skip to main content

Reformulasi Syarat Pelaksanaan Diversi dalam Sistem Peradilan Pidana Anak di Indonesia

*Muliani S orcid scopus publons  -  Program Pascasarjana, Universitas Muhammadiyah Sidenreng Rappang, Indonesia
Adil Kasim scopus  -  Pengadilan Negeri Bulukumba, Indonesia
Jamaluddin Ahmad orcid scopus publons  -  Program Pascasarjana, Universitas Muhammadiyah Sidenreng Rappang, Indonesia
Nurjannah Nonci scopus  -  Program Pascasarjana, Universitas Muhammadiyah Sidenreng Rappang, Indonesia

Citation Format:
Abstract

Masih banyaknya anak yang dipenjara menunjukkan bahwa masih ada permasalahan norma hukum dalam Sistem Peradilan Pidana Anak khususnya penerapan diversi di Indonesia. Tujuan penelitian ini adalah mencari konsep ideal dalam pelaksanaan diversi tanpa adanya syarat penerapan diversi terhadap anak yang berhadapan dengan hukum. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian hukum normatif dengan pendekatan yuridis normatif. Hasil penelitian menujukkan bahwa, adanya persyaratan diversi dalam Sistem Peradilan Pidana Anak, membuat hakim bisa memutus perkara dengan menjatuhkan pidana penjara kepada anak. Keberadaan lembaga perlindungan khusus anak ataupun lembaga lembaga perlindungan anak lainnya hanya ada di kota-kota provinsi, yang jauh dari keluarga si anak, sehingga pidana penjara menjadi pilihan bagi hakim dalam memutus perkara. Simpulan penelitian ini adalah pelaksanaan diversi harus tanpa syarat, sehingga semua jenis tindak pidana yang dilakukan oleh anak sedapat mungkin diupayakan diversi. Apabila kesepakatan diversi tidak terpenuhi barulah memilih pidana penjara sebagai alternative terakhir dalam pemidanaan terhadap anak yang berkonflik dengan hukum. Selain itu LPKA dan LPKS seharusnya dibangun juga di kabupaten/Kota sehingga anak yang dijatuhi hukuman ditempatkan di LPKA atau LPKS tidak jauh dari keluarganya.

Fulltext View|Download
Keywords: Diversi; Restorative Justice; Anak yang Berkonflik dengan Hukum

Article Metrics:

