Bioakumulasi Arsen (As) dan Merkuri (Hg) pada Bivalvia dari Pesisir Sekitar Demak dan Surabaya Indonesia

*Chrisna Adhi Suryono scopus  -  Departemen Ilmu Kelautan, Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro, Indonesia
Agus Sabdono  -  Departemen Ilmu Kelautan, Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro, Indonesia
Subagiyo Subagiyo  -  Departemen Ilmu Kelautan, Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro, Indonesia
Published: 2 Nov 2019.
Open Access Copyright (c) 2019 Jurnal Kelautan Tropis
License URL: http://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0

Citation Format:
Abstract

The coastal waters at Demak and Surabaya as areas for fishing ground bivalve for consumption proposes.  Unfortunately, mostly the coastal land these areas were used for industry and settlement, it will have an impact on the coastal environment.  Heavy metal is one of aspect on coastal environments will give impact, especially on bivalves. This study aims to determine the metal As and Hg in several of bivalves tissue, seawater, sediments and bioaccumulation factors in the of Demak and Surabaya coastal waters. The analysis of As and Hg content in bivalves tissue, sediments and seawater using ICPMS. The results showed bivalves, sediments and seawater samples were found As and Hg concentrations. The highest concentration of As was found in the sediments; meanwhile the highest Hg concentration was found in the bivalve tissue of P. attenuatus > A. pectinata > A.inaequivalvis > A. granosa > P. viridis > P. undulada > M. hiantina respectively.  The BAF bioaccumulation factor a significant difference p = 0.021 and the BSAF sediment bioaccumulation factor showed a very highly significant difference p = 0.009. The concentration of As, Hg and bioaccumulation factors in the two fishing ground bivalves areas shows a difference.

 

Pesisir sekitar Demak dan Surabaya merupakan daerah fishing ground berbagai jenis bivalvia untuk dikonsumsi.  Namun sekarang pesisir daratan sebagian besar dimanfaatkan untuk industri dan pemukiman hal tersebut akan memberi dampak pada lingkungan pesisir.  Logam berat merupakan salah satu aspek yang memberi dampak pada linkungan pesisir terutama pada bivalvia.  Penelitian ini bertujuan mengetahui logam As dan Hg yang terdapat dalam jaringan beberapa jenis bivalvia, air laut, sedimen serta faktor bioakumulasi di pesisir Demak dan Surabaya.  Analisa kandungan As dan Hg dalam jaringan bivalvia, sedimen dan air laut menguunakan ICPMS.  Hasil penelitian menunjukan sampel bivalvia, sedimen dan air laut ditemukan As dan Hg.  Konsentrasi As tertinggi ditemukan dalam sedimen, sedangkan konsentrasi Hg tertinggi ditemukan dalam jaringan bivalvia secara berurutan P. attenuatus > A. pectinata > A.inaequivalvis > A. granosa > P. viridis > P. undulada > T. timorensis. Adanya perbedaan yang nyata p=0.021 terhadap faktor bioakumulasi BAF dan faktor bioakumulasi sedimen BSAF menunjukan perbedaan yang sangat nyata p = 0.009.  Konsentrasi As, Hg dan faktor bioakumulasi di kedua daerah fishing ground bivalvia menunjukan adanya perbedaan.

Keywords: Arsen; Merkuri; bivalvia; sedimen; bioakumulasi

Article Metrics:

Last update: 2021-05-05 10:51:53

No citation recorded.

Last update: 2021-05-05 10:51:53

  1. Mercury exposure from fish in the kenjeran beach area, surabaya: Research protocol

    Mahmudiono T.. Systematic Reviews in Pharmacy, 11 (8), 2020. doi: 10.31838/srp.2020.8.60
  2. Health risk assessment related to total mercury (Thg) concentration in clam (periglypta crispata) from Kepulauan Seribu regency, Indonesia

    Purbonegoro T.. Squalen Bulletin of Marine and Fisheries Postharvest and Biotechnology, 15 (1), 2020. doi: 10.15578/squalen.v15i1.437