BibTex Citation Data :
@article{JPK701, author = {Rukuh Setiadi and Fitri Wulandari}, title = {MEMADUKAN STRATEGI, MEWUJUDKAN KETAHANAN: SEBUAH PEMBELAJARAN DARI PENGEMBANGAN STRATEGI KETAHANAN KOTA DI SEMARANG}, journal = {Jurnal Pengembangan Kota}, volume = {4}, number = {2}, year = {2017}, keywords = {Strategi terpadu; Ketahanan kota; 100 Resilient Cities; Cross focus area; Semarang}, abstract = { ‘Integrasi’ adalah suatu jargon yang sering digunakan oleh hampir semua disiplin, dari bidang rekayasa hingga ekonomi, dan dari ilmu fisika hingga ilmu sosial. Tantangan untuk mengembangkan strategi yang terpadu telah menjadi pesan utama di berbagai literatur mengenai studi-studi pembangunan kota. Sementara di negera yang telah maju konsep integrasi telah dimanifestasikan dalam berbagi aspek pembangunan kota, banyak aktor dan pengambil kebijakan di negara-negara berkembang masih berjuang untuk mewujudkan integrasi. Artikel ini menyoroti upaya yang baru saja dilakukan oleh Pemerintah Kota Semarang dalam meningkatkan ketahanan kota melalui perumusan dokumen strategi ketahanan kota. Artikel memperkenalkan suatu kerangka analisis dalam mendorong integrasi strategi. Artikel ini dikembangkan dari penelitian yang menerapkan pendekatan kualitatif dengan memanfaatkan posisi penulis utama sebagai coordinator lintas tema atau cross-focus areas pada penyusunan strategi ketahanan kota dalam inisiatif 100 Resilient City . Artikel ini diharapkan membantu praktisi perkotaan dalam melakukan pendekatan langkah-demi-langkah menuju integrasi strategi-strategi perkotaan, khususnya di bidang ketahanan kota. }, issn = {2503-0361}, pages = {95--105} doi = {10.14710/jpk.4.2.95-105}, url = {https://ejournal2.undip.ac.id/index.php/jpk/article/view/701} }
Refworks Citation Data :
‘Integrasi’ adalah suatu jargon yang sering digunakan oleh hampir semua disiplin, dari bidang rekayasa hingga ekonomi, dan dari ilmu fisika hingga ilmu sosial. Tantangan untuk mengembangkan strategi yang terpadu telah menjadi pesan utama di berbagai literatur mengenai studi-studi pembangunan kota. Sementara di negera yang telah maju konsep integrasi telah dimanifestasikan dalam berbagi aspek pembangunan kota, banyak aktor dan pengambil kebijakan di negara-negara berkembang masih berjuang untuk mewujudkan integrasi. Artikel ini menyoroti upaya yang baru saja dilakukan oleh Pemerintah Kota Semarang dalam meningkatkan ketahanan kota melalui perumusan dokumen strategi ketahanan kota. Artikel memperkenalkan suatu kerangka analisis dalam mendorong integrasi strategi. Artikel ini dikembangkan dari penelitian yang menerapkan pendekatan kualitatif dengan memanfaatkan posisi penulis utama sebagai coordinator lintas tema atau cross-focus areas pada penyusunan strategi ketahanan kota dalam inisiatif 100 Resilient City. Artikel ini diharapkan membantu praktisi perkotaan dalam melakukan pendekatan langkah-demi-langkah menuju integrasi strategi-strategi perkotaan, khususnya di bidang ketahanan kota.
Article Metrics:
Carmin, J., Anguelovski, I., & Roberts, D. (2012). Urban climate adaptation in the global south: planning in an emerging policy domain. Journal of Planning Education and Research, 32 (1), 18-32. doi: http://dx.doi.org/10.1177/0739456X11430951
Friend, R., Jarvie, J., Reed, S. O., Sutarto, R., Thinphanga, P., & Toan, V. C. (2014). Mainstreaming urban climate resilience into policy and planning; reflections from Asia. Urban Climate, 7, 6-19. doi:http://dx.doi.org/10.1016/j.uclim.2013.08.001
Gober, P., Larson, K. L., Quay, R., Polsky, C., Chang, H., & Shandas, V. (2013). Why land planners and water managers don’t talk to one another and why they should! Society and Natural Resources, 26, 356–364. doi:http://dx.doi.org/10.1080/08941920.2012.713448
Hardoy, J., & Lankao, P. R. (2011). Latin America cities and climate change: challenges and options to mitigation and adaptation response. Current Opinion in Environmental Sustainability, 3(3), 158-163. doi:http://dx.doi.org/10.1016/j.cosust.2011.01.004
Holling, C. S. (1996). Engineering resilience versus ecological resilience. In P. C. Schulze (Ed.), Engineering Within Ecological Constraints (pp. 31–44.). Washington DC: National Academy Press, Washington DC, pp. 31–44.
