skip to main content

Risalah Tantangan Penegakan Hukum Tindak Pidana Kekerasan Seksual Pasca Lahirnya Undang-Undang Nomor 12 Tahun 2022

*Eko Nurisman  -  Fakultas Hukum, Universitas Internasional Batam, Indonesia

Citation Format:
Abstract

Undang-Undang Nomor 12 Tahun 2022 tentang Tindak Pidana Kekerasan Seksual (UU TPKS) merupakan pelengkap bagi peraturan perundang-undangan yang telah ada dalam menanggulangi Tindak Pidana Kekerasan Seksual. Namun demikian, ada tantangan dalam penegakan hukumnya karena dipengaruhi oleh faktor penegakan hukum itu sendiri. Penelitian ini menggunakan jenis penelitian hukum normatif dengan pendekatan konseptual, yang bertujuan untuk mengetahui tantangan penegakan hukum terhadap tindak pidana kekerasan seksual pasca diundangkannya UU TPKS. Hasil penelitian ini adalah: Pertama, UU TPKS merupakan pelengkap instrumen hukum pidana Indonesia untuk menanggulangi TPKS. Kedua, UU TPKS memberikan perlindungan hukum bagi korban kekerasan seksual secara sistemik. Ketiga, UU TPKS memuat sarana penal dan sarana non penal untuk menanggulangi tindak pidana kekerasan seksual.

Fulltext View|Download
Keywords: Tindak Pidana Kekerasan Seksual; Penegakan Hukum; UU TPKS

Article Metrics:

