skip to main content

STUDI ANALISA LAJU KOROSI LOGAM ALUMINIUM DENGAN PENAMBAHAN BIOINHIBITOR DARI EKSTRAK DAUN TEH HIJAU (Camellia sinensis) DALAM LARUTAN H2SO4

Department of Industrial Chemical Engineering, Universitas Diponegoro, Jl. Prof. Sudarto, SH, Tembalang, Semarang, Indonesia 50275, Indonesia


Citation Format:
Abstract
Korosi merupakan salah satu proses perusakan material karena adanya suatu reaksi antara logam dengan lingkungan. Besi merupakan logam yang mudah berkarat. Tetapi korosi logam tidak terbatas hanya pada Besi, karena akan banyak logam yang ternyata mengalami proses korosi juga salah satunya aluminium. Aluminium adalah logam lunak dan ringan dan memiliki warna keperakan kusam karena lapisan tipis oksidasi yang terbentuk saat unsur ini terkena udara. Salah satu pencegahan korosi adalah dengan menggunakan inhibitor korosi yang dapat dibuat dengan menggunakan bahan-bahan organik. Daun Teh Hijau (Camelia sinensis) mengandung tanin yang dapat digunakan untuk mencegah atau memperlambat terjadinya korosi. Metode perhitungan yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode pengukuran kehilangan berat dengan analisa gravimetri. Inhibitor ini digunakan pada logam aluminium yang direndam dalam larutan H2SO4. Konsentrasi inhibitor dari ekstrak daun teh hijau adalah 50 ppm (part per million) dengan variasi waktu 15, 45, 60, 75, dan 90 menit.  Hasil pengujian FTIR menunjukkan adanya gugus fungsi tanin pada permukaan baja yang telah diberikan inhibitor. Hasil pengujian weight loss memperlihatkan bahwa nilai laju korosi terendah didapat pada konsentrasi 50 ppm dalam lingkungan asam kuat sebesar 36,3 mpy dengan efisiensi inhibisi sebesar 46%.
Fulltext View|Download
Keywords: aluminium, inhibitor, korosi, dan laju korosi
Article Info
Section: Articles
Language : ID
Statistics:
  1. Asdim. (2007). Penentuan Efisiensi Inhibisi Ekstrak Kulit Buah Manggis (Garcinia mangostana L.) pada Reaksi Korosi Baja dalam Larutan Asam. Jurnal Gradien Vol.3 No.2, 273-276
  2. Elayaperumal, K., & Raja, V. S. (2015). Corrosion Failures Theory, Case Studies, and Solutions. Hoboken: John Wiley & Sons, Inc
  3. Fogler. (1992). Elements of Chemical Reaction Engineering, 2nd ed. Michigan:Prentice-Hall International. Inc
  4. Fontana, M. G. (1987). Corrosion Engineering. McGraw Hill. Gaverick, L. (1994). Corrosion in Teh Petrochemical Industry
  5. Loto, C. A. (2011). Inhibition Effect of Tea (Camellia sinensis) Extract on Teh Corrosion of Mild Steel in Dilute Sulphuric Acid. Journal of Materials and Environmental Science 2, 335-344
  6. Restrepo dkk, (2008). The Efficacy of a Vocabulary Intervention for Dual-Language Learners With Language Impairment
  7. Roberge, P. R. (2008). Corrosion Engineering Principles and Practice. New York: McGraw-Hill Education
  8. Shahab, A., & Pradityana, A. (2014, May 09). Penggunaan Bio Inhibitor Dalam Pipe Plant Industri Migas. Retrieved Januari 11, 2017,
  9. Yulia, R. (2006). Kandungan Tanin dan Potensi Anti Streptococcus mutans Daun Teh Var. Assamica Pada Berbagai Tahap Pengolahan. Bogor: Institut Pertanian Bogor

Last update:

No citation recorded.

Last update:

No citation recorded.