skip to main content

Pendekatan Isochrone Terhadap Aksesibilitas Kawasan Transit-Oriented Development (TOD) Pada Pembangunan Stasiun Tenjo Baru, Kabupaten Bogor

*Dio Astya Firmansyah  -  Program Profesi Insinyur, Sekolah Interdisiplin Manajemen dan Teknologi, Institut Teknologi Sepuluh Nopember, Jl. Cokroaminoto No.12A, DR. Soetomo, Kec. Tegalsari, Surabaya, Jawa Timur 60264, Indonesia
Received: 6 Jan 2026; Published: 2 Feb 2026.

Citation Format:
Abstract
Kompleksitas transportasi di Jabodetabek mendorong pengembangan kawasan berbasis Transit-Oriented Development (TOD). Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis tingkat aksesibilitas pejalan kaki di kawasan pengembangan TOD Stasiun Tenjo Baru, Kabupaten Bogor, dengan menggunakan pendekatan isochrone berbasis waktu tempuh. Metode yang digunakan adalah analisis spasial menggunakan teknik Isochrone Convex Hull melalui pemrograman Python dengan library OSMnx, GeoPandas, dan NetworkX, berdasarkan data jaringan jalan dari OpenStreetMap. Hasil penelitian menunjukkan bahwa aksesibilitas pejalan kaki di sekitar Stasiun Tenjo Baru belum optimal sesuai prinsip TOD. Area yang dapat dijangkau dalam waktu 10 menit berjalan kaki masih sangat terbatas, hanya mencakup sebagian kecil Podomoro City. Distribusi penggunaan lahan masih didominasi fungsi residensial (2.331 unit dalam radius 30 menit), sementara fasilitas non-residensial seperti komersial, retail, dan publik masih minim. Jaringan jalan menunjukkan karakteristik tidak homogen dengan bottleneck dan dead-end roads di luar kawasan perumahan, serta ketiadaan konektivitas ke arah utara stasiun. Analisis ini mengungkap kesenjangan antara kondisi eksisting dengan rencana pengembangan TOD, di mana capture rate stasiun berisiko rendah akibat keterbatasan aksesibilitas. Disimpulkan bahwa pengembangan TOD di Stasiun Tenjo Baru masih dalam tahap awal dengan tantangan utama pada asimetri aksesibilitas dan dominasi fungsi residensial, sehingga diperlukan intervensi perencanaan berbasis bukti spasial untuk mencapai prinsip TOD yang optimal.

Note: This article has supplementary file(s).

Fulltext |  Data Set
Data bangunan
Subject building
Type Data Set
  Download (507KB)    Indexing metadata
 Research Results
Grafik index_right
Subject graph
Type Research Results
  View (48KB)    Indexing metadata
 Research Results
Grafik Frekuensi Bangunan
Subject graph
Type Research Results
  View (57KB)    Indexing metadata
 Research Materials
Gambar nodes terpilih
Subject nodes and edges
Type Research Materials
  View (112KB)    Indexing metadata
 Research Materials
Gambar nodes dan edges
Subject nodes and edges
Type Research Materials
  View (157KB)    Indexing metadata

Article Metrics:

  1. Armaeni, N. K. (2015). Kajian Etika Profesi Keinsinyuran Sipil. 4, 41–48
  2. Boeing, G. (2025). Modeling and Analyzing Urban Networks and Amenities With OSMnx. Geographical Analysis, 1–11. https://doi.org/10.1111/gean.70009
  3. Cervero, R., Ferrel, C., & Murphy, S. (2002). Transit-Oriented Development and Joint Development in the United States: A Literature Review. Minerva Medica, 63(14), 838–840
  4. Undang-undang (UU) Nomor 11 Tahun 2014 tentang Keinsinyuran, Pemerintah Pusat 1 (2014). https://peraturan.bpk.go.id/Details/38602
  5. Evans, J. E., & Pratt, R. H. (2007). Traveler Response to Transportation System Changes Handbook, Third Edition: Chapter 17, Transit-Oriented Development. In Traveler Response to Transportation System Changes Handbook, Third Edition: Chapter 17, Transit-Oriented Development. https://doi.org/10.17226/14077
  6. GeoPandas Developers. (2013). GeoPandas 1.1.1. https://geopandas.org/en/stable/
  7. Handayani, S., Afrianti, D. A., & Suryandari, M. (2021). Implementasi Kebijakan Angkutan Umum di DKI Jakarta. Jurnal Teknologi Transportasi Dan Logistik, Volume 2 N(1), 19–28. https://jurnal.poltradabali.ac.id/jttl/article/view/30
  8. Hasibuan, H. S., Soemardi, T. P., Koestoer, R., & Moersidik, S. (2014). The Role of Transit Oriented Development in Constructing Urban Environment Sustainability, the Case of Jabodetabek, Indonesia. Procedia Environmental Sciences, 20, 622–631. https://doi.org/10.1016/j.proenv.2014.03.075
  9. Isa, M. H. (2014). Transit Oriented Development ( TOD ) Sebagai Solusi Alternatif Dalam Mengatasi Permasalahan Kemacetan Di Kota Surabaya. Jurusan Arsitektur Bidang Magister Manajemen Pembangunan Kota, 1–11
  10. ITDP. (2017). TOD Standard
  11. Jakarta Smart City. (2023). Mengenal Transit Oriented Development di Jakarta. Smart Mobility. https://smartcity.jakarta.go.id/id/blog/mengenal-transit-oriented-development-di-jakarta/
  12. Peraturan Menteri Ketenagakerjaan Republik Indonesia Nomor 5 Tahun 2018 Tentang Keselamatan dan Kesehatan Kerja Lingkungan Kerja, (2018). https://jdih.kemnaker.go.id/asset/data_puu/Permen_5_2018.pdf
  13. Kementerian Perhubungan Republik Indonesia. (2018). Peraturan Menteri Perhubungan Republik Indonesia Nomor PM 58 Tahun 2018 Tentang Tata Cara Pelaksanaan Kerja Sama Pemerintah Dengan Badan Usaha Dalam Penyediaan Infrastruktur Transportasi di Lingkungan Kementerian Perhubungan
  14. NetworkX Developers. (2014). NetworkX. https://networkx.org/
  15. PII. (2021). Kode Etik Insinyur 2021
  16. Shkurti, M. (2022). Spatio-temporal public transport accessibility analysis and benchmarking in an interactive WebGIS. November
  17. Sunarto, R. S. (2009). Undelivering Service Quality in Public Transport - Case of:commuter Railway of Jabodetabek
  18. Taki, H. M., & Maatouk, M. M. H. (2018). Spatial Statistical Analysis for Potential Transit Oriented Development (TOD) in Jakarta Metropolitan Region. Journal of Geoscience, Engineering, Environment, and Technology, 3(1), 47. https://doi.org/10.24273/jgeet.2018.3.01.1091
  19. Waisapi, J. Y. (2022). Engineering Professionalism. 1(3), 299–314

Last update:

No citation recorded.

Last update:

No citation recorded.