Efek Panjang Gelombang Terhadap Pertumbuhan Propagul Pada Kultur Jaringan Eucheuma cottonii Doty, 1885 (Rhodophyceae; Solieracea)

*Wilis Ari Setyati  -  Departemen Ilmu Kelautan, Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro, Indonesia
Rini Pramesti  -  Departemen Ilmu Kelautan, Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro, Indonesia
Delianis Pringgenies  -  Departemen Ilmu Kelautan, Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro, Indonesia
Chrisna Adhi Suryono  -  Departemen Ilmu Kelautan, Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro, Indonesia
Irwani Irwani  -  Departemen Ilmu Kelautan, Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro, Indonesia
Muhammad Zainuddin  -  Program Studi Akuakultur, Fakultas Sains dan Teknologi, Universitas Islam Nahdlatul Ulama Jepara, Indonesia
Received: 14 Jan 2020; Published: 17 Nov 2020.
Open Access Copyright (c) 2020 Jurnal Kelautan Tropis
License URL: http://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0

Citation Format:
Abstract

The problem in cultivating Eucheuma cottonii is the procurement of seeds and techniques currently developed through tissue culture. The limiting factor in this technique is the use of optimal light for the growth of the seaweed. The aims of study was to optimize the wavelength of light on the growth of E cottonii propagules. The research method is laboratory experimental with the treatment of different wavelengths of light: red light wavelength (λ = 633.8 nm), green (λ = 515.8 nm), blue (λ = 455.7 nm), combined light on the lamp LED (λ = 456.6 nm, 515.8 nm and 632.9 nm), and fluorescent light in TL lamps (λ = 407 nm, 443 nm, 557 nm and 592 nm). The results showed that the wavelength had a significant effect (p ≤0.05) on the growth of E cottonii. The best treatment for blue light with absolute, relative and specific growth values of propagule weight of 155 ± 11.910 mg, 419 ± 70.849%, and 5.860 ± 0.501% / day. The absolute, relative and specific growth values for propagule diameter were 701 ± 123.1 mm, 63 ± 12% and 1.73 ± 0.27% / day. The percentage of branching growth and the branching index were 60.85 ± 9.16% and 27.77 ± 1.23. Blue light treatment is optimal radiation in the E. cottonii tissue culture

 

 

Permasalahan dalam budidaya Eucheuma cottonii adalah pengadaan bibit dan teknik yang berkembang saat ini melalui kultur jaringan. Faktor pembatas dalam teknik ini adalah penggunaan cahaya yang optimal untuk pertumbuhan rumput laut. Penelitian bertujuan untuk melakukan optimasi panjang gelombang cahaya terhadap pertumbuhan propagul E cottonii. Metode penelitian secara experimental laboratoris dengan perlakuan perbedaan panjang gelombang cahaya : panjang gelombang lampu cahaya merah (λ = 633,8 nm), hijau (λ = 515,8 nm), biru (λ = 455,7 nm), cahaya gabungan pada lampu LED (λ = 456,6 nm, 515,8 nm dan 632,9 nm), dan cahaya flourescent pada lampu TL (λ = 407 nm, 443 nm, 557 nm dan 592 nm). Hasil penelitian menunjukkan bahwa panjang gelombang berpengaruh signifikan (p < 0,05) terhadap pertumbuhan E cottonii. Perlakuan terbaik pada cahaya biru dengan nilai pertumbuhan mutlak, relatif dan spesifik bobot propagul sebesar 155±11,910 mg, 419 ± 70,849 %, dan 5,860 ± 0,501 %/hari. Nilai pertumbuhan mutlak, relatif dan spesifik diameter propagul sebesar 701±123,1 mm, 63±12 % dan 1,73±0,27 %/hari. Persentase pertumbuhan percabangan dan indeks percabangan sebesar 60,85±9,16 % dan  27,77±1,23. Perlakuan sinar biru merupakan penyinaran optimal dalam kultur jaringan E. cottonii.

Keywords: cahaya; pertumbuhan; diameter; propagul

Article Metrics:

Last update: 2021-05-13 00:43:55

No citation recorded.

Last update: 2021-05-13 00:43:55

No citation recorded.