Menurut data AC Nielsen tahun 2005, pertumbuhan pasar tradisionalmelambat dan pertumbuhan pasar tradisionalmenyusutmenjadi 8% per tahun, sedangkanpertumbuhan pasar modern mencapai 31,4% per tahun (Poesoro, 2007). Hal inidisebabkandampakdaripermasalahan pasar tradisionalkarenafaktor internal dan eksternal. Faktor internal berupapengelolaan pasar yang tidakprofesional, banyakbangunanfisik dan sekitarnya yang masih kurangterawat dan tidakterawat. Hal inisecaratidaklangsungmenyebabkanpembelitidakmaumemasuki area pasar. Selainfaktoreksternaltersebut, perbankandinilaikurangmenjanjikansehinggamenyulitkanpedaganguntuklebihmengembangkanusahanya, tanpa bias terhadappedagangkecil. Pasar tradisional, jikadirencanakan dan dikeloladenganbaik, dapatmemberikanpendapatanaslidaerah (PAD) yang signifikan dan peluanguntukberkolaborasidengansektorswasta. Kehadirannyamenjadi salah satuindikatornyataaktivitasekonomimasyarakat di wilayah tersebut. Pasar adalah salah satujenis dan karakteristik yang berbedadarijenispengembanganruangpublikperkotaan dan dapatbertindaksebagaipenghubungkestrukturperkotaan. Memahamidinamika pasar saatini, terutamamelihatke masa depan, dapatmenciptakanparadigma dan pendekatanbaruterhadapruangpublik, pasar, inklusisosial dan mobilitasekonomi, sertamengidentifikasipeluang dan potensi strategi implementasi. Salah satucarauntukmeningkatkaninklusisosial di ruangpublik dan mempromosikanterjemahanadalah pasar (Project for Public Spaces, Inc. dan Partners for LiveableCommunitys, 2003).
Last update:
Last update: