BibTex Citation Data :
@article{JPII28250, author = {W Widayat and Ahmad Ihsan and Edward Emannuel Santosa and M. Syafiq Hazim and Natalia Lydia Efrata Simbolon and Safira Rizkya Puteri}, title = {Analisis Pengaruh Perbandingan ΔT terhadap Optimasi Energi dengan Metode Problem Table}, journal = {Jurnal Profesi Insinyur Indonesia}, volume = {3}, number = {4}, year = {2026}, keywords = {}, abstract = { Problem table analysis adalah metode kuantitatif dalam teknologi pinch untuk menghitung kebutuhan minimum panas (hot utility) dan pendinginan (cold utility) pada sistem termal industri. Dengan menyusun data suhu dan entalpi dalam bentuk tabel, metode ini membagi fluida ke dalam interval suhu berdasarkan ΔTmin, lalu menghitung surplus atau defisit energi di setiap interval melalui neraca entalpi. Hasil divisualisasikan sebagai heat cascade untuk menentukan titik pinch dan batas pemanfaatan panas internal. Analisis pada ΔTmin 10–28°C menunjukkan bahwa semakin besar ΔTmin, semakin besar kebutuhan hot utility, sementara cold utility mengalami fluktuasi akibat variasi distribusi panas, karakteristik stream dan konfigurasi aliran. Pemilihan ΔTmin yang tepat penting untuk menyeimbangkan efisiensi energi internal dengan konsumsi energi eksternal, guna mencapai desain jaringan penukar panas yang optimal, efisien dan ekonomis. Kata kunci : problem table, optimasi, suhu }, issn = {2985-8100}, pages = {267--278} doi = {10.14710/jpii.2025.28250}, url = {https://ejournal2.undip.ac.id/index.php/jpii/article/view/28250} }
Refworks Citation Data :
Problem table analysis adalah metode kuantitatif dalam teknologi pinch untuk menghitung kebutuhan minimum panas (hot utility) dan pendinginan (cold utility) pada sistem termal industri. Dengan menyusun data suhu dan entalpi dalam bentuk tabel, metode ini membagi fluida ke dalam interval suhu berdasarkan ΔTmin, lalu menghitung surplus atau defisit energi di setiap interval melalui neraca entalpi. Hasil divisualisasikan sebagai heat cascade untuk menentukan titik pinch dan batas pemanfaatan panas internal. Analisis pada ΔTmin 10–28°C menunjukkan bahwa semakin besar ΔTmin, semakin besar kebutuhan hot utility, sementara cold utility mengalami fluktuasi akibat variasi distribusi panas, karakteristik stream dan konfigurasi aliran. Pemilihan ΔTmin yang tepat penting untuk menyeimbangkan efisiensi energi internal dengan konsumsi energi eksternal, guna mencapai desain jaringan penukar panas yang optimal, efisien dan ekonomis.
Kata kunci: problem table, optimasi, suhu
Article Metrics:
Last update:
Authors retain the copyright of their published articles in the Jurnal Profesi Insinyur Indonesia (JPII) while granting the journal the right of first publication. All articles are published under the Creative Commons license specified by the journal, allowing readers to access, share, and reuse the content in accordance with the license terms, provided that proper attribution is given to the original authors and source. Authors are responsible for ensuring that any third-party materials included in their manuscripts have appropriate permissions. For uses beyond the applicable license, permission must be obtained from the relevant copyright holder.
Alamat Kontak:
Program Studi Program Profesi Insinyur Fakultas Teknik Universitas Diponegoro
Gedung Dekanat Baru Lt 3. Prof. Sudarto SH Tembalang Semarang 50275
www.psppi.ft.undip.ac.id