skip to main content

Literasi Digital Dalam Mencegah Penyebaran Konten Hoaks Pada Aparatur Pemerintah Desa

*Ade Maulana orcid scopus  -  Universitas Islam Negeri Sulthan Thaha Saifuddin Jambi, Indonesia
Vina Devi Setyaningrum  -  Universitas Islam Negeri Sulthan Thaha Saifuddin Jambi, Indonesia
Dwi Intan Rahayu  -  Universitas Islam Negeri Sulthan Thaha Saifuddin Jambi, Indonesia

Citation Format:
Abstract

Era digital membawa banyak perubahan besar dalam kehidupan khususnya masyarakat. Hoaks dianggap sebagai suatu persoalan yang serius pada era digital. Semakin banyaknya pengguna internet di Indonesia saat ini maka akan semakin tinggi frekuensi masyarakat dalam mengakses informasi dan konten di sosial media. Sosialisasi ini bertujuan untuk mencegah penyebaran konten hoaks pada aparatur pemerintah desa di Desa Argosari sebagai salah satu bentuk pengabdian masyarakat di Desa Argosari. Pelaksanaan kegiatan webinar tentang tentang mencegah penyebaran konten hoaks kepada pemerintah Desa Argosari yang bertujuan untuk menambah pengetahuan tentang literasi  digital, serta untuk meningkatkan pengetahuan pemerintah desa dalam mencegah penyebaran konten hoaks yang marak terjadi. Selain itu, juga diharapkan dengan adanya sosialisasi ini, pemerintah desa mempunyai kesadaran tentang pentingnya wawasan mengenai literasi digital bagi masyarakat, sehingga aparatur desa dapat menjadikan kegiatan ini menjadi gerakan literasi digital bagi masyarakat desa. Dengan demikian, sasaran dari kegiatan gerakan literasi digital ini nantinya akan memiliki daya jangkau yang lebih luas lagi di kalangan masyarakat desa.

 

Kata Kunci: Literasi Digital, Hoaks, Media Sosial, Aparatur Desa

Fulltext View|Download

Article Metrics:

  1. Amaly, N., & Armiah, A. (2021). Peran Kompetensi Literasi Digital TerhadapKonten Hoaks dalam Media
  2. Sosial. Alhadharah: Jurnal Ilmu Dakwah, 20(2),43. https://doi.org/10.18592/alhadharah.v20i2.6019
  3. Amelia, D. J., & Ulumu, B. (2019). Literasi Digital di Kalangan Mahasiswa PGSD Universitas
  4. Muhamamdiyah Malang. Edumaspul: Jurnal Pendidikan, 3(2), 106–111
  5. https://doi.org/10.33487/edumaspul.v3i2.144
  6. Bahri, S. (2021). Literasi Digital MenangkalHoaks Covid-19 Di Media. Jurnal IlmuKomunikasi |, 10(1), 16–
  7. Fatmawati, S., Salzabila, R., Rizkitama, G. A., &Nugroho, R. A. (2019). Analisis Berita Hoaks di Korpus
  8. Sosial Media Guna Mengembangkan Model “KAPAK HOAKS” (Kemandirian Pembaca Menganalisis
  9. Konten Hoaks) StudiAnalisis Wacana Kritis. LITE: Jurnal Bahasa, Sastra, Dan Budaya, 15(2), 113–
  10. https://doi.org/10.33633/lite.v15i2.2525
  11. Fitriarti, E. A. (2019). Urgensi Literasi Digital Dalam Menangkal Hoax. Meta Communicatio Journal Of
  12. Communication Studie, 4(2), 234–246
  13. Monggilo, Z. M. Z. (2020). Analisis Konten Kualitatif Hoaks Dan Literasi Digital Dalam @Komikfunday
  14. Interaksi: JurnalIlmu Komunikasi, 9(1), 1–18. https://doi.org/10.14710/interaksi.9.1.1-18
  15. Rahmawan, D., Mahameruaji, J. N., & Anisa, R.(2019). Pengembangan konten positif sebagai bagian dari
  16. gerakan literasi digital. Jurnal Kajian Komunikasi, 7(1), 31. https://doi.org/10.24198/jkk.v7i1.20575
  17. Rizkinaswara, L. (2021). Kominfo Temukan1.819 Isu Hoaks Seputar Covid-19. Aptika.Kominfo.Go.Id, 2–3
  18. https://aptika.kominfo.go.id/2021/08/kominfo-temukan-1-819-isu-hoaks- seputar-covid-19
  19. Sulianta, F. (2020). Buku Literasi Digital, Riset dan Perkembangannya dalam Perspektif Social Studies
  20. Universitas Pendidikan Indonesia, June, 81–82. June. https://www.researchgate.net/publicati
  21. on/341990674
  22. UNESCO. (2018). JOURNALISM, ‘ FAKE NEWS ’ & Handbook for Journalism Education and
  23. Training

Last update:

No citation recorded.

Last update:

No citation recorded.