BibTex Citation Data :
@article{JPII26857, author = {Muhammad Mukhlisin and Widayat Widayat and Silviana Silviana}, title = {Asesmen Potensi Longsor di Daerah Gunung Pati Kota Semarang dengan Metode Anbalagan}, journal = {Jurnal Profesi Insinyur Indonesia}, volume = {3}, number = {5}, year = {2026}, keywords = {}, abstract = { Kota Semarang merupakan daerah yang rawan longsor, terutama daerah yang memiliki morfologi perbukitan. Melihat adanya kejadian longsor di beberapa wilayah Kota Semarang, maka diperlukan adanya asesmen agar dapat diantisipasi terjadinya bencana longsor. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat risiko kerentanan longsor dengan menggunakan Metode Anbalagan dan membandingkan dengan metode berdasarkan Permen PU No. 22 Tahun 2007 RI dan Slope Assessment System (SAS) Malaysia. Lokasi penelitian ini berada di lereng Gedung E10 Fakultas Teknik Universitas Negeri Semarang dengan dua slope pada area penelitian yaitu slope 1 dan 2. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dengan metode Anbalagan, baik slope 1 dan 2 memperoleh skor 7,35 dengan tingkat kerawanan tinggi. Sedangkan berdasarkan pada Permen PU No. 22 Tahun 2007, slope 1 bernilai 2,44 tingkat kerawanan tinggi, slope 2 bernilai 2,16 tingkat kerawanan rendah. Melalui metode SAS, slope 1 memiliki nilai 0,95 dan slope 2 0,89 yang berarti keduanya memiliki tingkat kerawanan sangat tinggi. Berdasarkan berbagai metode pengaturan yang digunakan, pengaturan tersebut mendapatkan hasil yang cukup sama. Kata kunci : Anbalagan, Slope Assessment System, longsor, risiko kerawanan, Permen PU No. 22 Tahun 2007 }, issn = {2985-8100}, pages = {358--365} doi = {10.14710/jpii.2026.26857}, url = {https://ejournal2.undip.ac.id/index.php/jpii/article/view/26857} }
Refworks Citation Data :
Kota Semarang merupakan daerah yang rawan longsor, terutama daerah yang memiliki morfologi perbukitan. Melihat adanya kejadian longsor di beberapa wilayah Kota Semarang, maka diperlukan adanya asesmen agar dapat diantisipasi terjadinya bencana longsor. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat risiko kerentanan longsor dengan menggunakan Metode Anbalagan dan membandingkan dengan metode berdasarkan Permen PU No. 22 Tahun 2007 RI dan Slope Assessment System (SAS) Malaysia. Lokasi penelitian ini berada di lereng Gedung E10 Fakultas Teknik Universitas Negeri Semarang dengan dua slope pada area penelitian yaitu slope 1 dan 2. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dengan metode Anbalagan, baik slope 1 dan 2 memperoleh skor 7,35 dengan tingkat kerawanan tinggi. Sedangkan berdasarkan pada Permen PU No. 22 Tahun 2007, slope 1 bernilai 2,44 tingkat kerawanan tinggi, slope 2 bernilai 2,16 tingkat kerawanan rendah. Melalui metode SAS, slope 1 memiliki nilai 0,95 dan slope 2 0,89 yang berarti keduanya memiliki tingkat kerawanan sangat tinggi. Berdasarkan berbagai metode pengaturan yang digunakan, pengaturan tersebut mendapatkan hasil yang cukup sama.
Kata kunci: Anbalagan, Slope Assessment System, longsor, risiko kerawanan, Permen PU No. 22 Tahun 2007
Article Metrics:
Last update:
Authors retain the copyright of their published articles in the Jurnal Profesi Insinyur Indonesia (JPII) while granting the journal the right of first publication. All articles are published under the Creative Commons license specified by the journal, allowing readers to access, share, and reuse the content in accordance with the license terms, provided that proper attribution is given to the original authors and source. Authors are responsible for ensuring that any third-party materials included in their manuscripts have appropriate permissions. For uses beyond the applicable license, permission must be obtained from the relevant copyright holder.
Alamat Kontak:
Program Studi Program Profesi Insinyur Fakultas Teknik Universitas Diponegoro
Gedung Dekanat Baru Lt 3. Prof. Sudarto SH Tembalang Semarang 50275
www.psppi.ft.undip.ac.id