HUBUNGAN AGAMA DAN NEGARA MENURUT PANCASILA DAN UNDANG-UNDANG DASAR NEGARA REPUBLIK INDONESIA TAHUN 1945

*Ali Ismail Shaleh  -  Fakultas Hukum, Universitas Islam Riau, Indonesia
Fifiana Wisnaeni  -  Fakultas Hukum, Universitas Diponegoro, Indonesia
Published: 29 May 2019.
Open Access
Citation Format:
Article Info
Section: Articles
Language: ID
Statistics: 783 13458
Abstract

Tulisan ini membahas tentang hubungan agama dan Negara menurut Pancasila dan Undang Undang Dasar 1945. Hubungan antara agama dan Negara  senantiasa menghadirkan sebuah konsekuensi hukum di Indonesia yang berlandaskan ketuhanan yang maha esa, menegaskan bahwa Negara atas nama Konstitusi mengurusi urusan agama dan kepercayaan, sehingga menghadirkan pluralisme hukum di dalam menjalani politik hukum yang harmonis. Negara secara aktif dan dinamis harus menyokong setiap individu-individu sehingga terciptanya kerukunan umat beragama dan tercapai lah hubungan ideal yang di harapkan oleh pendiri Negara.

Keywords: Negara; Agama; Pancasila; UUD 1945.

Article Metrics:

  1. Sukardja, A. (2012). Piagam Madinah & Undang-Undang Dasar NRI 1945 Kajian Perbandingan Tentang Dasar Hidup Bersama Dalam Masyarakat yang Majemuk. Jakarta: Sinar Grafika.
  2. Syamsudin, D. (2000). Etika Agama dalam Membangun Masyarakat Madani. Jakarta: PT Logos Wacana Ilmu.
  3. Perwiranegara, Alamsjah R. (1987). Islam dan Pembangunan Politik di Indonesia. Jakarta: CV.Haji Masaagung.
  4. Lutz, James M., & Lutz, Brenda J. (2004). Global Terrorism. London: Routledge.
  5. Hamidi, Jazim., & Abadi, M Husnu. (2001) Intervensi Negara Terhadap Agama. Yogyakarta: UII Press.
  6. Natsir, M. (2001). Agama dan Negara Dalam Perspektif Islam. Jakarta: Media Dakwah.
  7. Mahfud MD, M. (2017). Politik Hukum di Indonesia. Jakarta. Rajawali Press.
  8. Marzuki, S. (2014) Politik Hukum : Hak Asasi Manusia, Jakarta: Penerbit Erlangga.
  9. Rosyada, D. (2000) Pendidikan Kewarganegaraan, Demokrasi, HAM dan Masyarakat Madani. Jakarta: IAIN Jakarta Press.
  10. Nun Bloom, Pazit B. (2016). State-Level Restriction of Religious Freedom and Women’s Rights: A Global Analysis. Sage Journals, Vol.64, Issue 4, pp. 832–853.
  11. Budiyono. (2014). Hubungan Negara dan Agama dalam Negara Pancasila. Fiat Justicia Jurnal Ilmu Hukum, Vol.8, (No.3), p. 410.
  12. Abdullah. (2014). Hubungan Agama dan Negara: Konteks keindonesiaan. Jurnal Politik Profetik, Vol. 4, (No. 2), pp. 22-23.
  13. Kasmuri (2014). Fenomena Sekulerisme. Al-A’raf, Jurnal Pemikiran Islam dan Filsafat, Vol. XI, (No. 2, Juli – Desember 2014), pp. 89-90.
  14. Abdillah, M. (2013). Hubungan Agama Dan Negara Dalam Konteks Modernisasi Politik Di Era Reformasi. Ahkam: Jurnal Ilmu Syariah, Vol.13, (No. 2), pp. 252-253.
  15. Mujahidin, A. (2012). Konsep Hubungan Agama dan Negara Studi Atas Tafsir Al-Misbah Karya M. Quraish Shihab. Dialogia, Vol.10 (No.2). p. 172.
  16. Neuwenhuis, Arnorld. (2012). State and religion, a multidimensional relationship: Some comparative law remarks. International Journal of Constitutional Law, Vol.10, (Issue 1, January 2012), p.153 . Oxford Academic
  17. Supriadi, Y. (2016) Hubungan Agama dan Negara dalam perspektif Aksi Bela Islam. Jaqfi:Jurnal Aqidah dan Filsafat Islam, Vol. I, (No.2), p.43.
  18. Sahidah, A. (2011). Islam dan Demokrasi dI Malaysia: Hubungan Agama dan Negara yang Unik. Millah : Jurnal Studi Agama, Vol. X (No.2), p. 216.
  19. Saifuddin, Lukman H. (2009). Indonesia adalah Negara Agamis :Merumuskan Relasi Agama dan Negaradalam Perspektif Pancasila. In Kongres Pancasila yang diselenggarakan Universitas Gajah Mada (UGM) Yogyakarta dan Mahkamah Konstitusi Republik Indonesia (pp.1-15) Yogyakarta : PSP Press Universitas Gadjah Mada.
  20. Arianto, S. (1998). Proses Perumusan Dasar Negara Pancasila. Program Pascasarjana Program Studi Ilmu Hukum Universitas Indonesia.
  21. Fauzi, M. (2010). Pemikiran Politik Natsir. Retrieved from http://repository.usu.ac.id/bitstream/123456789/16149/5/Chapter%20I.pdf. Diakses pada tanggal 20 februari 2018, Jam 13:25.