skip to main content

Perencanaan Groundsill Srandakan Kulon Progo, Daerah Istimewa Yogyakarta

*Rizky Ardian Budiono  -  Program Studi Program Profesi Insinyur Fakultas Teknik, Universitas Diponegoro, Jl. Prof. Sudarto, SH, Tembalang, Semarang, Indonesia 50275, Indonesia
Ratna Purwaningsih  -  Program Studi Program Profesi Insinyur Fakultas Teknik, Universitas Diponegoro, Jl. Prof. Sudarto, SH, Tembalang, Semarang, Indonesia 50275, Indonesia
Sri Sumiyati  -  Program Studi Program Profesi Insinyur Fakultas Teknik, Universitas Diponegoro, Jl. Prof. Sudarto, SH, Tembalang, Semarang, Indonesia 50275, Indonesia
Received: 20 Jan 2026; Revised: 22 Feb 2026; Accepted: 23 Feb 2026; Available online: 24 Feb 2026; Published: 7 Jul 2026.

Citation Format:
Abstract

Groundsill Srandakan di hilir Sungai Progo mengalami kerusakan akibat gerusan yang mengancam stabilitas struktur. Penelitian ini bertujuan menganalisis alternatif rehabilitasi groundsill dengan pendekatan teknis terpadu meliputi hidrologi, hidraulika dan struktur. Metode yang digunakan mengintegrasikan pemodelan satu dimensi HEC‑RAS dan pemodelan tiga dimensi FLOW‑3D, dengan data debit 10 tahun (2009-2018), topografi LiDAR dan data teknis BBWS Serayu Opak. Analisis hidrologi menghasilkan debit rencana kala ulang 100 tahun sebesar 3.160,70 m3/s. Hasil hidraulika menunjukkan desain review menggunakan USBR Tipe II (kolam olak 14 m) memberikan kinerja lebih baik dibanding USBR Tipe IV (24 m), dengan kecepatan aliran hilir sekitar 1,65 m/s (pasang) dan 1,90 m/s (surut). Solusi rehabilitasi yang direkomendasikan adalah pembangunan groundsill tambahan di hilir sambil mempertahankan mercu eksisting, yang menghasilkan pola aliran lebih tenang dan muka air 6,534 m (pasang) serta 1,834 m (surut). Kesimpulannya, desain ini menurunkan potensi gerusan dan meningkatkan stabilitas struktur sehingga layak diimplementasikan sebagai langkah mitigasi jangka panjang.

 

Kata kunci: groundsill, gerusan (scouring), HEC‑RAS, FLOW‑3D, analisis hidrologi, rehabilitasi, Sungai Progo

Article Metrics:

Article Info
Section: Laporan Studi Kasus
Language : ID
  1. Ariyanto, A. (2009). Analisis Bentuk Pilar Jembatan terhadap Potensi Gerusan Lokal (Studi Kasus Model Pilar Penampang Persegi Panjang dan Ellips). Jurnal APTEK, 1(1)
  2. Asdak, C. (2023). Hidrologi dan pengelolaan daerah aliran sungai. Ugm Press
  3. Balai Besar Wilayah Sungai Serayu Opak. (2023). Data teknis dan survei Groundsill Srandakan [Laporan internal]
  4. Chow, V. T. (1951). Applied hydrology. McGraw-Hill
  5. Harto, S. (1993). Hidrograf satuan sintetis Gama I [Laporan teknis]
  6. Kim, B. J., Hwang, J. H., & Kim, B. (2022). FLOW-3D model development for the analysis of the flow characteristics of downstream hydraulic structures. Sustainability, 14(17), 10493
  7. Melville, B. W., & Coleman, S. E. (2000). Bridge scour. Water Resources Publications
  8. Peterka, A. J. (1964). Hydraulic design of stilling basins and energy dissipators (No. 25). United States Department of the Interior, Bureau of Reclamation
  9. Raudkivi, A. J., & Ettema, R. (1985). Scour at cylindrical bridge piers in armored beds. Journal of Hydraulic Engineering, 111(4), 713-731
  10. Soemarto, P. (1987). Metode hidrologi. Penerbit Teknik
  11. Standar Nasional Indonesia. (2015). SNI 2851:2015: Pedoman perencanaan struktur beton
  12. Standar Nasional Indonesia. (2016). SNI 2415:2016: Pedoman perhitungan debit banjir dan perencanaan drainase
  13. Standar Nasional Indonesia. (2019). SNI 2847:2019: Persyaratan beton struktural untuk bangunan gedung dan penjelasan
  14. U.S. Bureau of Reclamation. (n.d.). Design of stilling basins [Pedoman teknis]
  15. World Meteorological Organization. (1986). Guidelines for probable maximum precipitation estimation

Last update:

No citation recorded.

Last update:

No citation recorded.