IPCC. (2012). Managing the Risks of Extreme Events and Disasters to Advance Climate Change Adaptation: A special report of Working Groups I and II of the Intergovernmental Panel on Climate Change. Retrieved from Cambridge, UK and New York, USA.: https://www.ipcc.ch/pdf/special-reports/srex/SREX_Full_Report.pdf
IPPC. (2014). Assessment Report 5: IPPC Working Group II. Retrieved from http://www.ipcc.ch/report/ar5/wg2/
ISET. (2011). Catalyzing Urban Climate Resilience: Applying resilience concepts to planning practice in the ACCCRN Program (2009-2011). Retrieved from Boulder: http://i-s-e-t.org/resources/major-program-reports/catalyzing-urban-climate-resilience.html
Mazmanian, D. A., Jurewitz, J., & Nelson, H. (2008). California’s climate change policy: the case of a subnational state actor tackling a global challenge. The Journal of Environment and Development, 17(4), 401-423. doi:http://dx.doi.org/10.1177/1070496508325438
Newel, B., & Proust, K. (2012). Introducing to Collaborative Conceptual Modeling. Working Paper, ANU Open Access Research. didapatkan dari https://digitalcollections.anu.edu.au/handle/1885/9386
Pemkot-Semarang. (2016). Semarang Tangguh: Bergerak Bersama Menuju Semarang Tangguh. Semarang: Pemerintah Kota Semarang Retrieved from http://100rcsemarang.org/wp-content/uploads/2016/06/strategi-ketahanan-kota-semarang.pdf.
Rabe, B. G. (2008). States on steroids: the intergovernmental odyssey of American climate policy. Review of Policy Research, 25(2), 105-128. doi:http://dx.doi.org/10.1111/j.1541-1338.2007.00314.x
Richardson, G. R. A. (2010). Adapting to Climate Change: An Introduction for Canadian Municipalities. Ottawa, Ont: Natural Resources Canada.
Robinson, P. S., Brown, A. L., Todes, A. E., & Kitchin, F. (2003). Methods of achieving integration in development planning: early experiences from South African municipalities, IDPR, 25:3, 263-281. International Development and Planning Review, 25(3), 263-281. doi:http://dx.doi.org/10.3828/idpr.25.3.3
Satterthwaite, D., & Dodman, D. (2013). Editorial: towards resilience and transformation for cities within a finite planet. Environment and Urbanization, 25(2), 291-298. doi:https://doi.org/10.1177/0956247813501421
Satterthwaite, D., Huq, S., Pelling, M., Reid, H., & Lankao, P. R. (2009). Adapting to climate change in urban areas: the possibilities and constraints’ in low- and middle-income nations. Retrieved from London: http://pubs.iied.org/10549IIED/
Scarse, J. I., & Sheate, W. R. (2002). Integration and integrated approaches to assessment: what do they mean for the environment? Journal of Environmental Policy & Planning, 4(4), 275-294. doi:http://dx.doi.org/10.1002/jepp.117
Silas, J. (1992). Government-community partnerships in kampung improvement programmes in Surabaya. Environment and Urbanization, 4(2), 33-41. doi:http://dx.doi.org/10.1177/095624789200400204
Turock, I., & McGranahan, G. (2013). Urbanization and economic growth: the arguments and evidence for Africa and Asia. Environment and Urbanization, 25(2), 465-482. doi:http://dx.doi.org/10.1177/0956247813490908
Tyler, S., Reed, S. O., MacClune, K., & Chopde, S. (2010). Planning for Urban Climate Resilience: Framework and Examples from the Asian Cities Climate Change Resilience Network (ACCCRN). Retrieved from Boulder, Colorado: http://www.alnap.org/resource/7282
UN-Habitat. (2011). Global Report on Human Settlements 2011: Cities and Climate Change-Policy Directions. London: Earthscan.
UN-Habitat. (2012). State of the World Cities 2012/2013: Prosperity of Cities. Retrieved from Nairobi: https://sustainabledevelopment.un.org/content/documents/745habitat.pdf
Wilde, B. (2011). Strategic Planning on The Coast: The Benefits of Applying Systems and Resilience Approaches. Paper presented at the 2011 NSW Coastal Conference, New South Wales. http://www.coastalconference.com/2013/papers2013/Bryce%20Wilde.pdf
Last update:
Starting from Volume 13 Number 2 2025, authors who publish in the Jurnal Pengembangan Kota retain full copyright ownership (Copyright@Author) of their work. In keeping with the journal’s commitment to open access, all articles are published under the terms of the Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License (CC BY-NC-SA 4.0). Before Volume 13 Number 2 2025, copyright was still owned by the publisher, Universitas Diponegoro. To support a better open-access program, we have created a new policy so that authors have full copyright ownership. Readers and third parties may also use the content in accordance with the CC BY-NC-SA license. This includes the ability to reproduce, modify, and build upon the article, as long as proper attribution is given, and any resulting work is distributed under the same license.