skip to main content

HUBUNGAN AGAMA DAN NEGARA MENURUT PANCASILA DAN UNDANG-UNDANG DASAR NEGARA REPUBLIK INDONESIA TAHUN 1945

*Ali Ismail Shaleh  -  Fakultas Hukum, Universitas Islam Riau, Indonesia
Fifiana Wisnaeni  -  Fakultas Hukum, Universitas Diponegoro, Indonesia

Citation Format:
Abstract

Tulisan ini membahas tentang hubungan agama dan Negara menurut Pancasila dan Undang Undang Dasar 1945. Hubungan antara agama dan Negara  senantiasa menghadirkan sebuah konsekuensi hukum di Indonesia yang berlandaskan ketuhanan yang maha esa, menegaskan bahwa Negara atas nama Konstitusi mengurusi urusan agama dan kepercayaan, sehingga menghadirkan pluralisme hukum di dalam menjalani politik hukum yang harmonis. Negara secara aktif dan dinamis harus menyokong setiap individu-individu sehingga terciptanya kerukunan umat beragama dan tercapai lah hubungan ideal yang di harapkan oleh pendiri Negara.

Fulltext View|Download
Keywords: Negara; Agama; Pancasila; UUD 1945.

Article Metrics:

Article Info
Section: Conceptual Article
Language : ID
Statistics:
  1. Sukardja, A. (2012). Piagam Madinah & Undang-Undang Dasar NRI 1945 Kajian Perbandingan Tentang Dasar Hidup Bersama Dalam Masyarakat yang Majemuk. Jakarta: Sinar Grafika
  2. Syamsudin, D. (2000). Etika Agama dalam Membangun Masyarakat Madani. Jakarta: PT Logos Wacana Ilmu
  3. Perwiranegara, Alamsjah R. (1987). Islam dan Pembangunan Politik di Indonesia. Jakarta: CV.Haji Masaagung
  4. Lutz, James M., & Lutz, Brenda J. (2004). Global Terrorism. London: Routledge
  5. Hamidi, Jazim., & Abadi, M Husnu. (2001) Intervensi Negara Terhadap Agama. Yogyakarta: UII Press
  6. Natsir, M. (2001). Agama dan Negara Dalam Perspektif Islam. Jakarta: Media Dakwah
  7. Mahfud MD, M. (2017). Politik Hukum di Indonesia. Jakarta. Rajawali Press
  8. Marzuki, S. (2014) Politik Hukum : Hak Asasi Manusia, Jakarta: Penerbit Erlangga
  9. Rosyada, D. (2000) Pendidikan Kewarganegaraan, Demokrasi, HAM dan Masyarakat Madani. Jakarta: IAIN Jakarta Press
  10. Nun Bloom, Pazit B. (2016). State-Level Restriction of Religious Freedom and Women’s Rights: A Global Analysis. Sage Journals, Vol.64, Issue 4, pp. 832–853
  11. Budiyono. (2014). Hubungan Negara dan Agama dalam Negara Pancasila. Fiat Justicia Jurnal Ilmu Hukum, Vol.8, (No.3), p. 410
  12. Abdullah. (2014). Hubungan Agama dan Negara: Konteks keindonesiaan. Jurnal Politik Profetik, Vol. 4, (No. 2), pp. 22-23
  13. Kasmuri (2014). Fenomena Sekulerisme. Al-A’raf, Jurnal Pemikiran Islam dan Filsafat, Vol. XI, (No. 2, Juli – Desember 2014), pp. 89-90
  14. Abdillah, M. (2013). Hubungan Agama Dan Negara Dalam Konteks Modernisasi Politik Di Era Reformasi. Ahkam: Jurnal Ilmu Syariah, Vol.13, (No. 2), pp. 252-253
  15. Mujahidin, A. (2012). Konsep Hubungan Agama dan Negara Studi Atas Tafsir Al-Misbah Karya M. Quraish Shihab. Dialogia, Vol.10 (No.2). p. 172
  16. Neuwenhuis, Arnorld. (2012). State and religion, a multidimensional relationship: Some comparative law remarks. International Journal of Constitutional Law, Vol.10, (Issue 1, January 2012), p.153 . Oxford Academic
  17. Supriadi, Y. (2016) Hubungan Agama dan Negara dalam perspektif Aksi Bela Islam. Jaqfi:Jurnal Aqidah dan Filsafat Islam, Vol. I, (No.2), p.43
  18. Sahidah, A. (2011). Islam dan Demokrasi dI Malaysia: Hubungan Agama dan Negara yang Unik. Millah : Jurnal Studi Agama, Vol. X (No.2), p. 216
  19. Saifuddin, Lukman H. (2009). Indonesia adalah Negara Agamis :Merumuskan Relasi Agama dan Negaradalam Perspektif Pancasila. In Kongres Pancasila yang diselenggarakan Universitas Gajah Mada (UGM) Yogyakarta dan Mahkamah Konstitusi Republik Indonesia (pp.1-15) Yogyakarta : PSP Press Universitas Gadjah Mada
  20. Arianto, S. (1998). Proses Perumusan Dasar Negara Pancasila. Program Pascasarjana Program Studi Ilmu Hukum Universitas Indonesia
  21. Fauzi, M. (2010). Pemikiran Politik Natsir. Retrieved from http://repository.usu.ac.id/bitstream/123456789/16149/5/Chapter%20I.pdf. Diakses pada tanggal 20 februari 2018, Jam 13:25

Last update:

No citation recorded.

Last update:

No citation recorded.