  1. Afrizal, R. (2020). Penguatan Sistem Peradilan Pidana Melalui Kewajiban Penyampaian Surat Pemberitahuan Dimulainya Penyidikan (Kajian Putusan Mahkamah Konstitusi Nomor 130/PUU-XIII/2015). Jurnal Yudisial, Vol.13, (No.3),pp.391-408. http://dx.doi.org/10.29123/jy.v13i3.386
  2. Amboro, FL Yudhi Priyo., & Komarhana, Khusuf. (2021). Prospek Kecerdasan Buatan Sebagai Subjek Hukum Perdata Di Indonesia. Law Review,Vol.XXI,(No.2),pp.145-172. http://dx.doi.org/10.19166/lr.v0i2.3513
  3. DeGue, Sarah., Niolon, Phyllis Holditch., Estefan, Lianne Fuino., & Taylor, Bruce. (2021). Effects of Dating Matters® on sexual violence and sexual harassment outcomes among middle school youth: A cluster-randomized controlled trial. Prevention science, Vol.22, (No.2), pp. 175-185. https://doi.org/10.1007/s11121-020-01152-0
  4. Dewi, Mastriati Hini H. (2019). Analisa Dampak Globalisasi terhadap Perdagangan Internasional. Jurnal Ekonomia, Vol.9, (No.1), pp.48-57. https://www.ejournal.lembahdempo. ac.id/index.php/STIE-JE/article/view/24
  5. Disemadi, Hari S. (2021). Urgensi Regulasi Khusus dan Pemanfaatan Artificial Intelligence dalam Mewujudkan Perlindungan Data Pribadi di Indonesia. Jurnal Wawasan Yuridika, Vol.5, (No.2),pp.177-199. http://dx.doi.org/10.25072/jwy.v5i2.460
  6. Griffin, Vanessa Woodward., Pelletier, Dylan., Griffin, O Hayden., & Sloan, Joh J. (2017). Campus sexual violence elimination act: Saving lives or saving face?. American Journal of Criminal Justice, Vol.42,(No.2),pp.401-425. https://doi.org/10.1007/s12103-016-9356-4
  7. Hadiyati, Nur., & Stathany, Hayllen. 2021. Analisis Undang-Undang ITE Berdasarkan Asas Pembentukan Peraturan Perundang-Undangan di Indonesia. Mizan: Jurnal Ilmu Hukum,Vol.10,(No.2),pp.146-156. https://doi.org/10.32503/mizan.v10i2.1657
  8. Haris, Muhammad Tan Abdul Rahman., & Tantimin. (2022). Analisis Pertanggungjawaban Hukum Pidana Terhadap Pemanfaatan Artificial Intelligence Di Indonesia. Jurnal Komunikasi Hukum(JKH), Vol.8,(No.1),pp.307-316. http://dx.doi.org/10.23887/jkh.v8i1.44408
  9. Ilyasa, Raden Muhammad A. (2021). Legal and Victimological Perspective on Sexual Violence against Children Cases in Indonesia. The Indonesian Journal of International Clinical Legal Education, Vol. 3, (No. 3), pp. 281-300, https://doi.org/10.15294/ijicle.v3i3.48269
  10. Kang, C. (2021). Urgensi Pengesahan RUU PKS sebagai Upaya Perlindungan Hukum Bagi Korban Revenge Porn. Jurnal Yustika: Media Hukum Dan Keadilan, Vol. 24, (No. 01), pp. 49-62. https://doi.org/10.24123/yustika.v24i01. 4601
  11. Luthan, S. (2009). Asas dan Kriteria Kriminalisasi. Jurnal Hukum Ius Quia Iustum, Vol.16,(No.1),pp.1-17. https://doi.org/10.20885/iustum.vol16.iss1.art1
  12. Nurullia, S. (2021). Menggagas Pengaturan dan Penerapan Central Bank Digital Currency di Indonesia: Bingkai Ius Constituendum. Journal of Judicial Review, Vol. 23, (No.2), pp.275-290. http://dx.doi.org/10.37253/jjr.v23i2.5014
  13. Paradiaz, Rosania., & Soponyono, Eko. (2022). Perlindungan Hukum Terhadap Korban Pelecehan Seksual. Jurnal Pembangunan Hukum Indonesia, Vol.4, (No.1), pp.61-72. https://doi.org/10.14710/jphi.v4i1.61-72
  14. Pembayun, Jaduk G. (2017). Rekonstruksi Pemikiran Habermas di Era Digital. Jurnal Komunikasi dan Kajian Media, Vol. 1, (No. 1), pp.1-14. https://doi.org/10.31002/jkkm.v1i1.381
  15. Pohlman, A. (2017). Sexual violence as torture: Crimes against humanity during the 1965–66 killings in Indonesia. Journal of Genocide Research, Vol.19,(No.4),pp.574-593. https://doi.org/10.1177/1363460716645789
  16. Purwanti, Ani., & Hardiyanti, Marzellina. (2018). Strategi Penyelesaian Tindak Kekerasan Seksual Terhadap Perempuan dan Anak Melalui RUU Kekerasan Seksual. Masalah-Masalah Hukum, Vol.47, (No. 2), pp. 138-148. https://doi.org/10.14710/mmh.47.2.2018.138-148
  17. Putri, Rianda P. (2018). Pemeriksaan Penggabungan Gugatan Ganti Kerugian dalam Perkara Pidana di Pengadilan Negeri Kelas 1B Bukittinggi. Soumatera Law Review, Vol.1, (No.1),pp.176-197. http://doi.org/10.22216/soumlaw.v1i1.3348
  18. Rofiq, Ahmad., Disemadi, Hari Sutra., & Jaya, Nyoman Serikat Putra. (2019). Criminal Objectives Integrality in the Indonesian Criminal Justice System. Al-Risalah, Vol. 19, (No.2),pp. 179-190. https://doi.org/10.30631/al-risalah.v19i2.458
  19. Rofiq, Ahmad., Pujiyono., & Arief, Barda Nawawi. (2021). Eksistensi Tindak Pidana Ta’zir dalam Kehidupan Masyarakat Indonesia. Journal of Judicial Review, Vol.23, (No.2), pp. 241-256. http://dx.doi.org/10.37253/jjr.v23i2.4957
