skip to main content

Pengaruh Kombinasi Pakan Alami Tigriopus sp. dan Artemia sp. Terhadap Pertumbuhan, Perkembangan dan Kelulushidupan Larva Udang Windu (Penaeus monodon Fabricius)

Muhammad Latif Usman  -  Department of Aquaculture, Universitas Diponegoro, Indonesia
*Suminto Suminto  -  Department of Aquaculture, Universitas Diponegoro, Indonesia
Johannes Hutabarat  -  Departmen of Aquaculture, Universitas Diponegoro, Indonesia
Diana Chilmawati  -  Department of Aquaculture, Universitas Diponegoro, Indonesia
Open Access Copyright 2021 Muhammad Latif Usman

Citation Format:
Abstract

Udang Windu (Penaeus monodon), merupakan jenis udang yang tumbuh dan mendominir di perairan laut wilayah Indo-pasifik. Teknologi pembenihan udang windu sangat tergantung dengan pakan alami, Artemia sp. sebagai pakan utama. Pakan alami yang diberikan diharapkan untuk memberikan pertumbuhan yang baik dalam proses pembenihan yang ditunjukkan melalui perkembangan larva udang windu. Tigriopus sp. merupakan salah satu pakan alami yang potensial sebagai pakan alternatif dan memiliki kandungan asam lemak yang lebih tinggi dari artemia juga asli dari perairan Indonesia sehingga lebih murah. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh perbandingan pakan alami Tigriopus sp. dan Artemia sp. yang berbeda dalam strategi pemberian pakan larva udang windu terhadap kelulushidupan dan perkembangan larva udang windu. Penelitian ini dilaksanakan di Laboratorium Pengembangan Wilayah Pesisir (LPWP), Universitas Diponegoro, Jepara. Kultivan uji adalah larva udang windu Mysis 3 dipelihara didalam wadah tabung plastik volume air 2 Liter dengan kepadatan 100 indv/Liter dan dilakukan kultur selama 10 hari. Penelitian ini menggunakan metode eksperimen rancangan acak lengkap (RAL) terdiri atas 5 perlakuan dan 3 kali ulangan. Perlakuan yang diterapkan dalam penelitian ini adalah perbandigan Artemia sp. dengan Tigriopus sp. A (100:0), B(75:25), C(50:50), D(25:75), E(0:100). Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa perbandingan pakan alami berpengaruh nyata (P<0,05) terhadap TKP, perkembangan larva, SGR dan kelangsungan hidup (SR). Perlakuan C menunjukkan TKP Artemia sp. (127,3±1,94 ind/ekor) dan Tigriopus sp. (800,6±12,22 ind/ekor) serta memberikan nilai terbaik untuk perkembangan stadia larva pada PL 10 (76,81±2,05), SR (77,00±1,80), berat akhir (10,83±0,76), SGR (5,58±0,12).

Fulltext View|Download

Article Metrics:

Last update:

No citation recorded.

Last update:

No citation recorded.