skip to main content

EKONOMI SIRKULAR BAGI PETERNAK DAN MASYARAKAT DESA KESONGO MELALUI EDUKASI PEMBUATAN KOMPOS UNTUK IMPLEMENTASI SDGs TUJUAN 12

Slamet Priyanto  -  Departemen Teknik Kimia, Fakultas Teknik, Universitas Diponegoro, Indonesia
*Dessy Ariyanti scopus  -  Departemen Teknik Kimia, Fakultas Teknik, Universitas Diponegoro, Indonesia
Bambang Pramudono  -  Departemen Teknik Kimia, Fakultas Teknik, Universitas Diponegoro, Indonesia
Tutuk Djoko Kusworo  -  Departemen Teknik Kimia, Fakultas Teknik, Universitas Diponegoro, Indonesia
Kristinah Haryani  -  Departemen Teknik Kimia, Fakultas Teknik, Universitas Diponegoro, Indonesia
Nurfiningsih Nurfiningsih  -  Departemen Teknik Kimia, Fakultas Teknik, Universitas Diponegoro, Indonesia
Muhamad Naufal Aditya  -  Departemen Teknik Kimia, Fakultas Teknik, Universitas Diponegoro, Indonesia
Silmi Kaffah  -  Departemen Teknik Kimia, Fakultas Teknik, Universitas Diponegoro, Indonesia
Dina Lesdantina  -  Departemen Teknik Kimia, Fakultas Teknik, Universitas Diponegoro, Indonesia

Citation Format:
Abstract

Ekonomi sirkular merupakan suatu model yang berupaya memperpanjang siklus hidup dari suatu produk, bahan baku, dan sumber daya yang ada agar dapat dipakai secara berkelanjutan. Salah satu implementasi ekonomi sirkular yaitu mampu mengurangi timbulan limbah yang dihasilkan dan dibuang, mengutamakan penggunaan energi terbarukan, dan mendukung efisiensi penggunaan sumber daya alam, produk yang dihasilkan, serta proses yang digunakan pada industri sehingga lebih ramah lingkungan. Namun belum banyak masyarakat memiliki pengetahuan terkait hal tersebut. Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan agar nantinya masyarakat di Desa Kesongo, Kecamatan Tuntang, Kabupaten Semarang memiliki pengetahuan dan memiliki keterampilan dalam mengaplikasikan ekonomi sirkular melalui pemanfaatan kotoran ayam dan sampah organik sebagai bahan baku pembuatan produk yang memiliki nilai tambah, yaitu pupuk kompos. Kegiatan serupa juga dilakukan di Yayasan Perklis Semarang dengan harapan masyarakat yang teredukasi semakin banyak. Berdasarkan hasil pengujian dari Laboratorium BBTPPI Provinsi Jawa Tengah, bahwa pupuk kompos yang dibuat dari kotoran ayam dan sampah organik telah memenuhi standar kuallitas kompos SNI 19-7030-2004 dan bernilai jual sebagai pupuk kompos yang bersertifikat BBTPPI Provinsi Jawa Tengah. Penerapan program ini juga dilakukan oleh masyarakat secara berkelanjutan dengan melakukan pengomposan secara rutin dan memanfatkan produk yang diperoleh sebagai pupuk organik untuk berbagai jenis tanaman. Manfaat yang diperoleh adalah tanaman yang diberi pupuk kompos dapat tumbuh dengan subur dan limbah organik yang diolah dapat menciptakan lingkungan yang lebih bersih dan sehat bagi masyarakat sekitar.

 

Kata kunci : pupuk kompos, sampah organik, kotoran ayam, probiotik, komposter

Fulltext View|Download

Article Metrics:

  1. Cahaya, A., & Nugroho, D. A. (2018). Pembuatan Kompos dengan Menggunakan Limbah Padat Organik
  2. (Sampah Sayuran dan Ampas Tebu). In: “Seminar Tugas Akhir S1 Jurusan Teknik Kimia UNDIP 2009,”
  3. –7
  4. Dalimartha. (2008). Atlas Tumbuhan Obat Indonesia Jilid 5. Jakarta Pustaka Bunda
  5. http://kin.perpusnas.go.id/DisplayData.aspx?pId=2787&pRegionCode=MANADO&pClientId=626
  6. Djaja, W. (2010). Langkah Jitu Membuat Kompos dari Kotoran Ternak dan Sampah. Agromedia Pustaka
  7. Kesongo. (2019). Potensi dan Sumber Daya Desa Kesongo Kecamatan Tuntang. Kabupaten Semarang.Go.Id
  8. http://desakesongo.tuntang.semarangkab.go.id/page/read/102/Potensi-Desa
  9. Kurnia, V. C., Sumiyati, S., & Samudro, G. (2017). Pengaruh Kadar Air Terhadap Hasil Pengomposan Sampah
  10. Organik Dengan Metode Open Windrow. Jurnal Teknik Mesin, 6(2), 58
  11. https://doi.org/10.22441/jtm.v6i2.1191
  12. Lang, J., Matějová, L., Cuentas-Gallegos, A. K., Lobato-Peralta, D. R., Ainassaari, K., Gómez, M. M., Solís,
  13. J. L., Mondal, D., Keiski, R. L., & Cruz, G. J. F. (2021). Evaluation and selection of biochars and
  14. hydrochars derived from agricultural wastes for the use as adsorbent and energy storage materials
  15. Journal of Environmental Chemical Engineering, 9(5). https://doi.org/10.1016/j.jece.2021.105979
  16. LCDI. (2020). Ekonomi Sirkular. Kementerian PPN/Bappenas. https://lcdi-indonesia.id/ekonomi-sirkular/
  17. Lu, Y. S., Chang, B. V., Yuan, S. Y., Tsao, T. M., & Wang, M. K. (2009). Biodegradation of phthalate esters
  18. in compost-amended soil. Chemosphere, 74(6), 873–877
  19. https://doi.org/10.1016/j.chemosphere.2008.10.003
  20. Mulyono. (2016). Membuat mikroorganisme lokal (MOL) dan kompos dari sampah rumah tangga. Agromedia
  21. Pustaka
  22. Pertanianku.com. (2020). /pengertian-kompos-dan-kegunaannya-untuk-kesuburan- tanah
  23. https://www.pertanianku.com/pengertian-kompos-dan-kegunaannya-untuk-kesuburan- tanah/
  24. Som, M. P., Lemée, L., & Amblès, A. (2009). Stability and maturity of a green waste and biowaste compost
  25. assessed on the basis of a molecular study using spectroscopy, thermal analysis, thermodesorption and
  26. thermochemolysis. Bioresource Technology, 100(19), 4404–4416
  27. https://doi.org/10.1016/j.biortech.2009.04.019

Last update:

No citation recorded.

Last update:

No citation recorded.