  20. Safrina, Rahmi., Jauhari, Imam., & Arif. (2010). Perlindungan Hukum terhadap Anak Korban Kekerasan dalam Rumah Tangga. Jurnal Mercatoria, Vol.3,(No.1),pp.34-44. https://doi.org/10.31289/mercatoria.v3i1.591
  21. Setiawan, R. (2013). Efektivitas Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik di Indonesia dalam Aspek Hukum Pidana. Recidive,Vol.2,(No.2),pp.139-146. https://jur nal.uns.ac.id/recidive/article/view/32324
  22. Sibarani, S. (2016). Prospek Penegakan Hukum Undang-Undang Penghapusan Kekerasan dalam Rumah Tangga (UU PKDRT). Jurnal HAM, Vol. 7, (No. 1), pp. 1-9, http://dx.doi.org/10.30641/ham.2016.7.1-9
  23. Sugiarto, Laga., Astuti, Enny Puji., Dewi, Mentari Berliana Kemala., & Salsabila, Retno Wulan. (2021). Perlindungan Pekerja Hiburan terhadap Kedaulatan Tubuh dengan Pendekatan kapabilitas “Capability Approach” di Kecamatan Bandungan. Jurnal Pengabdian Hukum Indonesia, Vol. 4, (No. 1), 68-76, https://doi.org/10.15294/jphi.v4i1.45076
  24. Syifawaru, Andi Suci., Pawennei, Mulyati., & Fadil, Ahmad. (2022). Tinjauan Kriminolgi Terhadap Residivis Anak Sebagai Pelaku Tindak Pidana Pelecehan Seksual. Journal of Lex Generalis (JLG), Vol.3,(No. 2), pp. 148-166. http://pasca-umi.ac.id/index.php/jlg/article/view/765
  25. Tan, Kendry., & Disemadi, Hari Sutra. (2021). Urgency of Electronic Wallet Regulation in Indonesia. Nagari Law Review, Vol.5, (No.1), pp.1-14. https://doi.org/10.25077/nalrev.v.5.i.1.p.1-14.2021
  26. Wadjo, Hadibah Zachra., & Saimima, Judy Marria. (2020). Perlindungan Hukum Terhadap Korban Kekerasan Seksual Dalam Rangka Mewujudkan Keadilan Restoratif. Jurnal Belo, Vol.6,(No.1),pp.48-59. https://doi.org/10.30598/BELOVOL7ISSUE2PAGE165-172
  27. BUKU
  28. Arief, Barda N. (1998). Beberapa Aspek Kebijakan Penegakan dan Pengembangan Hukum Pidana. Bandung: PT. Citra Aditya Bakti
  29. Heroepoetri, A. (2015). Sistem Peradilan Pidana Terpadu yang Berkeadilan Gender dalam Penanganan Kasus Kekerasan Terhadap Perempuan, Serial Publikasi Kemitraan Perempuan dan Penegak Hukum, Jakarta: Komnas Perempuan, LBPP Derap Warapsari, LBH APIK Jakarta, Convention Watch, PKWJ UI
  30. Lamintang, P.AF., & Lamintang, Theo. (2009). Delik-Delik Khusus Kejahatan Melanggar Norma Kesusilaan dan Norma Kepatutan (Ed 2, Cet 1). Jakarta: Sinar Grafika
  31. Marpaung, L. (1996). Kejahatan terhadap Kesusilaan dan Masalah Prevensinya. Jakarta: Sinar Grafika
  32. Mukarramah, E. (2015). Menggugah Komitmen Negara Terhadap Perlindungan Perempuan Korban Kekerasan: Himpunan Naskah Usulan Terhadap Rancangan Peraturan Perundang-undangan dan Kajian Implementasi Kebijakan. Jakarta: Komnas Perempuan
  33. Muladi. (2002). Hak Asasi Manusia, Politik dan Sistem Peradilan Pidana. Semarang: Badan Penerbit Universitas Diponegoro
  34. Muladi. (2005). Hak Asasi Manusia: Hakekat, Konsep dan Implikasinya dalam Perspektif Hukum dan Masyarakat. Bandung: Refika Aditama
  35. Prakoso, A. (2013). Kriminologi dan Hukum Pidana. Yogyakarta: Sinar Grafika
  36. Puspa, Yan P. (1997). Kamus Hukum. Semarang: Aneka Ilmu
  37. Reksodiputro, M. (1994). Sistem Peradilan Pidana di Indonesia (Peran Penegak Hukum Melawan Kejahatan, Hak Asasi Manusia dalam Sistem Peradilan Pidana). Jakarta: Pusat Pelayanan Keadilan dan Pengabdian Hukum Universitas Indonesia
  38. Sianturi, SR. (1982). Asas-Asas Hukum Pidana di Indonesia dan Penerapannya. Jakarta: Alumni
  39. Soekanto, S. (2014). Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Penegakan Hukum (Cet. 13 Rajawali Press). Jakarta: Raja Grafindo Persada
  40. Soekanto, S. (1981). Pengantar Penelitian Hukum. Jakarta: Universitas Indonesia
  41. Sudarto. (1981). Hukum dan Hukum Pidana. Bandung: Alumni
  42. Wahid, Abdul., & Labib, Muhammad. (2005). Cyber Crime. Bandung: Reflika Aditama
  43. Catatan Tahunan Komnas Perempuan. (2022). Peningkatan Jumlah Kasus KBG di Tahun 2021 Menjadi Alarm Untuk RUU TPKS Segera Disahkan. Retrieved from https://komnasperempuan.go.id/kabar-perempuan-detail/peluncuran-catahu-komnas-perempuan-2022
  44. Collins, Josua Satria., & Tarigan, Maria I. 2020. UU ITE untuk Kasus Kekerasan Seksual, Tepatkah?, Retrieved from http://ijrs.or.id/uu-ite-untuk-kasus-kekerasan-seksual-tepatkah/
  45. KBBI. (2021). Susila. Retrieved from https://kbbi.web.id/susila
  46. Komnas Perempuan. (2013). 15 Bentuk Kekerasan Seksual: Sebuah Pengenalan. Retrieved from https://komnasperempuan.go.id/instrumen-modul-referensi-pemantauan-detail/15-bentuk-kekerasan-seksual-sebuah-pengenalan

Last update:

No citation recorded.

Last update:

No citation recorded.