  1. Azhar, Ahmad F. (2019). Penerapan Konsep Keadilan Restoratif (Restorative Justice) Dalam Sistem Peradilan Pidana Di Indonesia. Jurnal Kajian Hukum Islam, Vol.4,(No.2),pp.134-143.DOI: 10.24235/mahkamah.v4i2.4936
  2. Ernis, Y. (2017). Diversi dan Keadilan Restoratif dalam Penyelesaian Perkara Tindak Pidana Anak di Indonesia. Jurnal Ilmiah Kebijakan Hukum, Vol.10, (No.2),pp. 163- 174. http://dx.doi.org/10.30641/kebijakan.2016.V10.163-174
  3. Fatmawati, Irma., & Hasibuan, Rahmadani Lidya. (2016). Diversi Berdasarkan Undang-Undang No.11 Tahun 2012 Tentang Sistem Peradilan Pidana Anak (Studi Pada Polres Stabat, Kejaksaan Negeri Stabat dan Pengadilan Negeri Stabat). Jurnal Ilmiah Penegakan Hukum, Vol.3, (No.2), pp.75–80. DOI: 10.31289/jiph.v3i1.1893
  4. Febriansyah, Ferry I. (2017). Keadilan Berdasarkan Pancasila Sebagai Dasar Filosofis Dan Ideologis Bangsa. DiH: Jurnal Ilmu Hukum, Vol.3, (No.2), pp.11–27. https://doi.org/10.30996/dih.v13i25.1545
  5. Fithri, Beby S. (2017). Asas Ultimum Remedium Terhadap Anak Yang Berkonflik Dengan Hukum Dalam Rangka Perlindungan Anak. Jurnal Mercotoria, Vol.2, (No.1),pp.13–28. https://doi.org/10.31289/mercatoria.v10i1.733
  6. Harefa, Oinike N. (2020). Ketika Keadilan Bertemu Dengan Kasih. SUNDERMANN: Jurnal Ilmiah Teologi, Pendidikan, Sains, Humaniora Dan Kebudayaan, Vol.13, (No.1),pp.39–47. https://doi.org/10.36588/ sundermann.v13i1.31
  7. Harve, Renhard., Kalo, Syafruddin., Syahrin Alvi., & Ediwarman. (2021). Synchronization of Laws and Application of Diversion in Children Criminal Laws in Conflict. International Journal of Criminal Justice Science, Vol.16, (No.2), pp.358–368. https://ijcjs.com/menu-script/index.php/ijcjs/ article/view/71
  8. Kaefer, Florian., Roper, Juliet., & Sinha, Paresha. (2015). A software-assisted qualitative content analysis of news articles: Example and reflections. Forum Qualitative Sozialforschung,Vol.16,(No.2),pp.1-20 https://doi.org/10.17169/fqs-16.2.2123
  9. Masrurotin, Ellyana., & Cahyaningtyas, Irma. (2002). The Urgency of the Implementation of the Children Hearing System Towards Children of Criminal Acts in the Diversion Process. International Journal of Multicultural and Multireligious Understanding, Vol.9, (No.4), pp.434–445. https://doi.org/http://dx.doi.org/10.18415/ijmmu.v9i4.3627
  10. Ozkan, Betul. C. (2004). Using NVivo to Analyze Qualitative Classroom Data on Constructivist Learning Environments. Qualitative Report, Vol.9, (No.4), pp.589–603. https://doi.org/10.46743/2160-3715/ 2004.1905
  11. Rahayu, S. (2015). Diversi Sebagai Alternatif Penyelesaian Perkara Tindak Pidana Yang Dilakukan Anak Dalam Perspektif Sistem Peradilan Pidana Anak. Jurnal Ilmu Hukum,Vol.6,(No.1),pp.127–142. http://dx.doi.org/10.30641/kebijakan.2019.V13.15-30
  12. Resa, Josefa Dolores R. (2020). Legal Culture on Justice and Truth: The Tribunals of Inquiry about Bloody Sunday. The Age of Human Rights Journal, Vol.15, (No.15),pp. 73–104. https://doi.org/10.17561/tahrj.v15.5777
  13. Sinaga, Sontan Merauke., & Lubis, Elmi Zahara. (2015). Perlindungan Hukum Terhadap Anak Yang Melakukan Kejahatan Dalam Persidangan Anak. Jurnal Mercatoria, Vol.3,(No.1),pp.52–57. DOI: 10.31289/mercatoria.v3i1.595
  14. Tumpa, Harifin A. (2015). Penerapan Konsep Rechtsvinding dan Rechtsschepping oleh Hakim dalam Memutus Suatu Perkara. Hasanuddin Law Review, Vol.1, (No.2), pp.113-126. https://doi.org/10.20956/ halrev.v1n2.90
  15. Utari, Ni Putu Sri., Sarjana, I Made., Setiabudhi, I Ketut Rai. (2012). Diskriminasi Penerapan Diversi Terhadap Anak Yang Melakukan Tindak Pidana. Kertha Wicara: Journal Ilmu Hukum,Vol.3,(No.2),pp.1–15. https://ojs.unud.ac.id/index.php/kerthawicara/article/view/39128
  16. Widayati, Lidya S. (2015). Ultimum Remedium dalam Bidang Lingkungan Hidup. Ius Quia Iustum Law Journal, Vol.22,(No.1),pp. 1–24. https://doi.org/10.20885/iustum.vol22.iss1.art1
  17. Freedman, David., & Woods, George W. (2014). Review Diversion System. Journal Politics Law,Vol.6,(No.3),pp.1–16.DOI: 10.5539/jpl.v6n3p1
  18. Yudaningsih, Lilik P. (2014). Penanganan Perkara Anak Melalui Restorative Justice. Jurnal Hukum,Vol.13,(No.1),pp.67–79. http://dx.doi.org/10.30652/jih.v9i1.7861
  19. Martuti, A. (2009). Pendidik Cerdas dan Mencerdaskan. Yogyakarta: Kreasi Wacana
  20. Rahardjo, S. (2010). Penegakan Hukum Progresif. Jakarta: Kompas

Last update:

No citation recorded.

Last update:

No citation recorded.