah dan N. Aryani. 2013. Pengaruh sGnRH + Domperidon dan Waktu Laten Berbeda terhadap Ovulasi dan Penetasan Telur Ikan Selais. Berkala Perikanan Terubuk. 41 (2) : 1-8
  20. Omar, S.B.A. 2010. Aspek Reproduksi Ikan Nilem, Osteochilus vittatus (Valenciennes, 1842) di Danau Sindereng, Sulawesi Selatan. J. Iktiologi Indonesia. 10(2):111-122
  21. Pratiwi., R. Rostika dan Y. Dhahiyat. 2011. Pengaruh Tingkat Pemberian Pakan Terhadap Laju Pertumbuhan dan Deposisi Logam Berat pada Ikan Nilem di Karamba Jaring Apung Waduk Ir. H. Djuanda. J. Akuatika. 2(2):1-11
  22. Rachimi, E. I. Raharjo dan M. Syaidi. 2016. Rasio Penambahan Madu Dalam NaCl untuk Pengenceran Sperma Terhadap Fertilisasi dan Daya Tetas Telur Ikan Tengadak (Barbonymus schwanenfeldii). Jurnal Ruaya, 4(1):39-44
  23. Saputra, A., Muslim dan M. Fitriani. 2015. Pemijahan Ikan Gabus (Channa striata) dengan Rangsangan Hormon Gonadotropin Sintetik Dosis Berbeda. Jurnal Akuakultur Rawa Indonesia. 3(1): 1-9
  24. Sinjal, Hengky. 2014. Efektifitas Ovaprim Terhadap Lama Waktu Pemijahan, Daya Tetas Telur dan Sintasan Larva Ikan Lele Dumbo, Clarias gariepinus. J. Budidaya Perairan. 2(1):14 – 21
  25. Sjafei, D.S., C.P.H. Simanjuntak dan M.F. Rahardjo. 2008. Perkembangan Kematangan Gonad Dan Tipe Pemijahan Ikan Selais (Ompok hfpopltthalmus) Di Rawa Banjiran Sungai Kampar Kiri, Riau. 8(2):93-100
  26. SNI. 1999. Induk Ikan Mas (Cyprinus carpio Linneaus) strain Majalaya kelas induk Pokok (Parent Stock)
  27. Sukendi. 2003. Vitelogenesis dan Manipulasi Fertilisasi pada Ikan. Bahan ajar Biologi Reproduksi Ikan. Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan. Universitas Riau. Pekanbaru
  28. Susanto, H. 2001. Budidaya Ikan di Pekarangan. Penebar Swadaya, Jakarta
  29. Syamsuri, A.I., M. W. Alfian., V.P. Muharta., A.T. Mukti., Kismiyati dan W.S. Satyantini. 2017. Teknik Pembesaran Ikan Nilem (Osteochilus hasselti) di Balai Pengembangan Dan Pemacuan Stok Ikan Gurame Dan Nilem (BPPSIGN) Tasikmalaya, Jawa Barat. J. Of Aquaculture And Fish Health.7(2):57-62
  30. Tarigan, N., I. Supriatna., M. A. Setiadi, R. Affandi. 2017. Pengaruh Vitamin E dalam Pakan Terhadap Pematangan Gonad Ikan Nilem (Ostheochilus hasselti, CV). J. Perikanan Universitas Gadjah Mada. 19(1):1-9
  31. Utami, R. T. Nuraini dan Sukendi. 2017. The Effect Opavrim Injection of Different Dosage to The Ovulation excibility, fertiliti, and the survival of larva ingir-ingir (Mystus nigriceps). Jurnal Online Mahasiswa. 4(2)
  32. Waspada, A. J. 2012. Performa Reproduktif Ikan Patin (Pangasius hypopthalmus) dalam Merespon Tingkat Penambahan Tepung Kroto pada Formulasi Pakan Berbasis Bahan Baku Lokal. J. Ijas. 2(2): 47-53
  33. Woynarovich, E. and L. Horvath. 1980. The Artificial Propagation of Warmwater Finfishes A Manual for Externsion. FAO Fish. Tech. 20(1):1-183
  34. Yusuf, D.H., Sugiharto dan G. E Wijayanti. 2014. Perkembangan Post-Larva Ikan Nilem Osteochilus hasselti C.V. dengan Pola Pemberian Pakan Berbeda. J. Scripta Biologica. 1(3):185-192
  35. Zairin, M.J. 2003. Endokrinologi Dan Perannya Bagi Masa Depan Perikanan Indonesia. Orasi Ilmiah Guru Besar Tetap Ilmu Fisiologi Reproduksi dan Endokrinologi Hewan Air. Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Institut Pertanian Bogor

Last update:

No citation recorded.

Last update:

No citation recorded.