skip to main content

PENERAPAN GOOD MANUFACTURING PRACTICE (GMP) PADA PROSES PENGOLAHAN DODOL PISANG BAGI SISWA SMK NEGERI 1 BAWEN

*Aldila Sagitaning Putri orcid  -  Teknologi Hasil Pertanian, Fakultas Teknologi Pertanian, Universitas Semarang, Jl.Arteri Soekarno Hatta, Semarang, Indonesia
Dewi Larasati  -  Teknologi Hasil Pertanian, Fakultas Teknologi Pertanian, Universitas Semarang, Jl.Arteri Soekarno Hatta, Semarang, Indonesia
Elly Yuniarti Sani  -  Teknologi Hasil Pertanian, Fakultas Teknologi Pertanian, Universitas Semarang, Jl.Arteri Soekarno Hatta, Semarang, Indonesia

Citation Format:
Abstract

SMK Negeri 1 Bawen memiliki Program keahlian Agribisnis Pengolahan Hasil Pertanian dan Perikanan (APHPP) memiliki satu paket keahlian, yaitu Teknologi Pengolahan Hasil Pertanian (TPHP). Peserta didik program keahlian Agribisnis Pengolahan Hasil Pertanian dan Perikanan (APHPP) SMK Negeri 1 Bawen dipersiapkan untuk menjadi tenaga terampil menengah dalam industri pengolahan hasil pertanian. Untuk mendukuang beberapa tujuan SMK Negeri 1 Bawen adalah Membekali peserta didik dengan pengetahuan, keterampilan, dan sikap agar kompeten dalam melaksanakan cara produksi yang baik dan melakukan proses pembuatan berbagai produk pilihan, maka perlu adanya penambahan ilmu pengetahuan dan ketrampilan dalam hal Good Manufacturing Practice (GMP) atau dalam bahasa Indonesia Cara Produksi yang Baik (CPB) dan pengolahan produk pangan (pisang). Pengetahuan tentang penerapan GMP pada industri pangan bagi masyarakat umumnya dan Siswa-siswi SMK Negeri 1 Bawen khususnya masih belum diberikan pada mata pelajaran. Sehingga perlu dilakukan sosialisasi tetantang pentingnya pengetahuan tentang penerapan GMP dan pengolahan pisang bagi siswa SMK Negeri Bawen sebagai bekal pengetahuan dalam bekerja dan berwirausaha. Untuk meningkatkan/menambah pengetahuan tentang penerapan GMP dan pengolahan pisang bagi siswa SMK Negeri Bawen maka dilakukan sosialisasi dengan memberikan alur penerapan GMP pada pembuatan dodol pisang. Kegiatan pengabdian pada masyarakat ini bertujuan memberikan informasi kepada masyarakat khususnya bagi siswa siswi di SMK Negeri 1 Bawen tentang pentingnya penanganan pascapanen buah pisang serta cara pengolahannya dan memberikan ketrampilan teknik penanganan pasca panen buah pisang segar serta cara pengolahannya. Dari hasil pengabdian dapat dilihat bahwa respon dari para siswa siswi SMK Negeri 1 Bawen sangat antusias, hal ini dapat dilihat dari diskusi yang dilakukan, banyak pertanyaan-pertanyaan yang diberikan kepada kami, bahkan dari pihak sekolah meminta untuk diberikan lagi pelatihan-pelatihan yang serupa tetapi dengan bahan baku yang berbeda.

Kata Kunci : GMP, dodol pisang

Fulltext View|Download

Article Metrics:

  1. Apandi, M. 1984. Teknologi Buah dan Sayur, Penerbit Alumni, Bandung
  2. Budiastra, I.W. dan Purwadaria, H.K. 1993. Penanganan Pasca Panen Sayuran dan Buah- buahan Dalam Rumah Pengemasan, Dalam Pelatihan Pasca Panen Buah-buahan dan Sayuran, PAU, IPB, 10-15 Mei. Bogor
  3. Handayani, S. 1994. Pasca Panen Hasil Pertanian, UNS PRESS, Surakarta. http://wariintek.progressio.or.id. Kiat Memanen Buah yang Tepat
  4. Hendro Soenarjono. 1998. Teknik Memanen Buah Pisang agar Berkualitas Baik. Trubus No. 341
  5. Rismunandar. 1990. Bertanam Pisang. C.V. Sinar Baru. Bandung
  6. Rismunandar. 1990. Membudidayakan Tanaman Buah-buahan. C.V. Sinar Baru. Bandung
  7. Stover, R.H & N.W. Simmonads. 1993. Banana. Tropical Agriculture Series. Longman Scientific ang Technical. New York
  8. Wills, McGlasson, B., Graham, D. dan Jaycl, D. 1998. Post Harvest, An. Introduction to The Phisiology & Handling of Fruit, Vegetables & Ornamentals, UNSW PRESS, Sydney, Australia

Last update:

No citation recorded.

Last update:

No citation recorded.