skip to main content

Kajian dan Evaluasi Bencana Tanah Longsor di Kecamatan Tanjungsari terhadap RTRW Kabupaten Bogor

*Sri Fauza Pratiwi  -  Department of Geography, Universitas Indonesia, Jl Margonda, Jl. Margonda Raya, Kelurahan : Pondok Cina, Kecamatan : Beji, Kota : Depok, Indonesia
Masita Dwi Mandini Manessa  -  Universitas Indonesia, Indonesia
S Supriatna  -  Universitas Indonesia, Indonesia
Open Access Copyright (c) 2022 Jurnal Wilayah dan Lingkungan
Creative Commons License This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.

Citation Format:
Abstract
Bencana tanah longsor merupakan salah satu bencana alam yang sering terjadi di Indonesia yang memiliki beragam kondisi geografis dan topografi wilayah yang berbeda-beda. Namun, uji kesesuaian antara dokumen RTRW dengan potensi daerah dan faktor lain seperti bencana belum perah dilakukan kajian mendalam terhadap pemanfaatan ruangnya. Kecamatan Tanjungsari, Kabupaten Bogor merupakan daerah yang pernah mengalami longsor januari 2020 lalu. Tujuan penelitian ini untuk mengevaluasi RTRW Kabupaten Bogor terhadap bencana tanah longsor di Kecamatan Tanjungsari. Adapun kerawanan suatu wilayah terhadap tanah longsor disebabkan oleh beberapa faktor yang dijadikan sebagai parameter pada kajian ini. Parameter tersebut berupa penggunaan lahan, curah hujan, kelerengan, geologi, dan jenis tanah. Tiap parameter yang digunakan diberi skor dan bobot kemudian dilakukan overlay dari tiap pembobotan parameter untuk memperoleh peta kerawanan tanah longsor. Selanjutnya dilakukan analisis spasial deskriptif mengenai kerawanan tanah longsor tersebut terhadap RTRW Kabupaten Bogor. Hasilnya jika dibandingkan dengan kondisi existing, penggunaan lahan perkebunan dan kawasan hutan bertampalan dengan wilayah rawan bencana longsor. Maka perlu adanya peninjauan kembali terhadap peta RTRW yang sudah ada untuk mengurangi dampak akibat tanah longsor.
Fulltext
Keywords: kerawanan; overlay; RTRW; tanah longsor

Article Metrics:

  1. Boots, B. N. (1980). Weighting thiessen polygons. Economic Geography, 56(3), 248-259
  2. Gan, B. R., Yang, X. G., & Zhou, J. W. (2019). GIS-Based Remote Sensing Analysis Of The Spatial-Temporal Evolution Of Landslides In A Hydropower Reservoir In Southwest China. Geomatics, Natural Hazards and Risk, 10(1), 2291-2312
  3. Nicu IC. (2018). Application Of Analytic Hierarchy Process, Frequency Ratio, And Statistical Index To Landslide Susceptibility: An Approach To Endangered Cultural Heritage. Environ Earth Sci. 77:79
  4. Perda Kabupaten Bogor No. 11 Tahun 2016 Tentang Rencana Tata Ruang Wilayah Kabupaten Bogor Tahun 2016-2036
  5. Permadi, M. G., Tjahjono, B., & Baskoro, D. P. T. (2018). Identifikasi Daerah Risiko Bencana Longsor di Kota Bogor. Jurnal Tanah dan Lingkungan, 20(2), 86-94
  6. Permen No 22 Tahun 2007 tentang Pedoman Penataan Ruang Kawasan Rawan Bencana Longsor
  7. Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi. Tanpa Tahun. Peta Zona Kerentanan Gerakan Tanah Kota dan Kabupaten Bogor, Provinsi Jawa Barat. Bandung: Badan Geologi
  8. Rahayu, A. M. U., Ardiansyah, A. N., & Nuraeni, N. S. (2019). Wilayah Kerawanan Longsor di Kecamatan Pamijahan Kabupaten Bogor. Jurnal Geografi Gea, 19(1), 1-8
  9. Sagala, S., & Saraswati, S. (2013). Analisis Spasial Ketersediaan Ruang Terbuka Publik pada Permukiman Padat untuk Evakuasi pada Gempa Susulan (Studi Kasus: Kelurahan Sukahaji, Bandung)
  10. Sauri, S., & Hizbaron, D. R. (2016). Penilaian Tingkat Kerentanan Menggunakan Spatial Multi Criteria Evaluation di Sebagian Daerah Rawan Longsor, Kabupaten Bogor. Jurnal Bumi Indonesia, 5(1)
  11. Sinaga, E. J. (2020). Penataan Ruang dan Peran Masyarakat dalam Pembangunan Wilayah. Pandecta Research Law Journal, 15(2)
  12. Skilodimou HD, Bathrellos GD, Chousianitis K, Youssef AM, & Pradhan B. (2019). Multi-Hazard Assessment Modeling Via Multi-Criteria Analysis And GIS: A Case Study. Environ Earth Sci. 77: 47
  13. Solihin, M. (2021). Banjir dan Longsor Terjang 16 Kecamatan di Kabupaten Bogor. Banjir dan Longsor Terjang 16 Kecamatan di Kabupaten Bogor (detik.com). Diakses pada 14 April 2021, pk 13.23
  14. Sosrodarsono, S., & Takeda, K. (1976). Hidrologi Untuk pengairan. Jakarta: PT. Pradnya Paramita
  15. Suryanta, J., & Nahib, I. (2016). Kajian Spasial Evaluasi Rencana Tata Ruang Berbasis Kebencanaan Di Kabupaten Kudus Provinsi Jawa Tengah. Majalah Ilmiah Globe, 18(1), 33-42
  16. Vojteková, J., & Vojtek, M. (2020). Assessment of Landslide Susceptibility at A Local Spatial Scale Applying the Multi-Criteria Analysis And GIS: A Case Study from Slovakia. Geomatics, Natural Hazards and Risk, 11(1), 131-148
  17. Westen CJ, Castellanos E, & Kuriakose SL. (2008). Spatial Data for Landslide Susceptibility, Hazard, And Vulnerability Assessment: An Overview. Eng Geol. 102:112–131

Last update:

No citation recorded.

Last update:

No citation recorded.