skip to main content

Asesmen Potensi Longsor di Daerah Gunung Pati Kota Semarang dengan Metode Anbalagan

*Muhammad Mukhlisin  -  Program Studi Program Profesi Insinyur, Universitas Diponegoro, Jl. Prof. Sudarto, SH, Tembalang, Semarang, Indonesia 50275, Indonesia
Received: 6 May 2025; Published: 2 Apr 2026.

Citation Format:
Abstract
Kota Semarang merupakan daerah yang rawan longsor, terutama daerah yang memiliki morfologi perbukitan. Melihat adanya kejadian longsor di beberapa wilayah Kota Semarang, maka diperlukan adanya asesmen agar dapat diantisipasi terjadinya bencana longsor. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat risiko kerentanan longsor dengan menggunakan Metode Anbalagan dan membandingkan dengan metode berdasarkan Permen PU No. 22 Tahun 2007 RI dan Slope Assessment System (SAS) Malaysia. Lokasi penelitian ini berada di lereng Gedung E10 Fakultas Teknik Universitas Negeri Semarang dengan dua slope pada area penelitian yaitu Slope 1 dan 2. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dengan metode Anbalagan, baik Slope 1 dan 2 memperoleh skor 7,35 dengan tingkat kerawanan tinggi. Sedangkan berdasarkan pada Permen PU No. 22 Tahun 2007, Slope 1 bernilai 2,44 tingkat kerawanan tinggi, Slope 2 bernilai 2,16 tingkat kerawanan rendah. Melalui metode SAS, Slope 1 memiliki nilai 0,95 dan Slope 2 0,89 yang berarti keduanya memiliki tingkat kerawanan sangat tinggi. Berdasarkan berbagai metode pengaturan yang digunakan, pengaturan tersebut mendapatkan hasil yang cukup sama.
Kata kunci: Anbalagan, Slope Assessment System, longsor, risiko kerawanan, Permen PU No. 22 Tahun 2007
Fulltext Email colleagues

Article Metrics:

Article Info
Section: Laporan Studi Kasus
Language : ID

Last update:

No citation recorded.

Last update:

No citation recorded.